
Anna akhirnya di bawa oleh papih Ammar dan mama Alisha, pasangan itu berniat akan mendidik Anna dengan baik selama dia berada di kotanya.
Ada rasa syukur dalam hati Fatimah, karena sudah tidak ada Anna, dari awal melihat Anna, sebenarnya Fatimah sudah tidak suka, dari bahasa dan penampilan yang begitu seksi, walaupun ini rumah Rendra, tetapi sepupuh juga bisa menikah.
Kenapa dikehidupan yang serba kecukupan selalu di goyangkan dengan wanita-wanita yang hadir dalam hidup mas Rendra, waktu tinggal dirumah ayah Bahri, kita selalu berdebat tentang ekonomi, hampir tidak pernah membahas perempuan pengganggu atau apapun itu. batin Fatimah
"Bunda, Lipan mau susu, bobo yuk di kamal" ucap Rivan
Fatimah menidurkan anaknya, dan menelpon Dito, supaya segera pulang dan menceritakan kejadian hari ini, setelah menelpon Dito, ponsel Fatimah berdering.
π² Fatimah
Assalamualaikum, ayah
π² Rendra
Wa'alaikumsalam, bunda tidak apa-apa?
π² Fatimah
Semua baik-baik saja
π² Rendra
Itu yang ayah khawatir, untung saja mama keburu datang
π² Fatimah
Ayah memasang cctv?
π² Rendra
Iya, itukan sudah lama, dan tidak pernah ayah lepas, untuk memantau rumah juga kan saat kita tinggal di pondok
π² Fatimah
Bunda kira sudah tidak ada cctv
π² Rendra
Itu juga untuk memantau bunda dan Rivan, jadi ayah tidak perlu khawatir, bisa melihat langsung dari cctv
π² Fatimah
Apa di kamar juga ada?
π² Rendra
__ADS_1
Ada, tapi akses itu hanya ayah yang pegang, tidak boleh orang lain memegang aksen cctv kamar kita
π² Fatimah
Ya ampun ayah, kenapa mesti pakai di kamar juga, bunda kalau habis mandi langsung ganti saja di kamar mandi
π² Rendra
Hanya ayah yang lihat bun
π² Fatimah
Tetap saja bikin malu
π² Rendra
Hahaha, tadi aja ayah tidak perlu cerita
π² Fatimah
Tidak usah ketawa, ayah pulang jam berapa?
π² Rendra
Sekitar jam delapan, sayang
π² Fatimah
π² Rendra
Jika bunda tidak lelah, ayah mau makan dirumah saja
π² Fatimah
Nanti bunda buatkan makanan untuk ayah
Rendra memanfaatkan waktu istirahatnya untuk berkomunikasi dengan sang istri, tadinya ingin sama Rivan juga, ternyata bocahnya sudah terlelap.
Karena Fatimah pun mengantuk, akhirnya dia ikut terlelap bersama Rivan, Rendra yang melihat dari cctv istrinya tertidur hanya senyum.
Aku hanya berharap, kita bisa hidup bersama sampai takdir menjemput, Ayu sudah menemukan pasangannya sendiri, tinggal Dito dan Rivan, hari tua ku hanya ingin bermain dengan cucu-cucu ku, dari mereka bertiga. batin Rendra
4 tahun kemudian
Rivan sudah bersekolah dasar, dia semakin lucu dan terlihat jauh lebih tanpa saat masih kecil, sikap Rivan juga berubah, jika berbicara dengan sang Bunda, dia akan berucap dengan tutur kata yang baik dan lembut, saat sama Rendra intonasinya sedikit berbeda, tetapi apabila dengan orang lain dia terlihat ketus dan datar.
Rivan juga paling tidak suka di ganggu, dia lebih asik main sendiri, atau belajar sendiri, walau dia masih terlihat anak kecil tapi sikapnya seperti orang dewasa, sejujurnya Fatimah tidak menyukai sikap Rivan yang menjadi dewasa, tetapi Rivan pernah berkata "Apapun yang Rivan lakukan, Rivan akan tetap mengingat semua nasihat bunda, antara yang baik dan yang buruk, dan Rivan akan terus menjadi Rivan kecil yang bunda sayang dan manja" ucap Rivan kala itu.
__ADS_1
Fatimah juga tidak terlalu mau menuntut anaknya sudah besar harus jadi A, B, C. dia ingin melihat kemampuan anaknya dari dalam dirinya langsung.
Pernikahan Rendra dan Fatimah memang masih sebentar, kurang lebih baru menginjak delapan tahun, selama itu mereka menjadikan sebuah pelajaran dan mengambil hikmahnya dari setiap masalah yang ada di dalam rumah tangga.
Benar kata orangtua jaman dahulu, pernikahan tanpa masalah, bagaikan sayur tanpa garam, yaitu hambar.
Sekarang mereka menyikapi permasalah sebagai bumbu penyedap tambahan supaya hubungan pasangan suami istri semakin lebih tau artinya rasa syukur sesungguhnya dan rasa kebersamaan.
Nikah itu mudah, kawin itu gampang, tapi menyatukan dua pikiran orang yang baru bertemu gede itulah yang sulit, terkadang sama teman yang sudah lama kenal saja kita sulit menyatukan pikiran, apalagi sama suami yang ada beberapa orang bertemu dalam hitungan bulan lalu menikah.
"Bunda, Terima kasih sudah bersabar menghadapi ayah yang banyak sekali kekurangan sebagai suami maupun ayah untuk anak-anak, ayah selalu berharap kita akan terus bersama hingga ke Surga-Nya Allah" ucap Rendra memandang wajah istrinya
"Bunda juga ingin berterima kasih, karena ayah bisa menerima bunda, padahal bunda juga banyak sekali kekurangannya, maaf juga jika terkadang bunda membuat malu ayah di depan teman-teman ayah" jawab Fatimah
"Kita semua cinta dengan ayah dan bunda, Ayu dan Dito juga berterima kasih, sudah mau menerima kami sebagai anak ayah" ucap Ayu dan Dito
"Lipan juga senang sekali punya kalian, Lipan punya kakak yang hebat-hebat, bisa bantuin Lipan dalam hal apapun, lengkap deh, tidak lupa juga Lipan punya Puma dan Pumi" sahut Rivan senang dan pura-pura cadel membuat semua orang tertawa bersama melihat tingkah Rivan seperti kala itu
Kebahagiaan sejati tidak dicapai melalui kepuasan diri, melalui kesetiaan untuk tujuan yang layak, dan sukses bukan lah kunci menuju kebahagian tetapi kebahagiaan lah yang akan membawa mu menemukan kunci kesuksesan.
***πππ*** SELESAI ***
Terima kasih yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca karya ku, yang tidak seberapa bagus ini, semoga kalian bisa terhibur saat membacanya.
Mohon maaf apabila ada kekurangan atau salah-salah kata serta penulisan yang banyak typonya π masukan atau kritikan apapun dengan senang hati akan saya terima, dan akan saya jadikan sebagai motivasi agar menjadi lebih baik.
Jangan bosan-bosan untuk mampir ke karya ku yang lainnya ya π.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.