BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Hari Pertama Jualan


__ADS_3

Sudah satu minggu Rendra hidup sederhana tanpa fasilitas mewah yang di miliki, Rendra kemana mana selalu menggunakan sepeda motor matic nya yang dia beli dadakan saat pindah.


Hari ini Fatimah akan membuka toko roti dan kue di depan halaman pesantren, toko sederhana yang dibuat oleh Rendra. Fatimah dan Rendra sudah izin kepada ayah Bahri untuk membuat bangunan kecil di sisi halaman pesantren, ayah Bahri menyetujui dia paham dengan niat baik Fatimah dan Rendra.


"Ayah kenapa lihatin bunda seperti itu?" tanya Fatimah saat melirik suaminya yang masih menatap dirinya


"Hanya takut bunda menjadi lelah, kalau setiap hari harus jualan begini" jawab Rendra


"Bismillah, apa yang kita lakukan saat ini untuk kebaikan kita semua" ucap Fatimah


"Iya, tapi gimana gitu" sahut Rendra


"Nikamti setiap proses yang kita lalu, dari hari ke hari, bunda juga tidak sendirian melakukan ini, yang ke pasar untuk belanja tetap ayah" ucap Fatimah tersenyum


"Iya ayah hanya belanja dan itu tidak lelah, yang lelah itu saat kita membuat kue kue ini" sahut Rendra menunjuk kue yang sudah jadi


"Ayah bantuin susun di etalase, nanti sisanya yang belum jadi biar bunda yang bawa" ucap Fatimah


"Hufftt, ternyata begini ya rasanya tidak punya duit" jawab Rendra


"Jangan mengeluh, tidak baik, ingat rencana kita disini yang pertama untuk memdapatkan ketenangan dalam rumah tangga kita, kedua membantu warga disini dari segi makanan, kita jual kue kue ini dengan harga yang sangat murah bahkan kita tidak mendapatkan profit, tapi insyaa Allah kita mendapatkan keberkahan dan rezeki yang melimpah" ucap Fatimah dengan lembut


"Iya sayangnya aku, ih jadi pengen di ajak ke kamar" sahut Rendra gemas


"Ngapain ke kamar" tanya Fatimah


"Main guling gulingan, hahaha" jawab Rendra tertawa dan berjalan keluar rumah membawa kue yang sudah siap


"Dasar nyebelin" lirih Fatimah


Rendra menyusun kue kue tersebut di etalase yang sudah di sediakan di dalam toko, baru juga Rendra menyusun sudah ada beberapa ibu ibu yang mengumpul ingin melihat dan memrasakan kuenya.


"Pak, ini berapaan harganya?" tanya ibu Rt lebih dulu


"Waduh, saya tidak tau harganya" jawab Rendra membuat ibu ibu itu saling melirik


"Masa jualan tidak tau harga" ucap ibu yang lainnya


"Ada apa ini ibu ibu?" tanya ibu Yayi melihat keramaian di toko Fatimah


"Ini loh Umi Yayi, mantunya jualan tapi tidak tau harga" ucap bu rt tadi


"Hehehe, saya tau nya hanya makan saya bu" sahut Rendra cengengesan


"Dito" panggil Ibu Yayi pada cucunya


"Iya NeUmi, ada apa?" tanya Dito


"Tanya bunda mu, ini kue harganya berapa? ibu ibu pada mau membelinya" jawab ibu Yayi

__ADS_1


"Rendra saja yang bertanya sama Fatimah, Dito jagain disini" ucap Rendra menahan Dito, sebenernya dia risih dengan ibu ibu


"Ya sudah sana cepatan, nanti ibu ibunya keburu pada bubar" sahut ibu Yayi


Rendra segera berlari menuju rumahnya dan memanggil Fatimah.


