BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Fatimah Menegur Ayu


__ADS_3

Itu beneran Ayu dan Rama, jangan-jangan mereka sering makan berdua begini. Gumam Fatimah dalam hati


Fatimah hendak mau turun dari mobil, tapi ditahan Rendra.


"Mau kemana?" tanya Rendra pelan


"Mau nyamperin Ayu, kan tujuan kita jemput dia" jawab Fatimah


"Iya paham, tp sabar dulu, bunda kok seperti tidak percaya dengan apa yang Ayu lakukan" ucap Rendra tenang


"Bukan ngga percaya, tapi ngga boleh berduaan seperti itu" sahut Fatimah sedikit menaikan nada bicaranya


"Sabar, atur emosi bunda ya" jawab Rendra menenangkan Fatimah


"Bunda harus bicara dengan Ayu" ucap Fatimah menatap Rendra, Dito hanya menjadi pendengar saja antara bunda dan ayahnya


"Kita akan bicara dengan Ayu, tapi bukan di tempat umum seperti ini ya" jawab Rendra


"Baiklah" sahut Fatimah pasrah


"Biar Ayah yang turun menemui mereka berdua, bunda tunggu disini jangan keluar, Dito temani bunda ya" ucap Rendra keluar mobil menghampiri Anak gadisnya


Rendra memasuki warung baso tersebut dengan santai.


"Ciee berduaan, lagi ngedate ya" ucap Rendra tersenyum


Ayu dan Rama menoleh ke sumber suara.


"Ayah Rendra" lirih Ayu


"Jangan tegang sayang" ucap Rendra merangkul Ayu


"A...ayah disini juga" sahut Ayu gugup


"Eheh, kan mau jemput kamu, mobil kan tadi pagi ayah bawa" jawab Rendra


"Oh iya Ayu lupa, maaf ya ayah" sahut Ayu


"Lupa lah orang lagi ngedate begini" jawab Rendra menggoda Ayu dan Rama


"Kita hanya ngobrol biasa ayah" ucap Ayu melihat Rendra


"Iya ayah percaya sama Ayu, cuma ayah ngga percaya dengan cunguk satu ini" jawab Rendra menunjuk Rama


"Lah lu pikir gua mau culik Ayu gitu" sahut Rama ngga terima


"Bukan begitu, lagian ya gua perhatiin dari pas gua sakit, lu sering chat anak gua, ada apa?" tanya Rendra basa basi


"Kita lagi bahas bisnis kedepannya, Ayu bilang di ingin buka sesuatu, dan lagi ngumpulin dana" jawab Rama jujur


"Ayu kenapa ngga cerita sama ayah jika ingin buka sesuatu, kan ayah bisa bantu" ucap Rendra

__ADS_1


"Kata ayah jika Ayu punya ide, harus diskusi dulu dengan Ka Rama, makanya Ayu diskusi lah dengan ka Rama" sahut Ayu jujur


"Memang benar ayah bilang begitu, tapi kenapa ngga izin sama ayah atau bunda bila ingin ketemuan" tanya Rendra lagi santai


"Eh anak lu kaya tawanan tau ngga, di tanya-tanya begitu" timpal Rama kesal


"Anak-anak gua, ya suka-suka gua lah" sahut Rendra ketus


"Maafin Ayu ya ayah, Ayu ngga bermaksud untuk diam-diam dan berduaan begini" jawab Ayu menyesal


"Kita langsung pulang yuk, ayah kan masih harus ketemu dengan ustad Ryan" ucap Rendra mengajak Ayu pergi


"Ram, gua duluan ya, oh iya jika kalian masih mau diskusi datang lah ke pondok, karena gua masih tinggal di pondok" sahut Rendra lagi dengan santai


"Siap bro, thanks ya, sorry gua jadi ngajak anak lu tanpa sepengetahuan lu, selamat juga sudah kembali sehat" ucap Rama memeluk sahabanya itu, Rendra hanya tersenyum menepuk bahu Rama


Rendra berjalan beriringan dengan Ayu ke arah mobil yang berada di ujung jalan.


