BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Hadiah Untuk Dito


__ADS_3

Dito yang paham dengan kode dari bundanya, dia pun mencoba rileks duduk di samping Rendra.


"Kuliah kamu bagaimana, nak?" tanya Fatimah


"Alhamdulillah lancar, bunda doakan saja terus untuk Dito, agar selalu diberikan kelancaran" jawab Dito


"Bunda akan selalu mendoakan anak-anak bunda" ucap Fatimah penuh kasih sayang


"Semoga bunda tidak melupakan Dito" jawab Dito membuat Fatimah dan Rendra terkejut


"Maksudnya apa?" tanya Fatimah tidak paham


"Tidak ada apa-apa bunda, hanya bercanda" jawab Dito tersenyum


"Abang Dito, main yuk" ajak Rivan menoel tangan Dito


"Baru sampai, masa udah di ajak main, nanti saja ya" jawab Dito terasa lelah


"Please abang" sahut Rivan memohon lucu


"Mau main apa?" tanya Dito


"Hemm, mobil" jawab Rivan


"Mobil? abang tidak mengerti" ucap Dito


"Aku mau mutel-mutel naik mobil" sahut Rivan


"Ayah sama bunda baru saja datang, masa Rivan mau tinggalin kita" ucap Fatimah


"Sebental doang bun" jawab Rivan


"Assalamualaikum" ucap mama Alisha dan papih Ammar


"Wa'alaikumsalam" jawab yang lainnya


"Kakek, nenenk" teriak Rivan senang berlari ke arah papih Ammar


Fatimah dan Rendra mencium tangan orangtuanya.


"Dito disini juga" ucap mama Alisha mencium Dito


"Iya nek, kangen sama bunda" jawab Dito ramah


"Dito, kakek punya hadiah untuk kamu dan Ayu, tapi kakek bingung, apa meminta Ayu kemari atau kita antar kerumahnya" ucap papih Ammar


"Hadiah apa?" tanya Dito


"Ayo kita lihat hadiahnya, semoga bisa kamu pergunakan dengan baik" jawab mama Alisha menggandeng Dito


"Lipan dapat hadiah tidak?" tanya Rivan berharap

__ADS_1


"Loh, kemarin sudah kuda sepasang, masa minga hadiah lagi" jawab papi Ammar


"Kilain Lipan dapat juga" sahut Rivan cemberut


"Sejak kapan anak bunda jadi meminta hadiah, mana ya rasa syukurnya" tegur Fatimah mengingatkan kembali pada Rivan


Rivan menutup mulutnya, dia takut salah berucap lagi pada bundany, Rendra juga penasaran dengan hadiah yang papihnya berikan untuk Dito dan Ayu.


Mereka semua sudah berkumpul di halaman depan rumah Rendra dan ada kotak sangat besar, Rivan yang melihat kotak tersebut senang dan penasaran ingin mendekatinya.


Fatimah mengambil Rivan dari gendongan papih Ammar, beruntungnya Rivan langsung mau.


"Ini hadiah untuk mu" ucap papih Ammar tersenyum


"Buka cepatan pih" sahut mama Alisha ikut tidak sabar


"1" "2" "3" teriak papih Ammar


Team papih Ammar menarik pita yang ada di atas kotak kado besar itu, dan terlihatlah sebuah kendaraan roda empat yang sangat menakjubkan untuk Fatimah, Rendra, dan Dito.


"Sini Dito" panggil papih Ammar, Dito mendekati kakeknya yang masih terkejut atas pemberian hadiah itu


Papih Ammar memeluk Dito dengan kasih sayang yang tulus, dari seorang kakek untuk cucunya, Dito pun membalas pelukan papih Ammar.


