BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Ayu Dan Dito Memanggil Bunda


__ADS_3

"Sebut dirimu dengan bunda ya, jadi aku akan menyebut diriku ayah, misalnya bunda ayah mau ke masjid minta tolong aja sama santri" jawab Rendra melihat wajah Fatimah yang sedang mendorong


"Bunda? lalu bagaimana dengan Dito dan Ayu, dia pasti akan merasa dibedakan" ucap Fatimah sambil mendorong kursi roda


"Mereka senyamannya aja mau panggil apa untuk kamu, syukur-syukur bisa panggil bunda juga" jawab Rendra tersenyum


"Itu santri" ucap Rendra lagi menunjuk salah satu Santri


"Ibra" panggil Fatimah sedikit teriak


"Inggih bu, wonten napa?" ucap Ibra salah satu santri dengan ramah


"Mangga kula aturaken dateng masdjid" jawab Fatimah pelan


"Baik bu, Ibra juga mau ke masjid sekalian" ucap Ibra mengambil alih kursi roda Rendra


"Makasih ya Ibra, nanti kalo pulangnya minta tolong pada Dito aja, jika kamu masih harus hafalan dan lain-lain" jawab Fatimah lembut


"Nggih bu, saya permisi keburu adzan" ucap Ibra meninggalkan Fatimah dan membawa Rendra ke masjid


Fatimah kembali ke dapur untuk melihat Ayu, ternyata Ayu sudah selesai membuat Ronde Jahe, dia tinggal membereskan peralatan yang digunakan tadi.


"Alhamdulillah sudah selesai" ucap Fatimah tersenyum pada Ayu


"Iya bu, tapi nanti air jahenya di panaskan lagi aja, ini sudah agak anget" jawab Ayu santai


"Oh iya tadi ayah Rendra bilang, kira-kira kamu dan Dito bersedia tidak apabila memanggil ibu diganti dengan bunda" ucap Fatimah hati-hati


"Sambil berjalan aja bu, soalnya suka kebelibet, udah terbiasa ibu menjadi bunda" jawab Ayu sedikit sulit


"Iya ibu paham, ibu juga ngga memaksa kalian kok" ucap Fatimah lembut


"Beres bun, sekarang kita siap-siap untuk menyambut datangnya maghrib" jawab Ayu santai membuat hati Fatimah senang karena dipanggil bunda


"Ayo, kita sambut maghrib nanti dan kita sama-sama shalat berjamaah, ajak NeUmi juga ya" ucap Fatimah


Ba'da Maghrib berkumandang, para wanita bersiap untuk berjamaah dirumah, sedangkan para lelaki sudah siap juga didalam masjid bersama warga dan santri lainnya.


Selesai menunaikan ibadah maghrib Dito, Rendra dan ayah Bahri kembali ke rumah utama, ibu Yayi dan Ayu sudah menyiapkan makan malam.


Rendra masuk terlebih dahulu ke dalam kamar, untuk mengganti bajunya menjadi kaos biasa. Selama perjalanan dari masjid kerumah Rendra mengungkapkan keinginannya pada Dito, agar Dito mengganti panggilan untuk Fatimah menjadi bunda bukan ibu lagi.


Dito senang-senang aja disuruh memanggil ibu bunda, selama ini ternyata Dito menginginkan mengganti panggilan menjadi bunda, tapi takut untuk mengungkapan.

__ADS_1


Kamar


"Tadi di jalan cerita dengan Dito, lalu bilang ke Dito deh untuk memanggil Ibu jadi Bunda, dan dia sangat senang setuju-setuju aja dengan panggilan itu" ucap Rendra menatap istrinya yang lagi merapihkan alat shalat


"Alhamdulillah kalo Dito setuju, tadi juga bunda sudah bilang ke Ayu, dan dia akan belajar katanya, sudah terbiasa ibu jadi takut belibet" jawab Fatimah, Rendra mengdengar Fatimah menyebutkan dirinya bunda ada perasaan bahagia dalam hati nya.