"Bunda tadi cukup kaget melihat kamu berduaan dengan Rama" ucap Rendra pelan saat berjalan


"Lalu bunda bilang apa lagi dengan ayah" jawab Ayu pelan


"Ayah ingin tau sejujurnya dari kamu, ada hubungan apa dengan Rama?" tanya Rendra to the point berjalan pelan sengaja agar lama sampai ke mobil


"Sumpah ayah, Ayu ngga ada hubungan apa-apa dengan kak Rama, ini murni karena ngebahas ke inginan Ayu" jawab Ayu sudah berkaca-kaca, orangtuanya salah paham


"Ayah percaya dengan Ayu, sudah jangan sedih begitu nanti jelaskan saja dengan bunda baik-baik, jika bunda bertanya ya" sahut Rendra merangkul Ayu sampai ke mobil


"Wa'alaikumsalam" jawab Fatimah, Dito dan Diman


Ayu mencium tangan bundanya yang terlihat aneh hari ini.


"Diman kita pulang ke pondok ya" ucap Rendra santai


"Ayu sedang apa tadi?" tanya Fatimah tanpa menoleh ke Ayu


"Lagi makan baso bun, dengan kak Rama" jawab Ayu jujur


"Bahasnya dirumah aja ya, jangan disini" timpal Rendra, menurutnya kalo emosi di dalam mobil sangat tidak bagus, dia sudah merasakan itu.


Dimobil hanya Dito yang banyak bicara, menanyai tentang sekolah, Fatimah dan Rendra pun dengan senang hati menjawab pertanyaan yang diberikan Dito.


Sedangkan Ayu hanya terdiam, dan mendengarkan interaksi Dito dan dan yang lain.


Sampai di pondok, Fatimah langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sedangkan Rendra bertemu dengan ustad Ryan di masjid dekat pondok dan sedikit berbincang mengenai kaki Rendra yang tiba-tiba di gerakan setelah mimpiin mamih dan adiknya.


Ustad Ryan hanya tersenyum bahagia melihat Rendra bisa berjalan, Ustad Ryan juga menyarankan agar kaki Rendra jangan digunakan untuk berlari atau berdiri terlalu lama, itu akan membuat saraf ototnya tegang mendadak.


Setelah diskusi, Rendra pulang kerumah utama, untuk menemui istri dan kedua anaknya.


"Sayang mau kemana? ayah baru datang" ucap Rendra melihat istrinya mau keluar kamar

__ADS_1


"Mau temui Ayu sebentar" jawab Fatimah berjalan ke arah kamar Ayu


"Marah kah dia pada anaknya" gumam Rendra dan mengikuti langkah Fatimah


Didalam kamar Ayu


"Bunda tumben ke kamar Ayu?" tanya Ayu pelan


"Emangnya bunda udah ngga boleh masuk sini?" tanya balik Fatimah


"Bukan begitu bunda, tumben aja" jawab Ayu gugup


"Ada hubungan apa Ayu dan Rama?" tanya Fatimah pelan tapi tegas


"Ngga ada hubungan apa-apa bun, sumpah" jawab Ayu kaget bundanya bertanya begiu


"Kenapa hoby sekali berduaan dengannya, bunda denger dari beberapa teman ayah, dia sering melihat kamu di cafe berdua dengan Rama, lalu tadi bunda melihat kamu juga dengan Rama" ucap Fatimah menatap Ayu


"Itu hanya kebetulan bun, dan kak Rama yang selalu mengajak Ayu, jadi setiap ketemuan Ayu juga selalu membahas toko kue tidak bicara hal lain" jawab Ayu tegang


"Kamu sudah lupa dengan permintaan ayah Sidiq?" tanya Fatimah pelan


"Ayu ngga lupa bun, Ayu akan menjaga diri Ayu baik-baik, agar ayah sidik mendapatkan Mahkota ke inginannya" jawab Ayu sudah mulai menangis


"Dengan kamu berduan dengan laki-laki hanya berdua Ayu, akan mempersulit Ayah Sidiq mendapatkan keinginannya, harusnya kamu sudah paham itu, jika anak adam selalu berdua tanpa ikatan halal maka ketiganya setan yang akan mendekati" bentak Fatimah pada Ayu yang sudah menangis


"Maafin Ayu bunda" jawab Ayu pelan


Ceklek .... suara pintu terbuka


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2