Papih Ammar membelikan mobil Range Rover keluaran terbaru untuk Dito dengan harga kisaran miliaran rupiah, Dito hanya diam saja karena terkejut dengan hadiah yang dia dapat saat ini


"Pih, ini seperti berlebihan" ucap Fatimah pelan


"Maksudnya?" tanya Fatimah


"Kita bicara di dalam saja, tidak enak disini" jawab mama Alisha mengajak semuanya ke dalam dan duduk santai diruang tamu


"Papih sudah membalik nama perusahaan papih untuk Dito dan Rivan, dengan nominal yang sama, karena Rivan masih sangat kecil jadi Dito lah yang akan memperjuangkan perusahaan tersebut, karena itu perusahaan dia juga sekarang ini" tutur papih Ammar


"Kenapa harus Dito?" tanya Fatimah


"Papih mu sudah punya omongan dikala pertama kali kalian menikah, dia akan memberikan semua warisan kepada Dito dan anak pertama Rendra" jawab mama Alisha menambahkan


"Bagaimana kalau aku punya anak lagi?" tanya Rendra


"Jika nanti kamu punya anak lagi, maka semua warisan mama akan jatuh ke Ayu dan anak kedua mu" jawab papih Ammat


"Kakek, perusahaan itu sangat besar, seperti Dito belum mampu menanggungnya sendiri" ucap Dito pelan


"Kenapa kakek berani memberikan perusahaan padamu, kakek yakin dengan kemampuan, dan kejujuran mu, jadi buatlah perusahaan itu lebih maju di tangan anak muda seperti mu" jawab papih Ammar


"Bun" panggil Dito pada bundanya


"Bunda tidak bisa berbuat apa-apa, bunda hanya berpesan, tetaplah menjadi Dito yang dulu, setelah kamu memiliki segalanya" ucap Fatimah


"Jangan Lupa juga, selalu bersyukur, dan perbaiki shalatmu, agar imanmu tidak akan pernah goyah olah hal apapun yang membawa mu ke api neraka" sahut Fatimah lagi

__ADS_1


"Terima kasih, kakek, nenek, insyaallah Dito akan bekerja semaksimal mungkin untuk perusahaan kalian, Dito meminta doa tulus dari kalian juga, supaya Dito tetap kuat dan teguh memegang komitmen yang ada" tutur Dito yakin setelah mendapat jawaban dari Fatimah


"Ayah Rendra, Dito juga minta restu pada ayah Rendra untuk menjalankan perusahaan kakek Ammar, dalam hal ini sebenarnua yang berhak mendapatkan ini semua adalah ayah Rendra" ucap Dito lagi duduk disamping Rendra


Rendra memeluk anaknya, "Jagalah perusahaan itu dengan baik, ayah juga percaya dengan kemampuan dan kualitas mu dalam bekerja" jawab Rendra tersenyum


"Asikk, Lipan jadi jalan-jalan sama abang, naik mobil balu" teriak Rivan senang


"Siapa yang mau ajak Rivan, abang tidak mau, abang lelah mau bobo" jawab Dito


"Lipan mau coba naik mobil abang, sebental saja" ucap Rivan memohon pada Dito


"Abang mengantuk, takut terjadi sesuatu, lebih baik Abang bobo sebentar saja" jawab Dito yang benar-benar mengantuk


"Sama ayah dan bunda saja yuk, pakai mobil ayah" ucap Rendra menenangkan anaknya


"Mau mobil abang" jawab Rivan pelan


"Mobil ayah juga ada yang bagus loh" ucap papi Ammar


"Mana, Lipan lihat dulu, kalau bagus Lipan mau, kalau jelek Lipan tidak mau" jawab Rivan


"Sayang, mobil bagus ataupun kurang bagus, tetap harus kita syukuri, karena ayah masih mampu untuk membelinya, Rivan tidak boleh membedakan mana mobil bagus dan yang lain" ucap Fatimah


Rivan hanya terdiam saja, memainkan kancing pakaian bundanya, karena saat ini dia sedang duduk di pangkuan Fatimah.


"Denger tuh kata bunda, harus patuh" sahut mama Alisha menambahkan


"Iya, Lipan denger, Lipan masih punya telinga nih" jawab Rivan memegang kedua telinganya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2