BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Masakan Nabila


__ADS_3

Waktunya makan siang tiba, Rendra, Fatimah, Ayu, Dito dan Nabila sudah berkumpul di meja makan. Nabila dari tadi sudah menunjukkan wajah bahagianya dan tersenyum terus, sehingga membuat yang lainnya semakin bingung ada apa dengan Nabila sebenarnya.


"Dari tadi senyum-senyum terus" ucap Fatimah melirik ke Nabila, mengambilkan makanan untuk suaminya


"Ngga apa-apa lagi senang aja" jawab Nabila singkat masih tersenyum


"Sepertinya kak Nabila kesambet deh" ucap Ayu langsung menutup mulutnya


"Enak aja cantik-cantik begini dibilang ke sambet" jawab Nabila tenang


"Maaf, lagian kaka dari pas buat kue aneh, senyum sendiri" ucap Ayu jujur


"Aku itu hanya lagi bahagia saja, emang tidak boleh ko bahagia" jawab Nabila meminum air mineral yang digelasnya


Huk...huk..huk.. Dito tersedak makanan


"Astaghfirullah, kamu kenapa Dito, makanya kalo makan bismillah terlebih dahulu" ucap Fatimah mengusap punggung Dito lembut dan memberikan air minum


Yang lain masih melihat Dito dan Fatimah, Dito masih saja batuk-batuk.


"Lain kali pelan-pelan dek kalo makan, tersedak itu bahaya" ucap Ayu lalu memasukan makanan kedalam mulut


Huk..huk..huk.. Ayu tersedak makanan juga


Rendra melihat ke arah Ayu yang sedang tersedak


"Kenapa kamu ikutan tersedak, Ayu" ucap Nabila membantu Ayu


Ayu dan Dito saling pandang, wajah Rendra melihat kedua anaknya tersedak menjadi khawatir.


"Boleh Dito bertanya?" tanya Dito pelan


"Tanya apa nak" tanya Fatimah balik


"Ini siapa yang masak?" tanya Dito lagi dengan pelan


"Aku yang masak" jawab Nabila cepat


"Kaka sudah cobain masakannya?" tanya Dito hati-hati


"Belum, emang kalo masak harus di cobain? bukannya hanya pakai feeling saja bumbunya" jawab Nabila polos

__ADS_1


Fatimah mengusap wajahnya sendiri, heran dengan Nabila, ya kali masak ngga di cicipi, kecuali udah terbiasa masak.


"Coba deh kak Nabila cicipi masakannya" ucap Dito tidak enak hati


"Memang ada apa sih dengan makanan aku" jawab Nabila mencoba masakannya sendiri


Huk..huk..huk...


"Kok rasanya aneh begini ya?" tanya Nabila pada diri sendiri berlari ke dapur untuk memuntahkan makanannya


Huekk.. Huekk..


"Jadi ini alasan Mas Rendra tidak mau makan makanan Nabila?" tanya Fatima menatap suaminya, Ayu dan Dito pun ikut menatap ayahnya


Rendra hanya tersenyum sebagai jawaban dari istrinya itu.


"Huft, pantas saja dari awal pas ibu minta buatin sayur untuk ayah aku sudah curiga, tapi aku lawan rasa curiga itu" ucap Ayu lemas


"Makanannya nikmat banget ya, sampe membuat orang tersedak" jawab Dito terkikik pelan


"Hus, jangan begitu, tetap hargai ka Nabila, dia pasti penuh perjuangan untuk memasak" ucap Fatimah mengingatkan anaknya.


"Tadi kak Nabila udah membuat kue, tapi rasanya masih enak kok untuk dimakan, tapi kenapa masakannya benar-benar mantap ya" jawab Ayu heran


"Bi, ini Nabila masak sendiri apa di temani bibi?" tanya Fatimah melihat ke arah yang diajak bicara


"Bibi mau bantuin di usir terus sama non Nabila, makanya hanya bantuin cuci sayuran dan daging saja" jawab bibi apa adanya.


