Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Harus tegar


__ADS_3

Pagi harinya,Viana sadar.Matanya menerjap menatap sekeliling ruangan berwarna putih itu.Kepalanya masih pening, perutnya sedikit sakit karena belum makan sejak tadi sore.


Viana melihat Mega yang tengah terlelap di sampingnya,sampai ia sadar bahwa suaminya kemarin sore mengalami kecelakaan.


Viana berusaha bangun,namun saat ia bergerak Mega juga bangun.


"Sayang kamu sudah sadar" Mega membantu anaknya untuk duduk


"Ma gimana keadaan mas Raka?" tanya Viana lemas


"Emm Raka masih belum sadar" jawab Mega


"Ma anterin Viana ke ruangan mas Raka"


"Tapi kamu masih lemas sayang"


"Ma Viana mohon.." Viana menangis


"Baiklah ayo.. hati-hati ya"


Mega membawa Viana ke ruangan Raka,ia sangat sedih melihat putrinya terpukul seperti ini.


"Pa" sapa Viana saat melihat papa dan mertuanya


"Nak bagaimana keadaan kalian?" tanya bagas, yang di maksud kalian adalah Viana dan janinnya


"Viana sudah baik pa"


Viana mengalihkan pandangannya ke arah ranjang,menatap suaminya yang masih menutup mata.Di saat suaminya membutuhkannya, justru ia juga jatuh sakit sendiri.


Air matanya mengalir, orang yang selalu membuatnya tersenyum kini sedang berbaring tak sadarkan diri.Viana duduk di samping suaminya, memegang erat tangan Raka.


"Masss" lirih Viana


"Mas kok nggak bangun?"


"Mas nggak kangen sama Viana?" air matanya mengalir semakin deras


"Risa pasti juga kangen sama mas"


"Viana janji,,Viana akan kuat mas" Viana menundukkan kepalanya


"Cepat bangun ya,," Viana mencium tangan suaminya


Mega, Anton,dan Bagas keluar dari ruangan.Meninggalkan Viana yang sedang menemani suaminya.Mega terisak di pelukan Anton,ia kasihan dengan putrinya.


"Pa,,mama kasihan sama putri kita"


"Iya ma,,papa paham.Tapi kita nggak bisa berbuat apa-apa"


Sedangkan Bagas sedang duduk dengan tatapan kosong.Putra satu-satunya kini tengah tak berdaya di atas ranjang.Pikirannya merancau kemana-mana.


Sementara di lain tempat kini Jessi sedang menelepon seseorang.


"Iya gampang,,oh iya tar kemarin sore di depan cafe gue ada orang kecelakaan" jelas Jessi


Jessi memang sudah tidak bekerja di cafe lagi,bahkan sekarang ia sudah punya cafe sendiri.Meskipun tak terlalu besar tapi itu hasil dari keringatnya sendiri.


"Siapa? parah nggak?" tanya tari


"Mobil depannya sampai ringsek,,gue kayak pernah lihat orang itu deh" Jessi memutar otaknya kembali

__ADS_1


"Siapa sih? kamu bikin penasaran aja"


"Aaaaaa itu tuan Raka,suaminya Mbak Viana" Jessi ingat wajah Raka saat di acara pertunangan Agim dan tari.


"Apa? Mas Rakaaaaaa?" tari terkejut bukan main


"Iya,, kepalanya berdarah gitu kemarin"


"Ya Tuhan,, kasihan Mbak Viana pasti dia sangat sedih" kata Tari


"Udah dulu ya Jess,,aku mau telfon mas Agim"


"Oke"


Lalu tari menghubungi tunangannya, berniat menanyakan kejadian kecelakaan kemarin.


"Halo mas,,apa bener mas Raka kecelakaan?" tanya tari to the poin


"Iya sayang,,kemarin sore.ini mas mau kesana"


"Tari ikut,,tari mau nemenin Mbak Viana"


"Ya udah mas jemput ya"


Setelah Jessi mematikan sambungan telepon,ia langsung ikut ke dapur untuk membantu melayani pembelinya.


Saat akan mengantarkan minuman, tiba-tiba seseorang menabraknya hingga minuman itu tumpah ke baju Jessi.


"Aduh"


"Eh sorry gue nggak sengaja"


"Eloooo" Jessi dan Reza berkata bersamaan


"Ngapain Lo kesini?" tanya Jessi bersungut-sungut karena bajunya kotor terkena minuman


Meskipun lama tak bertemu dengan Reza selama berbulan-bulan tak membuatnya melupakan kejadian terakhir saat mereka bertemu dulu.


