
Beberapa hari kemudian, Fatimah sudah tidak kepikiran sama sekali dengan perempuan yang ketangkap basah dengan suaminya, dia benar-benar melupakan dan mempercayai suaminya full, agar rumah tangganya baik-baik saja.
Dulu waktu masih berumah tangga dengan Sidiq masalah yang sering datang cuma masalah ekonomi, berbeda hidup dengan Rendra permasalahannya selalu wanita, wanita dan wanita berbagai macam bentuk tubuh yang berbeda-beda.
Fatimah tidak bisa menghindar itu semua, karena dia tau itu sudah kehendak sang Maha Kuasa, ibarat film makhluk hidup yang didunia semua pemain sementara, tapi produser dan pembuat karya yang sesunggunya yaitu Allah SWT. Dunia ini hanyalah panggung sandiwara, tidak akan abadi hidup di dunia ini.
Rendra yang begitu sayang dan cinta pada istri dan anaknya, dia berusaha untuk menjadi suami dan orangtua yang baik, tugas seorang ayah pun tidak mudah, selain mencari nafkah dia akan selalu menjadi contoh atau panutan untuk keluarganya. anaknya kelak akan mengikuti apa yang di lakukan ayahnya mau itu salah ataupun benar, jadi Rendra berusaha benar-benar menjadi orang yang baik dan selalu ikhlas serta sabar.
"Sayang kok belum tidur" tanya Rendra melihat istrinya masih membaca buku di atas ranjang
Fatimah senyum kala suaminya datang, dan dia menyambut suaminya "Tungguin kamu pulang" jawab Fatimah singkat tersenyum setelah mengecup tangan suaminya
"Hemm, nakal deh, harusnya kamu banyak istirahat, untuk kesehatan baby kita juga sayang, lihat lah sudah jam 11 malam" ucap Rendra lembut
"Hanya ingin nunggu kamu, benaran deh, lagipula kan nunggunya dikamar" jawab Fatimah tidak mau mengalah
"Huft.. kamu itu ternyata keras kepala sekali sih" ucap Rendra mencubit hidung istrinya dengan pelan
"Aku mau ambil minum buat kamu, sebentar ya" ucap Fatimah tersenyum
Rendra menahan istriny, "Aku tidak ingin minum apa-apa, lebih baik kamu tidur, ini sudah malam, tidak baik buat kamu dan baby kita, aku mandi kamu tidak boleh keluar kamar" ucap Rendra lembut , Fatimah dengan terpaksa menganggukan kepala
15 menit sudah Rendra membersihkan diri dan sekarang ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh sang istri. Mereka pun sama-sama terlelap hingga subuh menjelang.
Meja makan Rumah Rendra
"Ayu, Dito bagaimana pendidikan kalian? apa ada hal-hal yang tidak baik" tanya Rendra santai
__ADS_1
"Semua baik-baik saja ayah" jawab mereka berdua
"Jika ada apa-apa langsung info ke ayah atau ibu, karena banyak anak lain yang selalu menutupi kesalahan temannya dan berakibat fatal" ucap Rendra santai tapi tegas
"Baik Ayah" jawab Dito dan Ayu
"Ayah sama ibu Rencananya mau buat syukuran 4 bulanan atau tidak?" tanya Ayu lembut
"Itu pasti dong, masa kita tidak mengadakan Syukuran 4 bulanan, tumben tanya seperti itu" jawab Rendra tersenyum pada Ayu
"Hemm, boleh tidak jika Ayu yang membuat semua makanan tersebut untuk syukurannya?" tanya Ayu hati-hati
"No, nanti kamu kelelahan dan sakit" jawab Rendra cepat
"Tapi Ayu suka ayah melakukan hal itu" ucap Ayu memelas, kemudian Rendra melihat ke arah Ayu
Ayu pun langsung lesu mendengar ayahnya tidak mengizinkan keinginannya. Rendra yang melihat anaknya lesu pun tidak tega, tapi ini semua demi kebaikan dan kesehatan kelurga kecilnya.
