
Rendra, Fatimah dan Rivan berkeliling komplek, karena Rivan memaksa untuk muter-muter naik mobil.
"Bunda" panggil Rivan pelan
"Ada apa sayang" jawab Fatimah mengelus kepala Rivan yang ada dipangkuannya
"Lipan mau sesuatu boleh?" tanya Rivan pelan
"Mau apa?" tanya Fatimah lagi
"Lipan mau mobil kaya abang" jawab Lipan menunduk
"Jika Rivan sudah besar dan berpenghasilan sendiri serta mampu membelinya, insyaallah akan terwujud, asal Rivan harus belajar yang pintar dan menjadi orang sukses, jangan banyak ngambek" ucap Fatimah
"Lipan mau sekalang, bunda" jawab Rivan menunduk
"Sayang, bunda minta maaf ya, tidak semuanya keinginan Rivan bunda dan ayah kabulkan, semua ada batasnya, coba sekarang Rivan lihat ke sebrang sana, ada anak kecil mengamen untuk bisa makan, Rivan harus belajar menghargai apa yang sudah Rivan miliki, dari pada uangnya buat membeli hal tidak penting, lebih baik sedekahkan rezeki" tutur Fatimah pelan, walaupun Rivan mungkin tidak mengerti
"Ayah, Lipan bagi yang walna ijo" ucap Rivan
"Untuk apa?" tanya Rendra menoleh sebentar ke arah anaknya
"Lipan mau kasih uangnya ke olang itu" jawab Rivan menunjuk pengamen
Rendra mengeluarkan uang berwarna hijau, sesuai dengan yang Rivan mau.
"Bunda, Lipan boleh kasih ini kan" tanya Rivan menunjukan uang 20.000an
"Boleh sayang" jawab Fatimah membuat Rivan senang
Rivan membuka kaca mobil dan memanggil pengamen tersebut, ternyata pengamen itu tidak sendiri tetapi lima orang.
"Banyak amat, Lipan kan hanya panggil satu" ucap Rivan kesal
"Nih, ayah kasih lagi, Rivan bagikan satu lembar, satu orang" jawab Rendra memberikan lagi uangnya
Rivan membagikan uang yang dia dapat dari ayahnya.
"Uangnya dibeliin makanan ya, jangan yang lain" ucap Rivan pada pengamen
"Siap" jawab semua pengamen, lalu berterimakasih dan meninggalkan mobil Rendra
"Lipan mau bulgel" ucap Rivan, Fatimah dan Rendr hanya saling pandang
"Rivan habis makan" jawab Fatimah
"Lipan mau bulgel bunda" ucap Rivan
"Kenapa Rivan jadi tidak nurut dengan bunda? Rivan sudah tidak sayang bunda lagi?" tanya Fatimah
Rivan kembali menunduk "Di lumah kakek, Lipan minta apa saja boleh" jawab Rivan pelan
"Iya sudah kita beli ya" sahut Rendra
Fatimah membuang nafas kasar, padahal Rivan hanya beberapa hari tinggal di rumah papih Ammar, dan perubahan itu jelas sekali bagi Fatimah.
"Ayah anterin bunda pulang dulu saja, setelah itu ayah turutilah semu keinginan Rivan" ucap Fatimah
"Bunda mau kemana?" tanya Rivan menatap bundanya
"Bunda mau pulang saja kepondok, kalian tinggal di kota berdua saja, bunda tidak mau sama kalian lagi, karena kalian tidak mau pernah dengerin apa yang bunda bilang, kalian berdua puas-puas lah untuk melakukan yang kalian suka" jawab Fatimah kesal
Rendra dan Rivan tidak banyak bicara, setelah pulang Fatimah langsung masuk ke dalam kamar, tanpa mengajak Rivan maupun Rendra.
__ADS_1
Sengaja Fatimah melakukan itu, agar Rendra berubah tidak menuruti keinginan Rivan.
