
Setelah selesai pesta,Raka membawa istrinya ke Apartemennya untuk pembuatan Raka junior.Viana hanya menurut kemana suaminya pergi.
"Kita mau kemana mas?" tanya Viana saat di jalan
"Membuat Raka Junior" jawab Raka asal
"Ishh" Viana menepuk lengan suaminya
"Malam ini,,kita malam pertama lagi" ujar Raka tersenyum menggoda membuat Viana tersenyum malu.
"Nanti bagaimana kalau Risa mencari kita mas?" tanya Viana
"Katanya tadi mau tidur di rumah mama" jawab Raka
"Emangnya dia bilang ke mas?" tanya viana
"Iya sayang"
Kini mereka sudah sampai di apartemen pribadi Raka.Mereka masuk ke dalam, terlihat ada lilin dan juga bunga mawar yang membuat kesan romantis.
"Indah sekali" kata Viana kagum
"Apa kamu suka?" Raka memeluk pinggang istrinya dari belakang
"Iya mas"
"Ayo kita masuk ke kamar" ajak Raka
"Ini mas sendiri yang nyiapin?" tanya Viana yang melihat kamarnya di hias begitu indah dan sangat romantis
"Nggak,,mas nyewa seseorang" Raka memegang tangan Viana
"Terimakasih sayang" Viana mencium pipi Raka
"Kamu udah nggak sabar ya" goda Raka
"Apa si mas?" wajah Viana memerah
"Sayang" Raka memulai aksinya
"massssssss" suara manja Viana keluar saat tangan Raka sudah tak terkendalikan
Raka membawa Viana ke atas ranjang, melepas semua pakaian dan mulai bergerak ke daerah favoritnya.Di tengah malam,di temani lilin kecil dan sinar rembulan menambah keromantisan dua insan yang sedang memadu kasih.
Pagi harinya...
"Emmm" Viana menggeliat merasakan silaunya matahari pagi yang menembus kaca jendelanya
"Mas" Viana memanggil suaminya
"Emm" Raka masih memejamkan matanya.
Viana bangun,karena ingin buang air kecil.Berlari kecil ke kamar mandi karena tak memakai baju satupun.Setelah 20 menit,Viana keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk se paha.Viana kaget saat melihat Raka sudah duduk di sofa sedang menatapnya tanpa berkedip.
"Mas udah bangun?" tanya Viana mengalihkan perhatian Raka
"Sudah, soalnya mas kedinginan" jawab Raka berdiri dari duduknya
"Kan AC nya nggak nyala"
"Iya,,tapi mas kedinginan kalau nggak kamu peluk" modus Raka
__ADS_1
"Mas,,Viana nggak punya baju deh,,terus Viana pakai apa?"
"Nggak usah pakai baju juga nggak papa kok" Raka berbicara sambil tangannya sudah kemana-mana
"Mass ih" Viana geli
"Mau lagiiii" Raka menggendong Viana ke atas ranjang.
"Emmm"
"Ishhh"
"Massss" suara itulah yang memenuhi ruangan yang menjadi saksi kisah cinta mereka.
Setelah di gempur habis-habisan oleh suaminya,kini Viana tengah tidur pulas.Padahal jam sudah menunjukkan pukul 13.15, sedangkan Raka hanya duduk di sofa sambil memeriksa pekerjaannya.Tadi setelah memesan makanan lewat aplikasi online untuk dirinya dan sang istri.
Sementara kini Agim sedang duduk di ruangannya.Menghadapi layar laptop yang membuatnya sangat ngantuk.Tiba-tiba ia teringat dengan kopi hitam buatan Tari yang sangat enak.Ia bergegas menuju cafe tempat tari bekerja,hanya butuh waktu 15 menit kini agim sudah sampai.
Saat membuka pintu cafe,,mata agim tertuju pada dua orang yang sedang berpelukan.Langkahnya terhenti, hatinya berdetak dengan kencang.Tampak kedua orang itu sangat senang terlihat dari ekspresinya.
"Apa dia yang waktu itu manggil Tari sayang?" tanya agim dalam hati
Agim menatap kedua orang itu dengan hati yang sakit, Akhirnya agim pergi meninggalkan cafe.
Flashback on..
