Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Alena


__ADS_3

Pagi ini sarapan terasa sangat hambar,,tak ada percakapan dari ketiga orang itu.Alena dan Natasya masih diam,mereka tak berbicara satu patah katapun.


Raymond yang merasa di cuekin oleh kedua wanita kesayangannya itu,hanya bisa menghela nafas.Ia tahu ia salah besar,tapi ia juga butuh dukungan dari istri dan anaknya.


"Ma Alena berangkat dulu ya" pamit Alena, karena hari ini ia ada kelas pagi


"Iya sayang "


"Papa juga jalan,,Alena ikut bareng papa aja" Raymond bicara


"Alena bisa bawa mobil sendiri"kata Alena


Raymond hanya diam,ia tahu bahwa putrinya itu sangat terluka dengan apa yang sudah ia lakukan.Tapi Raymond tak ada pilihan,ia terpaksa meminta bantuan pada keluarga Hatmoko.


Alena sampai di kampus,ia duduk di bangku kelas.Ia hanya diam,tak banyak bicara seperti biasanya.Vebrina yang baru datang langsung duduk di depan Alena.


"Baru dateng al?"tanya Vebrina


Alena tak menjawab,ia hanya diam sambil melamun.


"Alena" panggil Vebrina


"Alenaaa" panggil Vebrina sedikit keras


"Ah ya?" Alena gelagapan


"Kamu manggil aku veb?" tanya Alena


"Kamu kenapa sih,, akhir-akhir ini kamu aneh banget.Suka menyendiri,suka nglamun,Kamu kenapa?" tanya Vebrina


"Nggak papa kok" jawab Alena


"Udah ya,,nggak usah tutupin masalah kamu.Kita ini temenan,jadi kamu harus cerita sama aku" kata Vebrina


"Kita ke perpustakaan aja yuk" ajak Alena,karena ia tak enak menceritakan masalahnya di keramain seperti di kelas


Mereka berjalan menuju ke perpustakaan yang ada di dekat kantin.Alena sengaja mengajak Vebrina disana agar ia nyaman saat bercerita.


Mereka duduk di bangku paling pojok,karena alena yang mengajak duduk disana.


"Huh" Alena menghembuskan nafasnya


"Kenapa sih?" tanya Vebrina pelan


"Aku,,aku mau di jodohin sama papa veb" Alena menangis,ia paling benci yang namanya menangis.Tapi kali ini ia sangat sakit,ia tak mampu membendung air mata itu lagi

__ADS_1


"Whattt?" Vebrina sampai berdiri


"Papa punya hutang sama keluarga Hatmoko veb,dan sebagai alat pelunasan hutang papa,,papa jodohin aku sama anak dari keluarga itu" Alena terisak


"Kok papa kamu tega sih? tapi kamu yang sabar ya,,jodoh nggak ada yang tahu" Vebrina memeluk Alena


"Thanks ya veb,,kamu udah mau dengerin curhatan aku.Aku nggak mau di jodohin veb,tapi aku juga nggak mau ngelawan papa"alena masih terus terisak


Alena memeluk Vebrina dengan erat,seakan ia meluapkan semua kesedihannya kali ini.Alena bingung,antara memilih di jodohkan atau melawan sang papa.


Tanpa mereka sadari,ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari jauh.Keenan yang berniat mempelajari tentang mata kuliahnya di perpustakaan,tak sengaja matanya menemukan gadis cantik yang ia suka.


Tapi saat melihat Alena menangis, hati Keenan merasa sakit.Entah kenapa tapi Keenan kali ini benar-benar jatuh cinta pada sosok Alena yang manis.


"Alena kenapa ya kok nangis terus?" tanya Keenan pada dirinya sendiri


Saat sibuk dengan pikirannya,Bayu dan Leo datang ke meja dimana Keenan duduk.Keenan bahkan tak sadar bahwa kedua temannya sudah duduk di sampingnya.


