
"BURHAN!!!" teriak papi Ammae menggelegar di dalam rumah
Supir itu segera berlari ke arah sumber suara majikannya dengan kelelahan.
"Apa yang terjadi pada cucu saya?" tanya papih Ammar
"Pulang kuliah langsung ke kantor pak, terus tidak lama minta di antar tapi wajahnya sudah tidak bersahabat, setelah di makam dia menangis, pas saya tanya ada apa, katanya dia hanya rindu dengan ayahnya, saya tanya lagi kenapa tidak menghubungi pak Rendra saja kalau kangen, Dito bilang telponnya di reject sudah lima kali saat masih di kantor dan pas di makam" tutur Burhan supir Dito
"Kembali ke pos" titah papih Ammar
"Rendra kenapa mereject panggilan Dito?" pikir mama Alisha
Papih Ammar mencoba menghubungi Rendra.
π² papih Ammar
Dimana kamu?
π² Rendra
Dirumah, ada apa pih?
π² Papih Ammar
Ada masalah apa kamu?
π² Rendra
Masalah? aku tidak punya masalah apapun, papih bicara intinya sajalah
π² Papih Ammar
Alasan kamu mereject panggilan dari Dito apa?
π² Rendra
Sedang malas, Dito mengadu dengan papih
π² Papih Ammar
Dia tidak pernah mengadu apapun, papih cari tau sendiri, apa sikap kamu pantas di bilang sebagai orangtua, anak menelpon direject, atau apa karena dia bukan anak kandung mu?
π² Rendra
Aku hanya malas pih, tidak ada apa-apa
π² Papih Ammar
Namanya seorang ayah tidak akan pernah ada kata malas apabila anaknya menelpon, lagian hanya sentuh handphone kamu lalu letakan di kuping mu bila perlu pakai lem jika kamu malas pegang hp nya.
π² Rendra
Maaf, lain kali Rendra tidak akan seperti itu lagi
π² Papih Ammar
Menyesal papih dulu menikahkan kamu dengan Fatimah
Papih Ammar memutuskan sambungan panggilan sepihak, dia emosi dengan tingkah anaknya yang tidak pernah dewasa.
__ADS_1
"Anak gila, masa anak sendiri menelpon tidak diangkat alasannya malas, konyol tidak itu" ucap papih emosi
"Sabar pih, nanti penyakit papih kambuh" sahut mama Alisha menenangkan suaminya
Dito hanya berdiri di ambang anak tangga mendengar ucapan kakeknya pada Rendra, mama Alisha dan papih Ammar terkejut melihat Dito di sana. Dito masuk kembali ke dalam kamar tanpa bertanya atau berbicara apapun.
Rumah Rendra
"Dimatiin begiu saja" gerutu Rendra, disaat bersamaan Fatimah juga mendengar obrolan suaminya dengan mertuanya, Rendra mengabaikan panggilan telpon dari Dito
Apa aku salah memilih suami, ya Allah. batin Fatimah sedih
Fatimah mencoba tenang dan tidak tau apa-apa tentang kejadian hari ini, lagi pula Rendra juga seperti masih marah pada Fatimah dan enggan bertegur sapa pada istrinya.
Di dapur Fatimah menyibukan diri untuk memasak untuk makan malam, Rendra dan Rivan shalat maghrib berjamaah di masjid pondok.
Makan malam sudah dihidangkan Fatimah di atas meja.
