BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Pengobatan Rendra


__ADS_3

"Kenalkan ini Ustad Ryan di akan mencoba membantu Rendra, jadi Rendra siap-siap ya" ucap Kyai Bahri membuat Rendra saling pandang dengan Fatimah, Fatimah pun bingung ngga tau apa-apa tentang rencana ayahnya.


"Ayah mau berbuat apa dengan mas Rendra?" tanya Fatimah ramah dan penasaran


"Jangan khawatir, ngga mungkin ayah menyakiti suami kamu" jawab Kyai Bahri santai


"Ustad Ryan silahkan sekarang aja, keburu maghrib nanti" ucap Kyai Bahri pada temannya


Rendra mulai merasakan khawatir dan takut melihat ustad Ryan mengeluarkan minyak aneh dari kantong celananya


"Buka kaosnya dulu ya, dan saya boleh pinjam sarung" ucap Ustad Ryan mulai membuka kaos Rendra, Fatimah mengambilkan sarung yang di minta tadi


"Rileks aja ya, jangan tegang, ini otot kamu pada tegang" ucap Ustad Ryan lahi menyentuh bahu Rendra


Ustad Ryan mulai menggosokkan minyak yang di bawa ke seluruh tubuh Rendra dari ujung kepala hingga bagian perut terlebih dahulu, Ustad Ryan seperti sedang mengurut Rendra jadi Rendra pun mulai Rileks pada tubuhnya, tiba-tiba saja Rendra bisa berteriak kesakitan.


"AAAHHHKKKK" teriak Rendra dengan suara yang menggema, dia kesakitan saat bagian tangannya yang lumpuh di tarik tiba-tiba dengan ustad Ryan, Rendra refleks menarik kembali tangan yang dipegang ustad Ryan


Fatimah terkesima melihat suaminya berteriak dan menarik tangannya dari genggaman ustad Ryan.


"Ustad sakit tau, ngapain ditarik begitu sih" bentak Rendra masih kesakitan


"Hahaha, bagaimana bisa gerak tangannya" ucap Ustad Ryan santai tertawa kecil melihat Rendra ngga sadar menggerakan tangannya


Kyai Bahri hanya tersenyum bahagia, Rendra memperhatikan tangan yang kesakitan tadi.


"Tangan ku bisa gerak" ucap Rendra pelan tidak percaya


"Bahkan tadi kamu berteriak kencang sekali, sampe santri pada menghampiri kemari" ucap Kyai Bahri menggoda Rendra


"Apa iya" ucap Rendra, dia langsung bengong semakin ngga percaya


"Fatimah, apa kamu dengar aku bicara?" tanya Rendra dengan suara seperti dulu lagi


"Hah, i...iya mas, mas Rendra bisa bicara dengan jelas dan bisa menggerakan tanggannya" jawab Fatimah yang ikut tidak percaya, Rendra akan secepat ini berkembangannya

__ADS_1


"Ini semua karena izin Allah SWT, jadi kita harus banyak-banyak bersyukur, dengan apa yang kita punya, jalani saja hidup ini seperti air mengalir yang tanpa arah dan tanpa tujuan tapi air bisa memberikan banyak manfaat untuk makhluk hidup ciptaan Allah SWT, yakin lah bahwa Allah itu bersama kita, Allah memberikan cobaan untuk kita, karena beliau rindu dengan kita yang mengadu padanya dalam sujud, dan Allah tidak akan pernah meninggalkan kita" ucap Ustad Ryan tersenyum pada Fatimah dan Rendra


"Aku benar-benar bicara dan tangan ku bisa bergerak" lirih Rendra menangis menatap kedua tangannya


"Mas apa masih sakit" ucap Fatimah khawatir memegang kedua tangan Rendra


"Tadi sakit sekali tapi sekarang udah ngga lagi, hanya terasa pegal" jawab Rendra menatap Fatimah lalu memeluknya, Fatimah pun membalas pelukan suaminya mereka lupa kalo masih ada ustad Ryan dan Kyai Bahri yang menyaksikan


"Ekkhmm" deheman Kyai Bahri, membuat Fatimah dan Rendra melepaskan pelukannya


"Maaf ayah, maaf ustad" ucap Fatimah malu


"Kita lanjut ya?" tanya ustad Ryan senyum pada Rendra


"Ustad apa ngga bisa besok lagi? maaf maksud saya, saya hanya kasihan melihat mas Rendra, takut ada apa-apa" jawab Fatimah terlihat cemas


"Nak, insyaa allah semua akan baik-baik saja, percaya deh" ucap Kyai Bahri tersenyum


Ustad Ryan kembali mencoba menekan bagian kedua paha Rendra, tapi Rendra tidak merasakan apa-apa, Fatimah yang melihat harap-harap cemas.