"Orang kalo udah jatuh cinta ya bakalan gitu" kata Leo


"Iyha apalagi kalo liat ponselnya, pasti senyum-senyum sendiri"jawab Bayu


"Hahahaha" Leo dan Bayu tertawa


"Siapa yang kalian maksud?" tanya Keenan dengan tatapan tajam


"Sialan Lo" Keenan Memukul lengan leo


Sedangkan kini Natasya sedang duduk sendirian diteras rumahnya.Ia memikirkan anak semata wayangnya yang akan di jodohkan dengan pria yang tidak ia kenal.


Naluri seorang ibu pasti tidak akan tega melihat anaknya tak bahagia.Ia ingin sekali membayar hutang-hutang itu,tapi dari mana ia dapat uang?selama ini ia hanya meminta pada sang suami.


Sudah pukul 2 siang,Alena pulang.Ia langsung masuk ke dalam kamarnya,membuat sang mama khawatir.


"Alena" panggil Natasya


"Ya ma?" jawab Alena dari dalam


"Kamu nggak makan dulu?" tanya Natasya


"Udah tadi"


Natasya menghela nafas,sifat putrinya sudah berubah.Dia bukan Alena yang dulu,yang selalu tertawa lepas dan ceria.Kini gadis itu jadi pemurung,sering menghabiskan waktunya dikamar.


Natasya mengerti itu,ia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang putrinya rasakan.Ia ingin menolak mentah-mentah perjodohan ini,tapi apakah dia bisa?

__ADS_1


Alena duduk di lantai, sambil memeluk lututnya.Pikirannya entah berkelana kemana.Sampai akhirnya saat ia melihat jam di nakas,ia melihat sapu tangan Keenan yang ia bawa.


Sapu tangan yang menjadi saksi bisu tangisnya di malam hari.Ia menyukai sapu tangan itu, rasanya ada rasa spesial pada orang yang memberi sapu tangan.


Ia berdiri,ingin mengambil buku diarynya.Ingin menuliskan sosok Keenan di matanya.


"Keenan"


"Dia adalah pria tampan yang cuek,tapi terkadang juga humoris.Dia baik,pantas saja di idolakan semua wanita di kampus.Mungkin dia memang sedikit dingin,tapi sebenarnya dia hangat.Dia telah memberiku sapu tangan saat aku menangis di kelas,jujur saja aku kaget.Sikapnya sedikit berubah,dulu saat pertama kali aku melihatnya ia sangat cuek dan datar.Tapi kini sudah sedikit hangat,entah mengapa aku merasa nyaman"


Begitulah kata-kata yang di tulis Alena di buku diarynya.Gadis cantik itu mungkin sudah jatuh hati pada seseorang Keenan Ghifari Mahendra.


Tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore,Keenan yang baru pulang dari kantor kini sedang dalam perjalanan pulang.


Saat di jalan,keenan melihat toko bunga yang sangat cantik.


Ia berhenti di depan toko tersebut dan membeli tiga tangkai bunga mawar merah.Saat sampai rumah,ia memberikan bunga tersebut pada mommy dan kakaknya.


"Mom,,Keenan punya sesuatu buat mommy" kata Keenan menghampiri mommynya di dapur


"Apa sayang?" tanya Viana


"Ini" Keenan memberikan bunganya


"Wah cantik sekali,, terimakasih ya" Viana bahagia


"Iya mom" Keenan tersenyum


"Cuma mommy aja nih yang di kasih" sindir Risa


"Ini buat kakak"


"Hehe terimakasih ya" kata Risa


"Eh kok masih ada satu lagi,,hayoo buat siapa?" tanya Risa curiga


"Nggak ada,,buat Keenan sendiri" Keenan salah tingkah


"Ya udah Keenan ke kamar dulu ya" Keenan berjalan sedikit berlari.


"Sepertinya ada yang jatuh cinta kak" kata Viana


"Iya mom hehe"


Viana dan Risa melanjutkan memasaknya sambil menunggu sang daddy pulang.

__ADS_1


Happy reading 🌹


Semoga suka dengan cerita saya,,maaf baru up lg soalnya ga pernah punya waktu untuk nulis🥺🙏


__ADS_2