
Selama pembicaraan antara ibu dan anak, dibelakang mereka ada yang mendengarkan dengan perasaan yang campur aduk serta bingung harus berbuat apa.
"Ayah sedang apa disini?" panggil Dito melihat ayahnya hanya melihat ibu dan kakanya
"Haus" lirih Rendra bohong
"Oh ayah haus, ayo ayah tunggu di kamar aja, minumnya nanti Dito bawain ke dalam kamar ayah" ucap Dito mendorong kursi roda Rendra
Dito mengambilkan air mineral untuk ayah ya dan dia letakan di meja dekat tempat tidur agar ayahnya mudah mengambil.
"Ayah butuh apa lagi? biar Dito yang ambilkan" tanya Dito menatap ayahnya, Rendra hanya menggelengkan kepala
Urusan Rendra sudah selesai, Dito kembali menemui ibunya.
"Kok pelukan sih, lagi pada bahas apa?" tanya Dito duduk disamping ibunya
"Kamu libur kapan? mbak Ayu mau ke makam ayah Sidiq" tanya Ayu lembut pada adiknya
"Setiap sabtu juga aku libur kok, ikut lah aku" jawab Dito senang
"Ini makanya nanya, nunggu kamu libur" ucap Ayu memukul adiknya dengan pelan
"Mbak Ayu bau belum mandi" ledek Dito berlindung di samping bundanya
"Nyebelin kamu tuh, aku mandi dulu deh bu" ucap Ayu berjalan menuju kamarnya di lantai dua
"Ibu tadi kan ayah diem aja disitu, pas aku panggil katanya mau minum" ucap Dito mengganti chanel tv
"Minum? perasaan ibu sudah taro minum deh di meja dekat kasur" jawab Fatimah bingung
"Habis bu airnya, tadi gelas kosongnya udah aku balikin ke dapur" ucap Dito santai menonton film kesukaannya
"Ibu lihat ayah dulu ya" jawab Fatimah meninggalkan anaknya diruang tv
__ADS_1
Ceklek .... suara pintu, Fatimah memasuki kamarnya, duduk disamping Rendra
"Mau aku buatin jus" ucap Fatimah menawarkan sesuatu, Rendra menggelengkan kepalanya
Aku ngga tau bagaimana perasaan kamu saat ini Fatimah. Gumam Rendra dalam hati
"Aku buat puding mau makan sekarang atau mau istirahat aja" ucap Fatimah lembut pada suaminya
"Hanya ingin istirahat" lirih Rendra merosotkan tubuhnya agar menjadi posisi tidur, Fatimah tidak lupa membantu Rendra
"Besok Ayu izin ya, dia mau ke makam almarhum mas Sidiq" ucap Fatimah meminta izin
Rendra menuliskan sesuatu, yang kebetulan pulpen serta buku kecil ada di samping bantalnya.
'Apa masih butuh izin aku?' tulis Rendra
"Nanti ngga izin salah, izin pun salah, jadi harus bagaimana?" tanya Fatimah menatap suaminya
"Aku ngga pernah bilang atau menolak kamu menjadi ayah mereka, panggilan ayah untuk kamu aja itu murni dari hati mereka, mas aku sudah bilang mood aku lagi ngga baik, jadi jangan memancing aku" ucap Fatimah terlihat lelah
'Lakukan saja apa yang menurut kamu baik untuk kedua anakmu' tulis Rendra
"Baiklah aku turuti semua keinginan kamu, mau kamu bagaimana?" ucap Fatimah pasrah
'Biarkan anak-anak memakai Fasilitas yang aku kasih' tulis Rendra
"Oke, aku akan turuti yang kamu mau, aku cape terus berdebat dengan kamu mas" ucap Fatimah meninggalkan Rendra di dalam kamar menemui Dito di ruang tv
Ruang Tv
"Dito panggil Ayu sebentar ke sini, ibu mau bicara dengan kalian berdua" ucap Fatimah membelai rambut anaknya
"Siap bu" jawab Dito berlari ke kamar Ayu
__ADS_1
Lima menit kemudian
"Ibu mau bicara apa?" tanya Ayu penasaran pada ibunya
"Ayah Rendra meminta besok kalian menggunakan Fasilitas yang sudah disediakan oleh ayah, jadi kalian gunakan sebaik mungkin dan jangan ingat, yang kalian gunakan bukan punya kalian, jadi jangan sombong, misalkan ditanya jawab aja taxi online atau apa, kalian paham kan maksud ibu" ucap Fatimah mengingatkan anak-anak.
"Oh gitu, oke deh tenang aja kalo masalah begitu mah, tinggal turunnya jangan depan sekolah, gampang kan bu" jawab Dito dengan idenya
"Itu terserah kamu, yang kalian harus ingat itu bukan milik kalian, itu hanya titipan dan harus di jaga" ucap Fatimah lagi
"Siap ibu ku sayang" jawab Ayu memeluk ibu nya
Hari terus berganti, Ayu, Dito sudah menggunakan fasilitas yang Rendra berikan, dari ponsel baru, perlengkapan sekolah baru, mobil khusus untuk antar jemput dan lain-lain.
Semoga kalian tidak besar kepala nak. Batin Fatimah melihat kedua anaknya berangkat menggunakan mobil
Tapi entah kenapa Rendra merasa Fatimah tidak seperti dulu yang selalu lembut padanya, Fatimah menjadi sedikit lebih cuek pada Rendra.
Kenapa Fatimah semenjak menyetujui keinginan ku dia menjadi lebih dingin sikapnya. Batin Rendra melihat Fatimah yang sedang nonton tv sendiri
Sementara Fatimah di ruang tv masih dengan pemikirannya sendiri.
Aku kok bete dengan mas Rendra ya, kalo dicuekin banget kasihan, ngga tega aku. Batin Fatimah menatap televisi dan menoleh sekilas ke samping lalu melihat Rendra
"Mas Rendra butuh apa?" tanya Fatimah mendekati suaminya
"Ada apa dengan kamu?" tanya balik Rendra dengan suara pelan
"Aku? kenapa? ngga apa-apa kok" jawab Fatimah bingung melihat suaminya
"Sikap mu berubah" ucap Rendra dengan lirih meninggalkan Fatimah menggunakan kursi roda
Aku juga ngga tau ada apa dengan ku, setiap lihat kamu aku benar-benar bete mas. Gumam Fatimah dalam hati
__ADS_1