"Aduh.." kata tari saat di tabrak oleh seseorang
"Eh maaf...kamu nggak papa kan?" tanya seseorang yang menabraknya
"Iya saya nggak papa" kata tari mendongakkan kepalanya
"Tari" pekik cowok tersebut bernama Reza yang merupakan kakak kelas dari tari waktu sekolah dulu
"Akhirnya aku ketemu sama kamu" reflek Reza memeluk tari
"Hahaha iya kak" tari tertawa paksa karena merasa tak enak
"Oh iya,,gimana kabar kamu?"tanya Reza memegang pundak tari
"Baik kok kak" kata tari tersenyum
"Ya udah gimana kalau kita makan siang?" tawar Reza
"Emm maaf ya kak,,tapi tari masih harus kerja" jawab tari sopan
"Oh gitu ya,, ya udah kapan-kapan aja deh kita makan siangnya"
"Iya kak,,yaudah tari balik kerja dulu ya" pamit tari
"Iya" Reza tersenyum
Reza Pratama, seorang pengusaha muda.Ia merupakan kakak kelas dari Tari.sejak dulu Reza memang menyimpan rasa pada Tari.Karena dulu tari pernah menolak menjadi pacarnya,jadi Reza tak memaksa tari lagi.Dan mungkin nanti Reza akan mengungkapkan perasaannya lagi.
Flashback off....
Agim yang galau tak kembali ke kantor,ia memutuskan untuk ke taman.Saat galau,Agim teringat dengan Raka.Agim memutuskan untuk menelepon Raka,ia ingin curhat dengan sahabatnya tersebut.
Tut..Tut..Tut...
Tak ada jawaban dari Raka,,Agim kesal karena ia ingin curhat tapi Raka tak menjawab teleponnya.
__ADS_1
"Mas di angkat dulu teleponnya" kata viana
"Udah biarin aja,,kita lagi makan" kata Raka merasa terganggu makan siangnya
"Mas ih,,nggak boleh gitu siapa tahu aja ada yang penting"
"Iya-iya" Raka menelepon balik Agim
"Halo" sapa Raka
"Kau kemana saja,,aku telpon berkali-kali nggak di angkat" agim emosi
"Ada apa?" tanya Raka datar
"Aku galau" jawab Agim
"Galau? kenapa?" tanya Raka heran
"Tadi saat aku mau menemui tari di cafe,,tari sedang berpelukan dengan pria lain.dan parahnya lagi mereka sangat bahagia, seperti lama tak bertemu" jelas Agim
"Lalu apa masalahnya?" tanya Raka masih saja datar
"Kau benar-benar gila,, tentu saja aku patah hati melihat tari bermesraan dengan pria lain.kau tahu kan kalau aku suka sama tari" Agim kesal sekali
"Itu salahmu sendiri karena belum mengungkapkan perasaanmu pada tari.Nanti keburu di ambil orang" jawab Raka
"Aku hanya mencari waktu yang pas"
"Lalu kau mau bagaimana?" tanya Raka
"Apa aku tanyakan saja pada tari?" tanya agim
"Coba saja tanyakan,,siapa tahu itu sodaranya"
"Tapi waktu saat aku menelponnya,ada yang memanggilnya sayang juga.lalu tari pamit mematikan teleponnya" jelas Agim
"Benarkah?" tanya Raka mulai kasihan pada sahabatnya itu
"Iya"suara Agim pelan
"Kasihan sekali kau,,patah hati sebelum waktunya" kata Raka
"Sialan" Agim mematikan teleponnya.
"Bukannya di kasih saran,,malah mengejek begitu" gerutu Agim
"Ada apa mas?" tanya Viana saat Raka selesai telepon
"Itu si Agim lagi galau, katanya tari pelukan sama pria lain.dan ada yang manggil dia sayang" jelas Raka
"Memangnya tari udah punya pacar?" tanya Viana lagi
"Mas mana tahu sayang" jawab Raka
"Coba nanti Viana cari tahu deh,,kasihan agim" ujar Viana
"Iya sayang,,yaudah di lanjut makannya" kata raka
"Iya mas"
Oke gays segini dulu ya,, semoga makin suka dengan karya saya..
__ADS_1
happy reading 🤗