BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Keributan


__ADS_3

Fatimah menemani Rivan seharian bermain, entah kenapa dia enggan meninggalkan anaknya bermain sendirian, padahal biasanya Rivan selalu bermain sendiri, berlari sana sini dari ruang tv hingga ke kamar.


Saat ini Fatimah benar-benar memantau kegiatan sang putra yang sangat aktif bermain, banyak hal juga yang di tanyakan pada Rivan mengenai mainan yang dia miliki, dengan senang hati Fatima selalu memberikan jawaban yang bisa di mengerti oleh anaknya.


"Bocil, ngapain kamu" tanya Anna duduk di salah satu sofa berhadapan dengan Fatimah


"Apa sih, aku Lipan bukan bocil" jawab Rivan kesal mainannya di gangguin


"Siapapun nama mu, tetap saja kamu masih bocil" ucap Anna, Fatimah masih memantau Anna dari posisi duduknya


"Bocil... bocil... bocil telus, dibilang nama aku Lipan, L.I.P.AN" jawab Rivan semakin kesal


"Bodo ah, lagi ngapain sih kamu" tanya Anna


"Lipan lagi kain lego, gara-gara aunty duduk di situ lego Lipan terjatuh telsenggol" jawab Rivan marah tapi menggemaskan bagi Fatimah


"Ya elah, tidak sengaja, ribet banget cuma mainan doang" ucap Anna melempar lego Rivan


Tiba-tiba saja Rivan melemparkan lego yang sudah dia buat menjadi mobil ke wajah Anna, Anna teriak karena sakit terkena lego yang Rivan lempar.


Refleks saja Anna ingin memukul Rivan, tapi saat itu Fatimah langsung mengangkat Rivan dan mendudukinya di sofa.


"Jangan pernah menyentuh anak saya" ucap Fatimah tegas


"Anak lu duluan yang mulai, kalau dia tidak melempar lego ke wajah gua, sudah pasti tidak akan terjadi begini" jawab Anna marah


"Rivan tidak bersalah, kamu yang salah lebih dulu, dia dari tadi hanya mainan disini, tiba-tiba kamu datang merusak susunan lego yang dia buat, tanpa meminta maaf padanya" ucap Fatimah


"Assalamualaikum" ucap papih dan mama Alisha terburu-buru masuk ke dalam rumah, mendengar suara keributan, Rivan di gendong oleh bibi dan telinganya ditutup sama bibi pakai tangannya


"Ada apa ini, suara kalian terdengar sampai keluar" ucap papih Ammar terkejut mendengar suara Fatimah yang marah


"Fatimah, ada apa, mama tidak pernah melihat kamu semarah ini" tanya mama Alisha menenangkan Fatimah


"Aku tidak akan marah mam, jika Anna bisa menjaga sikap" ucap Fatimah mencoba tenang


"Bunda" panggil Rivan mengulurkan tangannya minta di gendong, Fatimah mengambil Rivan dari gendongan bibi


"Aku dari tadi menjaga sikap, kamu saja yang aneh" sahut Anna tidak mau di salahkan


"Kamu bilang sudah menjaga sikap, sikap yang mana?" tanya Fatimah


"Mama juga dengar Anna, bahasanya tadi tidak pantas, apalagi di depan Rivan" ucap mama Alisha

__ADS_1


"Itu, Anna hanya refleks dan kesal saja" jawab Anna masih membela diri


"Fatimah, jelaskan semuanya dari awal kenapa bisa sampai kalian ribut" tanya papih Ammar


"Sebelumnya Fatimah minta maaf sama papih dan mama, Fatimah tidak ada maksud menyakit perasaan siapapun dari keluarga kalian, tetapi Fatimah juga tidak akan tinggal diam jika anak Fatimah ingin di sakiti olehnya" tutur Fatimah masih emosi


