
"Ayah mau nambahin yang lain lagi?" tanya Fatimah melihat Rendra
"Ngga ada, terserah bunda aja" jawab Rendra cemas, istrinya tau satu kenyataan yang lain.
"Lebih baik ayah hubungi Diman dan menyuruh Ayu pulang, lalu apa ada yang ayah ingin jelaskan, sambil menunggu Ayu pulang?" tanya Fatimah tenang
"Ayah sudah chat Diman, untuk masalah Risa, itu sudah sangat lama, sebelum ayah mengenal kamu juga kok, itu kan ngga penting jadi ngga usah dibahas ya, intinya ayah dan Risa tidak pernah ada hubungan apapun" jawab Rendra lembut menatap Fatimah
"Jadi bunda harap masalah ayah dan Risa sudah selesai, dan masalah Risa dan Rama juga berakhir, begitu kan Rama?" ucap Fatimah melihat Rama
"Iya Fatimah, saya tidak ada hubungan apapun lagi, dan urusan saya dengan Risa sudah berakhir lama" jawab Rama pelan
"Assalamu'alaikum" ucap Dito dan Ayu
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Eh ada om Rama" ucap Dito tersenyum
"Ppfftt" Rendra menahan tawanya saat Dito memanggil Rama dengan sebutan Om begitu juga Fatimah menahan senyumannya
"Jangan Om kali Dito, Abang gitu" sahut Rama melihat Dito
"Siap deh Om, eh Abang" jawab Dito tersenyum
"Dito istirahat dikamar ya" ucap Fatimah lembut
"Oke bunda" sahut Dito mencium perut Fatimah dan berlari ke kamar
"Ayu duduk dulu nak" ucap Fatimah pelan
"Ayu kedatang Rama kesini ingin melamar Ayu" timpal Rendra tersenyum
"Melamar?" ucap Ayu bingung
"Begini Ayu, Kak Rama kesini ingin mengungkapkan perasaan kaka terhadap Ayu, kaka cinta sama Ayu, tulus dan murni dari hati kaka, jadi apakah Ayu mau menjadi pasangan kaka?" tanya Rama pelan
"Tulus kaya nama penyanyi, Murni? air kali kali" ucap Rendra meledeki sahabatnya
Plak ... suara pukulan
"Awwss, sakit bun, kenapa mukul bahu ayah" ucap Rendra mengelus bahunya
"Kalo bicara lihat kondisi dong" sahut Fatimah kesal
"Iy maaf" ucap Rendra cemberut
"Ayu bagaimana?" tanya Rama penasaran
"Sabar kali bro, orang juga harus mikir, apalagi laki-laki buaya kaya lu" sahut Rendra
"Kalian bicara berdua terlebih dahulu, saya tinggal ke dalam" ucap Fatimah menarik tangan Rendra
"Mau kemana?" tanya Rendra yang enggan ikut Fatimah
"Jangan disini, sampe mereka selesai" jawab Fatimah santai
"Ke kamar ya, kelonin" ucap Rendra nyengir dapat pelototan dari Fatimah
"Bunda sama Ayah disini aja, temani Ayu" sahut Ayu melihat ayah bundanya
"Tuh, anakku minta di temani, udah duduk lagi" ucap Rendra
"Kak Rama, jujur Ayu juga suka dengan kaka, tapi Ayu juga ngga mau jadi penghalang hubungan kaka dengan wanita yang bernama Risa itu, yang pernah kaka ceritakan" jawab Ayu melihat Rama
"Aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan dia, saat ini dan seterusnya hanya akan ada nama kamu di hati kaka" ucap Rama serius
"Kamu nikah sama om-om nak" sahut Rendra sinis
"Ayah sendiri aja nikah sama janda beranak dua, pake segala nyindir orang" ucap Fatimah kesal
"Beda lah, kalo nikah sama janda sudah pengalaman, pengalaman urus anak dan suami" jawab Rendra nyengir melihat Fatimah
"Kasih Ayu waktu boleh?" tanya Ayu pelan
"Jika Ayu mau memilih kaka sebagai pasangan Ayu, dan mau menikah dengan kaka, kaka janji akan mewujudkan cita-cita Ayu, tapi Ayu harus menerima kaka sebagai tukang kayu bakar, karena kaka tidak memiliki apa-apa lagi, pekerjaan kaka di kampung hanya itu, jadi Ayu juga harus siap tinggal di kampung kaka" jawab Rama lembut
__ADS_1
"Cih, tidak memiliki apa-apa, lalu itu perusahaan atas nama siapa? atas nama jin, perusahaan gaib gitu" sahut Rendra tenang