"Gue? Lo nanya sama gue?" Reza tak kalah sinisnya


"Ya iyalah masa sama setan"


"Terserah gue lah,,mau gue ngopi kek mau tidur juga bukan urusan Lo"


"Lo makin songong aja ya,,pergi nggak Lo dari sini" usir Jessi


"Apa-apaan Lo main ngusir gue,,apa hak Lo"


"Heh gua berhak ngusir orang kayak Lo,,Pergi Lo"


"Wah semena-mena banget nih orang,, panggil manager Lo gue mau protes" kata Reza


"Eh Mbak tolong panggilin manager kalian" kata Reza pada seorang pelayan perempuan


"Emm manager saya sudah ada disini pak"


"Siapa? mana?" tanya Reza clingukan


"Ini ibu Jessi manager kami" kata pelayanan itu membuat Jessi menahan tawa melihat wajah Reza


"What!!" pekik Reza

__ADS_1


"Kenapa? kaget Lo? mata Lo nggak liat apa nama cafe ini bertuliskan nama "Jessica coffe" " Jessi sewot


"Jadi elo yang punya cafe ini" tanya Reza memastikan


"Iya,,kenapa? gue berhak dong ngusir cowok songong kayak Lo"


"Sialan Lo" Reza pergi meninggalkan cafe begitu saja


"Dasar cowok sinting, songong" Jessi berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan bajunya.


Kini tari dan Agim sudah berada di rumah sakit,tari sedang menyuapi makanan untuk Viana.Sedangkan Agim duduk di samping sahabat sekaligus bosnya itu.


"Mbak harus tegar,, pasti mas Raka segera sadar kok" hibur Tari


"Mbak ngerasa belum jadi istri yang baik,,buktinya saat mas Raka sedang butuh Mbak,Mbak justru lemah"


"Wajar Mbak,, karena Mbak juga kondisinya lagi hamil pasti juga nggak begitu fit"


"Mbak takut kehilangan mas Raka" Viana menangis lagi


"Mas Raka pasti baik-baik aja kok mbak,,kita harus yakin" tari memeluk tubuh Viana yang lemah.


Tari kasihan pada viana karena kondisinya sangat lemah,ia sebagai perempuan juga tahu rasanya saat orang tercinta tengah berbaring sakit tak sadarkan diri.


"Semoga mas Raka baik-baik saja" batin tari sambil mengelus punggung Viana yang sedang menangis


Agim juga sedang menatap wajah sahabatnya, ada rasa sedih saat melihat Raka terkapar tak sadarkan diri.Meskipun ia dan Raka kadang seperti kucing dan tikus,tapi ada rasa kasih sayang yang besar antara keduanya.


Agim berdiri, meninggalkan ruangan itu.Viana berdiri dan duduk di kursi samping ranjang suaminya.Ia memegang tangan Raka, mengarahkannya pada perut buncitnya.


"Mass anak kita nendang-nendang,,mungkin dia kangen sama Daddynya" kata Viana berkaca-kaca


"Mass ayo bangun" Viana mengusap kening Raka


Tari menghampiri Viana, memegang pundak untuk menguatkan Viana.


"Mass" bumil itu menangis lagi,sudah dalam mood tak baik karena hormon kehamilan kini di tambah perasaan sakit saat melihat suaminya diam saja sambil menutup mata membuatnya semakin terlihat rapuh.


"Mbak,,Mbak istirahat dulu ya.Kita balik ke kamar Mbak" ajak tari


"Mbak mau disini aja"


Bagas yang melihat menantunya dari balik jendela merasa bersyukur karena Raka mendapatkan istri yang begitu mencintainya.Risa yang berada di gendongan opanya juga menatap sang mommy yang sedang menangis.


"Mommy" lirih gadis kecil itu


"Daddy masih sakit ya opa?" tanya Risa


"Iya sayang,,Daddy masih sakit.Itu mommy kamu lagi ngerawat Daddy" jelas Bagas tersenyum


"Semoga Daddy cepat sembuh ya opa"


"Daddy pasti sembuh sayang"


Tari masih setia menemani Viana di dalam ruangan Raka.Ia takut kalau Viana tiba-tiba pingsan lagi.


Happy reading 🤗


Komen yang buanyakkkk ya gayss biar saya makin semangat 😘


Lope semuanya 💜💜

__ADS_1


__ADS_2