"Anna, kamu ingin menyakiti Rivan?" tanya papih Ammar terkejut


"Bohong, aku tidak ada niat menyakiti Rivan, seperti apa yang dia ucapkan" jawab Anna menunjuk Fatimah


"Aunty yang bohong, tadi aunty acak-acak mainan Lipan tidak minta maaf, telus aunty juga panggil nama Lipan, bocil... bocil telus, telus juga aunty melempal mainan Lipan sampai kolong meja tv, Lipan timpuk balik, aunty mau pukul Lipan, untung ada bunda langsung gendong Lipan" tutur Rivan semangat dan ngos-ngosan seperti orang habis berlari


"Eh, bocil jangan suka fitnah ya" teriak Anna membuat Rivan memeluk erat bundanya


"Jangan bentak-bentak anak saya" ucap Fatimah kesal


"Anna, kamu sungguh keterlaluan, bereskan pakaian mu dari rumah ini, Pa'de tidak bisa membiarkan kamu tinggal satu rumah bersama Rivan" sahut papih Ammar


"Ibu dan anak sama-sama pembohong, mereka sudah memfitnah aku, aku tidak mungkin menyakiti Rivan, Pa'de" jawab Anna tidak mau kalah


"Permisi pak" ucap Diman supir Fatimah


"Ada apa, Diman?" tanya papih Ammar


"Ini rekaman cctv yang ada dirumah ini, kejadian hari ini semua terekam jika tuan besar tidak mempercayai ibu Fatimah" jawab Diman was-was takut di marahi


"Pak Rendra yang meminta saya berbicara begitu, pak Rendra sudah melihat kejadian hari ini yang menimpa anak istrinya, makanya saya disuruh untuk memberikan rekaman ini pada tuan besar" jawab Diman menjelaskan


Papih Ammar dan mama Alisha melihat video rekaman cctv, dan benar saja semua gara-gara Anna yang sudah menggangu Rivan lebih dulu, sehingga buat bocah kecil itu emosi sampai melempar mainannya.


"Ayo, Anna, kehidupan disini sangat tidak cocok dengan mu" ucap papih Ammar


"Bibi, tolong bereskan pakain Anna yang ada di kamar, bawa turun semuanya" sahut mama Alisha setuju jika Anna keluar dari rumah Rendra


"Dito belum pulang?" tanya papih Ammar pada Fatimah


"Hari ini niatnya Dito mau kost, karena tidak mungkin tinggal disini, sebab ada Anna" jawab Fatimah


"Hubungi Dito supaya dia pulang hari ini menemani kalian" ucap papih Ammar, Fatimah hanya menganggukan kepala


"Emang dia siapa sih?" tanya Rivan menunjuk ke arah Anna dan masih penasaran


"Kenapa Rivan tanya begitu?" ucap mama Alisha

__ADS_1


"Habisnya dali pagi buat olang malah-malah, tadi pagi belantem sama ayah, sekalang sama bunda" jawab Lipan bingung melihat Anna


"Itu tantenya Rivan" ucap mama Alisha sekedar memberitahu


"Oh, tapi kok jahat sama Lipan, ayah dan bunda" tanya Rivan


"Cucu kakek memang pandai sekali kalau berbicara, Rivan baik-baik dirumah ya, Sampai ayah dan abang Dito datang, kakek dan nenek pulang dulu" ucap papih Ammar


"Iya kakekz hati-hati" jawab Rivan mencium kakek dan neneknya


"Pa'de, aku masih mau disini" rengek Anna tidak mau pergi


"Untuk apa kamu disini?" tanya papih Ammar


"Aku kan sudah bilang mau liburan" jawab Anna


"Liburan kan, berarti untuk tempat tinggal dimanapun boleh-boleh saja yang penting liburannya" ucap papih Ammar


"Sudah ayo pulang keburu sore" sahut mama Alisha


"Anna janji tidak akan jahat pada Rivan lagi" jawab Anna memelas


"Sekali tidak tetap tidak" ucap papih


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2