"Ada apa sampe berlari begitu?" tanya Fatimah panik


"Tidak ada apa apa, itu banyak ibu ibu pada mau beli, ayah tidak tau harga malah diledekin, bikin kesel aja" jawab Rendra kesal


"Kesal apa malu" ledek Fatimah


"Keduanya" jawab Rendra duduk di bangku meja makan


"Ayah jagain kue yang ada di oven sama yang sedang di kukus itu ya, yang di kukus sekitar lima menit lagi di angkat" ucap Fatimah meninggalkan suaminya sendirian di dapur


"Lah jagain kue, kalau gosong gimana ini" lirih Rendra bingung


Fatimah sibuk melayani para pembelinya, Alhamdulillah hari ini cukup ramai yang membeli kue kue buatanya.


"Dito, bantuin bunda beresin toko, terus nanti di tutup aja" ucap Fatimah


"Kok ditutup bun, emang sudah selesai?" tanya Dito bingung padahal di dalam ayahnya lagi nyusun kue yang baru matang


"Ini kan sudah habis, apa lagi yang mau dijual" jawab Fatimah tersenyum


"Kue yang itu untuk santri sayang, nanti kamu bantuin bagikan ya" jawab Fatimah


"Oh, kirain buat di jual lagi" ucap Dito membereskan beberapa box kotor


Dito membereskan toko bundanya sambil bershalawatan.


"Permisi, Assalamu'alaikum" ucap seseorang


"Wa'alaikumsalam, cari siapa bu?" tanya Dito dengan ramah


"Tokonya sudah tutup ya dek, tadi ART saya bawa kue saat pulang dari pasar, kuenya enak sekali, saya mau beli juga" jawab ibu tersebut


"Maaf bu kuenya sudah habis, Alhamdulillah hari ini sangat laris dagangan bunda saya" ucap Dito semangat


"Ternyata orangtua adek yang berjualan, apa tidak ada lagi sedikit, anak saya menangis ingin lagi kue nya" jawab ibu tersebut


"Assalamu'alaikum" ucap ibu Yayi


"Wa'alaikumsalam, Umi Yayi kan?" tanya ibu tersebut


"Iya benar, ibu Lingga apa kabar" jawab ibu Yayi


"Alhamdulillah kabar baik umi, umi sendiri bagaimana kabarnya, sudah lama sekali tidak berjumpa kita" ucap ibu Lingga

__ADS_1


"Ibu Lingga yang tiba tiba menghilang, dan pergi jauh sekali" jawab Ibu Yayi


"Maklum bu, waktu itu masalah anak, sampe saya tidak kuat jadinya terpaksa meninggalkan rumah yang disini, karena masalah sudah selesai, saya juga kangen hidup disini jadinya minta sama suami untuk kembali deh" tutur bu Lingga


"Syukur, Alhamdulillah semoga selalu sehat dan diberikan keberkahan ya" ucap bu Yayi mengelus lengan ibu Lingga "Ngomong ngomong bu Lingga sedang apa dimari" tanya ibu Yayi


"Ini loh umi, saya mau beli kue, tapi kata adek ini sudah habis, biasa si kecil ngambek tadi hanya cicipi punya si bibi" jawab Ibu Lingga


"Ini cucu saya bu, dari anak saya Sidiq dan Fatimah nah yang sedang di gendong sama suami saya cucu saya yang paling kecil dari suami Fatimah yang kedua" ucap Ibu Yayi sambil melihat ke arah suaminya


"Fatimah nikah dua kali?" tanya Bu Lingga kaget


"Sidiq sudah meninggal, waktu itu ada yang melamar Fatimah lagi akhirnya kita nikahkan saja mereka" jawab Bu Yayi


"Astaghfirullah, saya jadi berburuk sangka dengan Fatimah" ucap Bu Lingga


"Dito, apa tidak ada lagi kue kue nya?" tanya Ibu Yayi pada cucunya


"Di dalam masih ada, tapi sengaja itu tidak dijual untuk dibagikan sama santri yang lain, kata bunda begitu NeUmi" jawab Dito apa adanya


"Atau saya beli saja yang itu sedikit, supaya anak saya tidak rewel" ucap bu Lingga


"Tanyakan pada bunda mu sana, kasihan bu Lingga sudah menunggu" jawab Bu Yayi


"Baik NeUm,i Dito tanya dulu sama bunda ya" ucap Dito berlari


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2