"Ayah jangan gangguin orang terus" ucap Fatimah kesal dengan Rendra selalu menimpali ucapan Rama
"Ayu minta waktu kaka Rama" jawab Ayu pelan
"Berapa lama?" tanya Rama menatap Ayu dengan lembut
"Satu kali duapuluh empat jam, Ayu setuju" ucap Fatimah menengahi
"Iya bunda, Ayu setuju" jawab Ayu pelan
"Rama setuju juga ka" tanya Fatimah melihat Rama
"Saya setuju" jawab Rama yakin
"Hahaha, ayah jadi bayangin saat Rama dan Ayu beneran menikah, lalu memanggin Fatimah dengan sebutan bunda, padahal kalian lebih cocok kaka adik" ucap Rendra tertawa dengan kehaluannya sendiri
"Kamu ngga nyadar apa? kalo diri kamu sendiri juga lebih cocok kaka adik dibandingkan suami istri" sahut Rama kesal
"Bedalah gua sama lu, lu nikah sama Ayu yang masih sangat muda, nanti disangka pedofil, Hahahaha" ucap Rendra tertawa keras
"Justru bagus gua nikah sama yang muda, jadi gua bisa ikut awet muda" jawab Rama ketus
"Maksudnya, jadi kalo mas Rendra sama saya mas Rendra jadi tua?" tanya Fatimah mulai sensi
"Eh, bukan begitu, lagian suami kamu tuh yang buat orang kesal" jawab Rama ngga enak hati dengan Fatimah
Tatapan Fatimah langsung ke arah Rendra yang sedang tertawa, merasa ditatap Rendra berhenti tertawa.
"Istri ku ini paling mantap deh" ucap Rendra memeluk Fatimah
Ayu dan Rama menahan tawanya melihat tingkah Rendra yang takut dengan Fatimah apabila Fatimah marah.
"Makan yooo, lapar nih" ucap Dito berjalan ke ruang tamu
"Lapar? bukannya habis makan baso kamu dek" sahut Ayu kaget
"Hehehe, pengen makan nasi, baso kan ngga pakai nasi, jadi masih lapar mba Ayu" jawab Dito cengengesan
"Kenapa jawaban kamu di telpon kemarin dengan sekarang berbeda" tanya Rama pindah duduk disamping Ayu
"Kak Rama kenapa datang ngga bilang dulu dan malah langsung bicara hal seperti tadi" jawab Ayu pelan
"Kaka kan ingin memastikan lagi dan meminta restu pada orangtua mu" ucap Rama lembut
"Tapi kan pertanyaan kaka itu sama aja dengan pertanyaan semalam, dan kaka sudah tau jawabannya" sahut Ayu melihat Rama
"Iya, kaka sudah tau jawabannya" ucap Rama tersenyum
Flashback
📱Rama
Hai, lagi apa kaka ganggu ngga nih
📱Ayu
Hai juga kak, ngga kok, Ayu lagi santai-santai aja
📱Rama
Padahal kaka dapat kabar kalo Ayu sekarang jadi murung, apa itu karena kaka ya
📱Ayu
Info dari mana itu?
📱Rama
Ada deh, rahasia dong
📱Ayu
Nyebelin
__ADS_1
📱Rama
Ayu, kak Rama cinta dengan Ayu, apa Ayu mau jadi pasangan kaka, hingga ke pernikahan dan menjadi keluarga menemani kaka seumur hidup kaka?
📱Ayu
Bagaimana dengan hati kaka yang masih memiliki perasaan dengan wanita lain
📱Rama
Kaka sudah melupakannya, hati kaka hanya terisi nama Ayu sekarang
📱Ayu
Apa benar begitu?
📱Rama
Iya, jadi bagaimana, apa Ayu mau menikah dengan kaka, yang hanya tukang kayu bakar dan hidup sederhana dengan kaka di desa?
📱Ayu
Iya, Ayu mau kak, Ayu akan menerima kekurangan kaka sebagai ladang pahala untuk Ayu
📱Rama
Alhamdulillah, jadi Ayu kapan mau dilamar dengan kaka
📱Ayu
Ayu masih ujian loh kak
📱Rama
Ngga apa-apa, niat baik harus disegerakan secepat mungkin sayang
📱Ayu
Ih, udah main sayang-sayang aja
📱Rama
Lalu mau dipanggilnya apa? honey, bebeb,ayang cinta
📱Ayu
jangan bahas itu, kak udah dulu ya bunda manggil nih untuk makan malam
📱Rama
Oke, makan yang banyak ya, I Love You, muaachh
Flashback off
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
👍🏼 Like
📝 Komen
🎁 Hadiah
🎟️ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️
Kesetiaan Cinta Yusuf 👍🏼📝🎁🎟️
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.