"Fatimah kenapa?" tanya mama Alisha
"Malah, Lipan tadi minta bulgel" jawab Rivan mengadu
"Hanya minta burger kok marah?" tanya papih Ammar tidak paham
"Bukan perkara burgernya, tapi perkara aku ingin menuruti keinginan Rivan" jawab Rendra
"Itu hal wajah, apabila seorang ayah memenuhi keinginan anakny" ucap papih Ammar
"Menurut papih itu wajar, tapi tidak menurut Fatimah, itu acara Fatimah mendidik Rivan" sahut mama Alisha menimpali
"Burger harganya tidak seberapa" ucap papih Ammar
"Sudah Rendra katakan bukan perkara burger tau hargany" jawab Rendra
"Ayo beli saja sama kakek" ucap papih Ammar pada Rivan
"Pih, jangan cari masalah" sahut mama Alisha mengingatkan
"Lebih baik tidak perlu pih, nanti yang ada Fatimah semakin badmood" jawab Rendra khawatir
"Kamu tinggal bilang saja, papih dan mama ajak Rivan sebentar keluar" ucap papih santai "Yuk kita beli sekarang juga, let's go boy" ucap papih lagi
Rendra masuk ke dalam kamar menemui Fatimah.
"Rivan ikut sama papih dan mama, katanya mau keluar sebentar" ucap Rendra memberitahukan
"Hem, sudah tau, mereka mengajak Rivan untuk membeli apa yang Rivan mau" jawab Fatimah, Rendra tersentak bahwa Fatimah tau tujuan papihnya
"Maafin papih ya, mungkin karena papih hanya ingin membahagiakan Rivan" ucap Rendra pelan
"Lain kali ayah akan lebih tegas lagi" jawab Rendra merasa bersalah
"Terserah kalian" ucap Fatimah sudah malas berdebat dengan Rendra
Rendra mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
📱Rendra
Pih dimana?
📱Papih Ammar
Baru sampai di tempat burger yang Rivan inginkan
📱Rendra
Segera pulang ya pih, jangan ajak Rivan bermain lagi
📱Papih Ammar
Ada apa? (papih penasaran)
📱Rendra
Semakin cepat Rivan pulang, itu juga semakin baik untuk Rivan
📱Papih Ammar
Fatimah tau kalau Rivan membeli burger
__ADS_1
📱Rendra
Iya, jadi lebih baik pulang sekarang
📱Papih Ammar
Papih tidak janji ya, papih melihat Rivan senang banget sekarang
📱Rendra
Pih, Rivan bermainnya sudah cukup, dari tadi main dengan aku dan Fatimah keluar rumah, jadi aku mohon papih mengerti saat ini
📱Papih Ammar
Oke, papih akan membawa Rivan pulang
Sambungan telepon terputus sepihak dari Rendra.
"Bunda mau kemana?" tanya Rendra melihat Fatimah melangkah ke arah luar
"Ke kamar Dito" jawab Fatimah datar
"Bun, kita baru saja baikan, masa iya berantem lagi, apa tidak lelah, tolong lah, ini hanya masalah sepele dan bisa di selesaikan secara tenang" ucap Rendra pelan
"Bunda hanya ingin ke kamar Dito saja" jawab Fatimah
"Untuk apa? bukannya Dito sedang tidur" ucap Rendra memegang tangan Fatimah
Fatimah hanya terdiam, dia akhirnya tetap di dalam kamar hanya bermain ponsel.
"Bunda" ucap Rivan masuk ke dalam
"Sudah selesai?" tanya Rendra
"Nih, Lipan sudah beli burgernya" jawab Rivan senang
Rendra hanya melirik Fatimah, pandangan Fatimah fokus ke ponsel
"Bunda, diam saja" ucap Rivan duduk di samping Fatimah
"Rivan makannya di meja makan ya, ini kamar tempat untuk bobo, bukan untuk makan" jawab Fatimah menatap Rivan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
👍🏼 Like
📝 Komen
🎁 Hadiah
🎟️ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️
Kesetiaan Cinta Yusuf 👍🏼📝🎁🎟️
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.