"Ayah senang deh, mendengar bunda menyebutkan diri sebagai bunda" uap Rendra tersenyum bahagia sangat terlihat dari mimik wajahnya


"Kita makan malam, pasti yang lain sudah pada kumpul" jawab Fatimah mengalihkan ucapan Rendra, dia sendiri malu menyebut dirinya bunda selama ini kalo dengan suaminya yang lalu selalu sebutan Mas, panggil ayah hanya ke anak-anak saja.


Fatimah mengajak Rendra ke ruang makan sederhana yang ada di rumah Kyai Bahri.


Saat makan tidak ada yang berbicara, mereka semua fokus pada makanan yang ada dipiring masing-masing. setelah makan Ayu mengeluarkan Ronde Jahe buatannya. sebelum makan tadi Ayu sudah memperingatkan yang lain agar makan sedikit saja, karena dia membuat ronde jahe untuk semuanya.


"Ini dia pesanan ayah" ucap Ayu menyajikan beberapa warna ronde jahe yang dibuatnya


"Ronde Jahe? kaka bikin sendiri?" tanya Rendra melihat Ayu


"Iya ayah, tangan Ayu ini rasanya gatal sekali ngga buat apa-apa, makanya tadi pas lihat bunda mau nyari orang untuk beli ronde jahe aku panggil, biar aku yang buat tapi dibantu bunda juga" jawab Ayu sedikit berbohong


"Ayah jadi merepotkan kamu dong" ucap Rendra


"Ngga ada yang repot ayah, mendingan repotin aku dari pada repotin orang lain" jawab Atu santai


"Hanya bantuin ngaduk air jahe doang" jawab Fatimah pelan


"Ekkhhmmm" deheman Kyai Bahri


"Sepertinya ada yang kita ngga tau bu" ucap Kyai Bahri pada istrinya


"Iya, ada yang beda gitu, tapi apa ya, yah" jawab ibu Yayi


"Apaan yang beda NeUmi?" tanya Dito bingung


"Dari tadi NeUmi denger kalian memanggil Ibu kalian dengan sebutan bunda, apa ganti panggilan?" tanya NeUmi pada Dito


"Oh itu, iya sekarang kita akan memanggil Ibu dengan sebutan bunda, ngga apa kan NeUmi" jawab Dito bertanya lagi pada nenenya


"Jika kalian bahagia, ngga apa-apa kok, itu juga sebutan yang baik" ucap Ibu Yayi tersenyum melihat Dito seperti sangat antusias dengan sebutan baru untuk sang bunda


"KeAbi juga senang-senang aja, dengan sebutan apapun selagi itu sifatnya masih menghormati orangtua" sahut Kyai Bahri sambil memakan ronde jahe yang sudah di siapkan Ayu


"Wah ini Ronde Jahenya enak sekali, kacang dan gulanya halus ternyata, kalo diabang-abang, kacang dan gulanya dibuat kasar begitu aja" ucap Rendra semangat makan ronde jahe

__ADS_1


"Ayu juga ngga hanya buat ronde jahe tau" jawab Ayu tertawa pelan


"Buat apalagi?" tanya Fatimah yang penasaran


"Ayu buat klepon dengan warna warni juga, tapi dimakannya besok aja ya, sekarang kan udah makan ronde jahe" jawab Ayu santai


"Cucu KeAbi memang paling hebat, bisa buat apa aja" ucap Kyai Bahri bangga pada Ayu


"Alhamdulillah, ini juga karena NeUmi yang sering sekali mengajak Ayu setiap mau buat makanan di rumah tetangg" jawab Ayu tersenyum


"Oh iya Rendra, besok terapi lagi ya seperti tadi, jam nya masih sama habis ba'da ashar aja" ucap Kyai Bahri sudah selesai makannya


"Iya ayah, apa metodenya masih sama seperti tadi" tanya Rendra pelan


"Ustad Rya bilang ada perubahan metode pengobatan, dia juga membawa temannya besok, semoga ada hal baik untuk kamu dan kita semua" jawah Kyai Bahri tenang


"Jangan sampe buat mas Rendra kecapean ayah" ucap Fatimah pada ayah Bahri


"Insyaa Allah, semua akan aman, jika Rendra merasa pegal pakai saja air hangat biar enak" jawab Kyai Bahri


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2