"Pantas saja, masak tanpa di dampingi" ucap Ayu sekarang paham


"Bibi makan apa di dapur?" tanya Dito pelan


"Makan sambal goreng kentang pakai ati ampla gitu den Muda, tadi bibi masak itu sendiri" jawab bibi jujur


"Aduh kok rasanya bisa asin sekali ya, sudah-sudah jangan dimakan, kita makan yang lain saja, pesan online aja bagaimana?" tanya Nabila duduk di bangku meja makan sambil meminum air hangat


"Sayang makanan ini, padahal itu ada daging favorit Dito" jawab Dito lesu


"Biar Ayu dan bibi yang mengubah rasa makanan ini, siapa tau bisa" ucap Ayu melihat ke semua orang


"Silahkan Ayu ubah masakannya biar yang lain bisa makan, tanpa membuang makanan" jawab Fatimah lembut agar Nabila tidak terlalu bersalah

__ADS_1


"Rendra, maaf ya, jujur aku ngga bermaksud menunda makan siang mu" ucap Nabila pada Rendra


"Ngga apa Nabila, Mas Rendra sudah ada makanan khusus kok, jadi dia masih bisa makan, nih ada sayur dan ikan, itu sudah cukup buat mas Rendra sendiri" jawab Fatimah menyuapi suaminya makan


"Kok bisa ada sayur dan ikan khusus, dari mana?" tanya Nabila heran


"Tadi mas Rendra Request, minta sayur ini dan ikan goreng, makanya minta tolong sama Ayu untuk buatkan" jawab Fatimah berbohong


"Ngomong aja ngga bisa, bagaimana caranya request makanan" ucap Nabila cemberut


"Ya kan ditanya satu-satu mau menu apa, walaupun ngga bisa request kita harus tanya dong sama yang mau makan, kasihan kan kalo makan menu orang sakit semua" jawab Fatimah membela diri, Rendra hanya tersenyum


"Dito sudah lapar bu" ucap Dito bertopang dagu cemberut


"Makan pisang dulu gih, biar ngga lapar, mba mu kan lagi mengolah makan, kak Nabila sebenarnya juga sudah lapar tuh, tapi masih bisa di tahan" jawab Fatimah mengelus kepala Dito


"Padahal tadi Dito udah ngga sabar melihat daging, eh ternyata rasanya nikmat sekali" ledek Dito melihat ke arah Nabila


"Udah deh ngga usah ngeledek, kualat kamu" ucap Nabila sinis menahan lapar


Rendra melotot ke arah Nabila, saat Nabila melirik ke Rendra dia kaget melihat Rendra dengan tatapan tajam.


"Iya maaf Rendra, tidak akan aku bilang kualat lagi dengan mu" jawab Nabila membuang wajahnya ke arah lain


30menit sudah mereka menunggu makanan yang Ayu dna bibi olah kembali, Dito dan Nabila sudah tidak sabar ingin mencicipi hasil masakannya yang di ubah oleh Ayu.


Sedangkan Rendra dan Fatimah sudah di dalam kamar, Rendra sering lelah jika duduk terlalu lama, Fatimah menemani suami terlebih dahulu sambil menunggu masakan Ayu selesai.


"Mas Rendra besok kontrol dan sekalian terapi ya" ucap Fatimah memijat kaki suaminya


Rendra menganggukan kepalanya dengan pelan yang tersandar di dipan kasur.


"Aku mau lihat ke meja makan, mau bantuin Ayu dan bibi kasihan mereka berdua, takut kesulitan, Mas Rendra jangan tidur ya, soalnya habis makan dan minum obat, aku ngga akan lama kok" ucap Fatimah menyelimuti suaminya dan menyalakan televisi, agar suaminya tidak bosan di dalam kamar


Fatimah menuju ke dapur untuk mengecek makanan, dirinya juga sudah merasa lapar.


"Wah ternyata sudah jadi semua, baru mau dibantuin" ucap Fatimah tersenyum


"Alhamdulillah beres bu, semoga masih bisa kita makan masakan ini" jawab Ayu memasukan nasi ke dalam piring ibunya


"Kok sayurnya banyak sekali kuah?" tanya Nabila heran

__ADS_1


"Takut sudah pada lapar, makanya Ayu hanya menambahkan kuah dan gula saja, itu juga kuah awalnya sudah dibuang, yang penting bisa di makan kak" jawab Ayu sudah mulai makan


"Lumayan masih enak juga untuk dimakan" ucap Dito sudah memakan daging yang di incar dari tadi.


__ADS_2