
Waktu terus berjalan, kandungan Fatimah memasuki sembilan bulan, tinggal menunggu kelahiran sang buah hati yang ditunggu-tunggu.
Rendra adalah orang yang sangat sudah tidak sabar menunggu kehadiran anaknya. Ya anak pertamanya yang dia punya dari darah daging dia.
Dengan begitu Rendra juga tetap menomor satukan Ayu, sebagai anak pertama di rumah Rendra. Dito pun sama masih diperlakukan selayaknya anak kandung oleh Rendra tidak membeda-bedakan.
Menunggu kelahiran Rendra lebih posesif pada Fatimah. Banyak hal yang di larang oleh Rendra dengan alasan demi kandungan Fatimah.
Fatimah masih bersikap tenang, walau terkadang perutnya suka mengalami kram dan lain-lain. Beruntungnya Rendra selalu peka belakangan ini pada sikap istrinya yang suka berubah.
Sekarang Rendra lebih fokus ke usaha yang Ayu jalankan, toko kue dan cafe kecil-kecilannya, semenjak kecelakaan Rendra belum sama sekali bertugas sebagai seorang dokter.
Sudah berapa kali Fatimah selalu bilang agar suaminya pergi berangkat kerja, tapi Rendra belum mau menjalankan aktifitasnya, jika dia aktif bertugas maka waktu untuk istrinya akan berkurang.
Untuk hubungan Ayu dan Rama, mereka sudah melakukan lamaran, tinggal menunggu hari H pernikahannya.
Rendra mengantarkan Ayu dan Dito, Ayu melihat tempat kuliah yang dia inginkan, sedangkan Dito mendaftarkan sekolah kejurusan. Rendra dengan perhatian membimbing Dito saat sebelum memulai tes kemampuan.
Dito juga tidak lupa menghubungi Fatimah lagi untuk mendoakannya. Setelah selesai semua Dito, Ayu dan Rendra kembali ke rumah, dapat kabar dari bibi Fatimah merasakan pegal pada bagian pinggangnya.
Dengan kecepatan tinggi tapi masih dalam keadaan hati-hati, Rendra dan kedua anaknya saling berdoa, agar bundanya di rumah baik-baik saja.
Sampai di rumah Rendra bergegas lebih dulu ke dalam rumah, dia sangat cemas dengan Fatimah.
"Assalamu'alaikum, sayang" ucap Rendra langsung duduk di sisi Fatimah
__ADS_1
"wa'alaikumsalam" ucap Fatimah tersenyum
"Kita ke rumah sakit sekarang aja ya, takut ada apa-apa, kalau sudah disana kan tenang, bisa dapat penanganan segera mungkin" sahut Rendra mengelus perut Fatimah penuh kasih sayang
"Tapi kan kata dokter minggu depan sesuai perhitungan," jawab Fatimah pelan
"Dokter itu bukan tuhan yang semua ucapannya benar, dia hanya prediksi, dan kita tidak pernah tau kehendak tuhan itu seperti apa" ucap Rendra lembut
"Ya sudah, aku mau kerumah sakit" jawab Fatimah pelan menahan sesuatu.
Rendra membereskan beberapa pakaian Fatimah dan pakaian baby, dia memasukan ke dalam tas sedang dan meminta tolong Dito serta Ayu memasukan ke dalam mobil
Dengan perlahan Rendra menggendong Fatimah, padahal Fatimah sudah menolah tapi Rendra pura-pura tidak mrndengarnya, dia tetap membawa Fatimah kedalam mobil.
Ayu dan Dito diminta untuk menjaga rumah, tidak di izinkan oleh Rendra untuk ikut, Rendra paham kedua anaknya pasti lelah dari pagi hingga siang sibuk untuk masa depannya.
"Sakit banget ya?" tanya Rendra pelan menatap istrinya, Fatimah hanya tersenyum sebagai jawaban dan juga mengelus wajah suaminya itu.
"Anak ayah, baik-baik di dalam perut bunda sayang, kasihan bundanya merasakan sakit, permudah bunda ya untuk melahirkan kamu di dalam peut ini, ucap Rendra berbicara di dekat perut Fatimah
Fatimah mengelus kepala suaminya yang sedang mendekat ke perut Fatimah.
"Ayah, boleh bunda minta sesuatu?" tanya Fatimah pelan
"Bunda mau apa sayang, nanti ayah carikan" jawab Rendra semangat
__ADS_1
"Ayah berjanji ya sama bunda, apabila ayah disuruh memilih antara bunda dan anak kita, ayah pilih anak kita" ucap Fatimah pelan meneteskan air mata menahan sakit bagian pinggangnya
"TIDAK MAU, bunda dengar ya, jika ayah harus memilih, maka ayah akan memilih bunda, kenapa karena bunda adalah teman seumur hidupnya ayah, bukan anak, lihat lah Ayu semakin dewasa dan akan menikah, dia juga akan meninggalkan ayah, bunda Dito dan yang lainnya untuk hidup berdua dengan suaminya, menyusun masa depan dengan suaminya, jadi apapun yang terjadi ayah akan mempertahankan bunda, bukan berarti ayah tidak sayang dengan anak kita, Ayah mohon jangan bahas ini lagi, sebentar lagi kita juga sampai di rumah sakit, bunda tahan ua" tutur Rendra dengan hati yang dipenuhi rasa takut dan cemas
Ya Allah berikan kekuatan untuk Fatimah dan anak calon anak hamba yang akan segera lahir, sehatkan ibu dan anaknya kelak, tolong bantu hamba ya Allah. Gumam Rendra dalam hati. menatap Fatimah dengan rasa kasihan menahan sakit.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.