"Ayah melakukan ini tidak bermaksud membuat kalian tertekan dengan ayah, tapi ini semua demi kebaikan bersama, lagipula kan kaka sudah ada kegiatan, ngurus produksi, cafe, dan bakery, itu sudah cukup menguras tenaga dan pikiran kaka, jika ayah mengizinkan kaka turun tangan untuk acara 4 bulanan ibu bagaimana denga kondisimu, jadi kaka jangan salah paham sama ayah" ucap Rendra lembut sekali pada anak gadisnya
"Apa yang dikatakan ayah kamu benar, kamu sudah terlalu lelah untuk mengurus ini itu, jadi lebih baik kamu kumpulin stamina yang banyak untuk pendidikan mu" timpal Fatimah membela suaminya
"Ayah juga ingin kaka melanjutkan kuliah Bisnis, supaya apa yang kamu tanam selama ini bisa berjalan dengan seimbang, Apa Rama suka menghubungi mu untuk memberikan saran-saran dalam berbisnis?" tanya Rendra melihat anak gadisnya penuh kasih sayang, (tapi kasih sayang ayah dan anak ya tidak lebih).
"Suka menghubungi kaka sih, dan semalam juga chat ke kaka katanya hari ini ngajakin ketemuan, nanti kaka dijemput katanya mau di ajak ke salah satu Restoran Mas Rama" jawab Ayu santai dan jujur
"Mas Rama? ketemuan? apa tidak apa-apa?" tanya Fatimah kaget mendengar anaknya memanggil teman ayahnya dengan sebutan Mas, Rendra tak kalah kaget dengan panggilan Mas untuk sahabat konyolnya itu
__ADS_1
"Kok kamu panggilnya mas Rama?" tanya Fatimah lagi dengan wajah penasaran
"Ayu panggil Om dia marah, katanya bukan om-om, dia kasih pilihan panggil Mas atau panggil...." ucap Ayu terpotong dia ragu untuk cerita ke ayah bundanya
"Atau panggil apa, bicara saja ayah tidak akan marah sama kaka, tapi kemungkinan akan marah sama Rama jika dia seenaknya sama kaka" Jawab Rendra menatap anaknya penuh selidik
"Itu ayah..heh apa namanya...."ucap Ayu gugup
"Katakan Ayu" ucap Ibu tidak sabar ingin tau
"Itu anu.. panggil Sa..sayang, honey, baby" jawab Ayu menunduk malu
"APA?" ucap Fatimah refleks teman ayahnya bisa berkata seperti itu beda dengan Rendra dia malah tertawa terbahak.
HAHAHA "Manusia dingin bisa juga bersikap begitu sama perempuan" ucap Rendra masih tertawa
"Mas Rendra kenapa ketawa sih, aku jadi khawatir sama Ayu" ucap Fatimah dengan ekspresi panik
"Mukanya jangan panik begitu, aku kenal Rama seperti apa jadi dia tidak akan mungkin berbuat jauh pada Ayu, kamu percaya ya sama aku, selama ini Rama itu kalo dengan perempuan angkuh, cuek, jutek, tegas, apalagi dia seorang pimpinan, nah mendengar apa yang dikatakan Ayu barusan itu berarti Ayu bisa mengubah sikap Rama seperti dulu yang selalu hangat pada siapapun kecuali wanita" jawab Rendra tenang tersenyum manis
"Aku hanya khawatir sama Ayu, apalagi dia ngajak ketemuan segala" ucap Fatimah masih cemas
"Aku jamin tidak akan terjadi apa-apa, Sayang biarkan Rama berteman dengan Ayu ya? semenjak mama nya meninggal membuat Rama bersikap dingin dan datar pada perempuan" ucap Rendra mengelus kepala istrinya penuh cinta
"Atau Ayu kalo bertemu Rama jangan sendirian ajak siapa gitu atau Dito tuh" jawab Fatimah masih tidak tenang dengan anak gadisnya
"Rama ngerti agama kok, aku yakin imannya juga masih kuat, dan satu hal kemanapun Rama pergi dengan perempuan itu tidak berduaan, dia selalu bawa keponakam anak dari abangnya, jadi tidak mungkin berdua saja, percaya lah sama aku, ngga mungkin juga aku membiarkan Ayu di lecehkan Rama, bisa habis hidupnya sama aku" ucap Rendra senyum
__ADS_1
Setelah sarapan selesai mereka bertiga segera berangkat aktifitas, kecuali Fatimah dia selalu stay di rumah, dia juga jarang keluar, kalo keluar harus dengan suaminya, pernah kejadian saat Fatimah belanja buah di salah satu supermarket dia di goda oleh pengunjung, disitu Rendra marah sama supir dan bibi yang tidak menjaga istri dan calon anaknya.