Membaluri dari paha hingga ujung kaki Rendra dengan minyak tadi, seketika mata Rendra melotot saat tangan Ustad Ryan menyentuh langsung bagian pusaka yang dimilikinya.


Plak ... pukulan dari Rendra untuk tangan ustad Ryan


"Ustad homo ya pegang-pegang punya saya" bentak Rendra emosi


"Homo?" ucap Fatimah bingung memang dia tidak melihat apa yang di lakukan


"Sabar Rendra itu bagian dari pengobatan" ucap Kyai Bahri santai tertawa lucu


"Masa dia pegang pusaka aku sayang" ucap Rendra pada Fatimah, Fatimah pun kaget apa yang di lontarkan suaminya dan dia malu juga


"Ustad kalo ngobatin yang benar, ini pelecehan tau, pegang-pegang pusaka masa depan orang, yang boleh pegang ini hanya istri saya" jawab Rendra kesal membuat Fatimah semakin malu


Kyai Bahri dan Ustad Ryan hanya tertawa mendengar ocehan Rendra.

__ADS_1


"Ustad Ryan seperti salah pengobatan deh, harusnya yang diobati bagian kaki sampai perut dulu, jadi kan Rendra ngga bawel seperti sekarang" ucap Kyai Bahri meledek Rendra dengan lucu


"Biar cepat bisa berdiri nak Rendra" ucap Ustad Ryan membuat Fatimah terkejut kembali, Rendra langsung melotot pada ustad Ryan


"Maksudnya apa biar cepat berdiri" tanya Rendra penasaran


"Semenjak sakit, pusakanya ngga bisa berdirikan" tanya balik ustad Ryan membuat Rendra malu seperti menjadi laki-laki yang lemah


"I...iya benar sih, tapi kan... ah mungkin ada cara lain selain ustad pegang" jawab Rendra tidak mau dipegang oleh ustad Ryan


"Oke ada cara lain kok" ucap ustad Ryan santai menatap Rendra


"Fatimah pegang pusakanya dan ikuti doa serta arahan yang saya berikan" ucap Ustad Ryan lagi, Fatimah reflek menoleh ke ustad Ryan


"Kan suami mu ngga mau dipegang ustad Ryan jadi solusinya ya kamu" sahut Kyai Bahri menambahkan


"Ajari aja doa dan arahannya ke Fatimah, melakukannya didalam kamar aja" ucap Rendra dengan cepat, sejujurnya dia juga malu kalo Fatimah yang melakukan di depan orang lain


"Gimana ini Ri?" tanya ustad Ryan pada Kyai Bahri


"Ajarkan saja ke Fatimah, biar dia mencoba sendiri berdua di dalam kamar, siapa tau langsung berdiri kan" jawab Kyai Bahri meledek Rendra dan Fatimah


"Kalo masih ngga berdiri bagaimana Ri?" tanya lagi ustad Ryan menggoda pasangan suami istri itu


"Harus kamu berarti yang melakukannya" jawab Kyai Bahri menahan tawa


"Ah, sudah-sudah, Fatimah bawa aku ke kamar, ah ini ribet lagi sarung" ucap Rendra merapihkan sarung yang menutup bagiannya


"Ayah, ustad saya dan suami permisi dulu" ucap Fatimah ramah, mendorong kursi roda Rendra meninggalkan Ayah dan teman ayahnya.


HAHAHAHAHA ....


Kyai Bahri dan Ustad Ryan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah pasangan itu, sebenarnya niat Kyai Bahri ingin melihat Rendra seperti dulu lagi dengan kondisi normal.


"Bismillah, insyaa allah ada jalan untuk mereka berdua, nanti pusaka yang dia bilang bisa kembali normal kalo kondisi otot kakinya normal, tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap Ustad Ryan pada Kyai Bahri

__ADS_1


"Alhamdulillah, makasih sudah mau membantu mantu ku" jawab Kyai Bahri menepuk bahu ustad Ryan dengan pelan. Mereka berdua berjalan menuju pondok untuk melihat para santri.


__ADS_2