"Assalamualaikum" ucap Rivan senang
"Wa'alaikumsalam" jawab Fatimah mencium Rivan, Rendra masuk begitu saja ke dalam kamar
"Rivan makan malam dulu yuk" ajak Fatimah pada anaknya
"Lipan sudah makan sama ayah, tadi Lipan naik motol beldua telus Lipan jajan dan makan ayam keliuk-keliuk gitu" jawab Rivan senyum
"Jadi Rivan dan ayah sudah makan" tanya Fatimah memastikan
"Iya bunda" jawab Rivan
Masalah apa lagi ini, nanti tidak masak di ngomel, sekarang giliran masak dia makan di luar. batin Fatimah
"Temuin ayah dulu yuk" ajak Fatimah menggandeng tangan Rivan
"Sudah" jawab Rendra tanpa menoleh
Sabar Fatimah. batin Fatimah
"Makanan yang bunda masak boleh di kasihkan saja ke yang lain?" tanya Fatimah, dia tidak mau kesalahan lagi
"Terserah" jawab Rendra
"Rivan main dengan ayah di kamar, oke" ucap Fatimah mengelus kepala Rivan
"Lipan mau bunda, Lipan dari ayah telus bosen bunda" jawab Rivan bete
"Bunda rapihkan dapur sebentar, setelah itu menemani Rivan main" ucap Fatimah entah kenapa rasanya sesak sekali di dada
"Janji ya bunda jangan tinggalin Lipan lama-lama" sahut Rivan
"Iya sayang" jawab Fatimah ke dapur
Nanti dibagikan dia nanyain makanan, lebih baik aku simpan saja di dalam kulkas. batin Fatimah
Sebelum menyimpan di dalam kulkas, Fatimah makan lebih dulu, dia dari siang belum mengisi perutnya dengan makanan, Fatimah makan seorang diri di dapur dan mengingat obrolan papih dan suaminya tadi.
Sebegitunya kamu tidak menerima Dito, mas Rendra. Ternyata kasih sayang mu belum setulus kasih sayang ayah dan anak sesungguhnya. gumam hati Fatimah
Dalam makannya Fatimah melamun dan meneteskan air mata, rasa bersalah pada Dito kembali timbul dalam hatinya.
__ADS_1
Maafin ibu Dito, ibu tidak bisa menjaga dan bersama Dito, semoga Dito tetap menjadi anak kuat dan soleh ya nak, bunda selalu mendoakan yang terbaik untuk Dito dan Ayu. batin Fatimah
Fatimah membereskan makanannya dan di simpan ke dalam kulkas, untuk dia makan esok hari jika masih bagus makanannya.
"Bunda" teriak Rivan berlari ke arahnya
"Ada apa sayang" ucap Fatimah
"Sedang apa?" tanya Rivan
"Lagi mencuci piring" jawab Fatimah senyum
"Bunda habis makan ya" tanya Rivan
"Iya sayang" jawab Fatimah singkat
"Lipan tidak diajak makan" ucap Rivan
"Loh, kan Rivan sudah makan dengan ayah, makanya bunda makan sendiri" jawab Fatimah
"Halusnya bunda tetap ajak Lipan, supaya Lipan temenin bunda makan" ucap Rivan lucu
"Perhatiannya anak bunda, maaf ya bunda tidak ajak Rivan" jawab Fatimah ada rasa haru
"Huft, besok bunda tidak boleh makan sendili ya, halus sama Lipan" ucap Rivan tegas tapi imut dan lucu
"Siap bos Rivan" jawab Fatimah bahagia
"Telus bund mau apain lagi?" tanya Rivan
"Mau kunci pintu semua dan kita istirahat di kamar" jawab Fatimah
"Oke, Lipan tungguin bunda cuci piling" ucap Rivan duduk di kursi meja makan menunggu bundanya
Rivan menggandeng tangan bundanya masuk ke dalam kamar, Fatimah melihat Rendra sibuk memainkan ipadnya, Fatimah tidak akan bertanya apapun tentang Dito pada Rendra, cukup dia simpan saja rasa penasaran, kenapa Rendra tidak angkat panggilan dari Dito.
Rivan bermain dengan Fatimah, bermain robot-robotan, mobil-mobilan dan Lego yang pemberian Rendra waktu Rivan ulangtahun ke tiga.
Apapun yang kamu lakukan sama aku, aku ikhlas mas Rendra, tapi apabila kamu menyakiti anak-anakku sungguh aku sangat tidak ikhlas mas, karena anak-anakku adalah korban dari pernikahan aku dan kamu, aku hanya bisa beranggapan seperti itu saat ini. batin Fatimah perih dan sakit
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.