BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Masih Penasaran Dengan Flashdisk


__ADS_3

"Papih dan Dito tenang dulu, jangan sampai yang lain ikut mendengar, masalah ini sudah kita bahas berdua, jadi biarkan kita berdua juga yang menyelesaikan, Dito lebih baik lanjutkan belajarnya ya" ucap Fatimah mengajak suaminya masuk ke dalam kamar


Teras Rumah


"Jelaskan dari awal, kejadian yang tadi" ucap papih Ammar pada Dito


"Tadi ada laki laki ingin ketemu sama aku, aku samperin dia ngasih flashdisk, tapi tidak aku terima eyang, alasannya karena aku tidak kenal dia, laki itu maksa supaya aku menerimanya, sampai pada akhirnya bunda keluar memanggil aku dan mendekati aku, laki itu melempar flashdisk dan berteriak itu bukti perselingkuhan suami anda, hanya itu eyang" jawab Dito jujur


"Apa ini jebakan? harus di cari tau, siapa yang pegang akses cctv dirumah ini?" tanya papi Ammar menatap Dito


"Ayah, bunda dan kak Nabila yang punya akses" jawab Dito


"Kenapa Nabila pegang akses juga" ucap papih Ammar heran


"Awal kali yang pasang itu kak Nabila dan bang Haikal, bisa jadi bang Haikal juga punya aksesnya eyang" sahut Dito santai


"Akan eyang cari tau, sekarang kamu selesaikan semua tugas, eyang seperti butuh kamu Dit" ucap papih Ammar menatap Dito


"Kok Dito sih" sahut Dito bingung


"Kita tuntaskan yang masalah ini, pasti ada orang yang ingin menghancurkan keluarga ini" ucap papih Ammar


"Emang iya, dari pas ayah lumpuh kok itu, uppsss keceplosan" sahut Dito menutup mulutnya dan hendak berlari


"Tunggu, diem di tempat" ucap papih Ammar tegas menatap Dito


"Jelaskan Dito" sahut papi Ammar lagi, Dito hanya menggelengkan kepalanya


"DITO" ucap papi Ammar penuh penekanan


"Eyang tanya saja sama KeAbi, awal mula kita semua tau dari beliau rumah ini pasang cctv juga atas perintah beliau awalnya" jawab Dito nyengir


"Jadi selama ini ada yang kalian tutupi" ucap papih Ammar


"Bukan menutupi eyang, hanya merahasiakan dari bunda" sahut Dito


"Sama aja Dito" ucap papih Ammar


"Bolehkah Dito masuk eyang, terasa pegal juga berdiri" sahut Dito tersenyum


"Ya boleh, masuk sana, belajar yang benar" ucap papih Ammar


"Terima kasih Eyang, Dito sayang Eyang" sahut Dito mencium sekilas pipi papih Ammar, papih Ammar hanya tersenyum

__ADS_1


Aku harus cari tau info selengkapnya ada apa sebenarnya. batin papih Ammar


Kamar Utama


"Bunda mau melihatnya?" tanya Rendra


"Sebenarnya bunda penasaran dengan isinya, tapi yang dikatakan Dito ada benarnya, lebih baik kita tidak mengetahui apa apa, agar tidak ada yang merasa tersakiti atau menyakit" jawab Fatimah pelan


"Ayah akan melihat isinya" ucap Rendra membuat Fatimah terkejut


"Bunda juga berarti boleh lihat isinya" sahut Fatimah


"Ayah harap bunda tidak meninggalkan ayah setelah mengetahui isinya" ucap Rendra


"Kita selesaikan masalah ada dengan kepala dingin, jujur bunda juga sudah lelah rasanya selalu ribut dengan ayah, dari yang masalah kecil hingga masalah besar, kenapa kita tidak belajar bagaimana caranya menyelesaikan itu semua dengan diskusi baik baik" sahut Fatimah


"Maaf jika ayah selalu ngajak bunda ribut, ayah juga tidak paham kenapa selalu mudah marah dan emosi dengan siapapun" ucap Rendra


"Sudah jangan dibahas lagi, ayah simpan dulu saja flashdisknya, bunda mau ambil baby R, kasihan belum minum susu" jawab Fatimah mengelus wajah Rendra dan meninggalkan Rendra di kamar


Kamar Ibu Yayi


Tok ... tok .... tok ... suara ketukan pintu


"Ibu, baby R mana, aku mau kasih susu" ucap Fatimah


"Lagi bobo itu, dari tadi anteng sekali" sahut Ibu Yayi dengan lembut


"Aku bawa ya bu, mas Rendra mau ketemu anaknya" ucap Fatimah menggendong dengan perlahan baby R


"Ayah katanya baru bisa kesini besok, lagi ada kegiatan di pondok" timpal ibu Yayi


"Alhamdulillah, semoga ayah sampai sini dengan keadaan sehat dan selamat" ucap Fatimah


"Suamimu sudah makan?" tanya Ibu Yayi


"Alhamdulillah sudah bu, makanya ini mau bawa baby ke kamar, supaya bisa main dengan ayahnya" jawab Fatimah


"Sana nanti ayahnya baby R tungguin kalian" ucap ibu Yayi


Fatimah berjalan menuju kamarnya.


"Anak ayah sini sayang" ucap Rendra senang berlari kecil menghampiri istrinya

__ADS_1


"Masih bobo" sahut Fatimah pelan


"Bangunin saja, ayah kan mau main dengannya" ucap Rendra mengambil anaknya dari gendongan Fatimah


"Ihh, hati hati nanti jatuh bagaimana" sahut Fatimah kesal


"Iya sayang ini ayah hati hati, jangan khawatir begitu dong" ucap Rendra tersenyum


"Bunda siapin cemilan dulu ya untuk semua, sudah lama tidak buat sesuatu di dapur" sahut Fatimah


"NO, bunda disini aja, minta tolong sama bibi kalau mau cemilan" ucap Rendra tegas


"Selalu begitu jawabnya" jawab Fatimah cemberut


"Karena tidak mau melihat bunda kecapean, apalagi bunda harus mengurus baby R juga kan" ucap Rendra dengan lembut


"Diam begini juga bosen tau, kalau baby R bobo, minimal buat puding doang ya di dapur" rengek Fatimah sengaja


"Nanti saja oke, sekarang bunda cukup temani ayah dan baby R disini" ucap Rendra


"Bunda lihat Dito sebentar, dia sudah ke kamar atau masih di teras" sahut Fatimah dan Rendra hanya menganggukan kepalanya saja sambil mencium wajah anaknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2