
Diperjalanan menuju sekolah Dito, Fatimah lebih banyak diam, dia memikirkan anak gadisnya, dalam otaknya penuh pertanyaan, apa Ayu dan Rama mempunyai hubungan spesial atau hanya teman saja.
Kenapa Ayu ngga cerita dengan ku, biasanya anak itu selalu cerita kalo ada hal apapun, Ayu berubah sekarang. Batin Fatimah
"Mikirin apa lagi" ucap Rendra membuyarkan lamunan Fatimah
"Ngga mikir apa-apa" sahut Fatimah pelan
"Istriku ini ngga pandai sekali berbohong" jawab Rendra menatap Fatimah dan memegang dagunya
"Ada Diman" ucap Fatimah pelan
"Biarkan aja, lagian istriku sekarang belajar berbohong" jawab Rendra gemes dengan Fatimah
"Siapa yang bohong" ucap Fatimah membela diri
"Jadi pengen lebih sama kamu, udah lama" bisik Rendra menggigit telinga Fatimah yang tertutup hijabnya
Plak ...
Fatimah memukul pelan bahu Rendra "Jangan macem macem" ucap Fatimah pelan melotot
"Tuh semakin gemes" sahut Rendra menggoda istrinya
"Maaf pak, boleh izin sebentar ngga?" ucap Diman melihat bosnya dari kaca
"Izin kemana?" tanya Rendra
"Mau ke pom bensin pak, tiba-tiba sakit perut" jawab Diman nyengir
"Ya sudah, nanti sekalian beli yang dingin-dingin ya di maretmaret" ucap Rendra
Diman berhenti di salah satu pom bensin yang tidak jauh dari sekolahan Dito.
"Rezeki anak soleh" ucap Rendra tersenyum
"Rezeki apa?" tanya Fatimah bingung
"Rezeki berduaan dengan bunda" jawab Rendra
"Tiap hari juga berduaan" sahut Fatimah
Cup ...
Rendra mencium sekilas bibir Fatimah, Fatimah yang mendapat ciuman mendadak menatap Rendra.
"Udah lama" ucap Rendra tersenyum
"Ini tuh tempat umum, nanti ada yang lihat bahaya" sahut Fatimah
"Cuma dikit doang" jawab Rendea santai
Tanpa menunggu lama Rendra kembali mencium Fatimah lebih dalam.
"Ummhmmm" suara Fatimah karena bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Rendra
Rendra terus meresapi permainan bibirnya, sedangkan Fatimah sudah memberontak minta dilepaskan, dia takut tiba-tiba Diman masuk kedalam mobil.
Setalah merasa puas, Rendra melepaskan aksinya, dia mengambil tisu untuk membersihkan bibir Fatimah.
"Masih sama seperti malam pertama rasanya" ucap Rendra menggoda Fatimah
__ADS_1
"Kalo Diman tiba-tiba masuk bagaimana" sahut Fatimah masih ngos-ngosa
"Nyatanya Diman ngga datangkan" jawab Rendra
"Maaf ya, bibirnya jadi bengkak sedikit" ucap Rendra lagi memainkan bibir Fatimah dengan ibu jari
"Sakit tau, langsung nyosor aja" sahut Fatimah kesal
"Sini ayah cium lagi biar ngga sakit" jawab Rendra sudah mendekatkan wajahnya
"Eh, enak aja, ngga mau" ucap Fatimah menjauhkan wajah Rendra
"Dosa loh nolak suami" sahut Rendra
"Lebih baik bunda dosa, daripada kepergok oranglain berbuat di pinggir jalan begini" jawab Fatimah kesal
"Maaf pak lama" ucap Diman masuk kedalam mobil
"Tenang aja Man, gimana perutnya aman?" tanya Rendra
"Alhamdulillah, perut aman pak bos, nih minuman pesanan pak bos" jawab Diman
"Thanks Man, kita langsung aja ya, Dito udah nunggu nih" ucap Rendra sambil memainkan ponsel
"Kenapa chatnya ke ayah bukan ke bunda?" tanya Fatimah melihat suaminya
"Ngga tau sayangnya aku, oh ya ayah lusa boleh kerja kan bun" jawab Rendra mendekatkan wajahnya mencium pipi Fatimah
"Jalan aja masih terasa lelah, nantilah nunggu benar-benar pulih, nanti kita konsul ke ustad Ryan sekalian" ucap Fatimah mencoba menjauhkan wajah Rendra dari pipinya yang masih mencium
"Udah lama ngga kerja bun" sahut Rendra mendusel di pipi Fatimah
"Ada saatnya untuk kembali beraktifitas, sabar aja, jangan gegabah, ini jeleknya kamu, orangnya gegabah dalam bertindak" ucap Fatimah
"Assalamu'alaikum, ayah bunda" ucap Dito saat pintu mobil di buka
"Wa'alaikumsalam" ucap Fatimah dan Rendra
"Kata dokter, ayah sudah sembuhkan?" tanya Dito melihat Rendra
"Iya, tapi tetap bantuin doa untuk ayah agar selalu sehat" jawab Rendra
"Siap ayah, bun, sebentar lagi ujian kelulusan, Dito bingung masuk SMA atau SMK" ucap Dito
"Sesuaikan dengan kemampuan Dito, kira-kira Dito menguasai pelajaran apa, dari situ nanti terlihat Dito arahnya kemana" sahut Fatimah menoleh ke belakang tempat Dito duduk
"Dito mau ke listrik bun" jawab Dito yakin
"Bagus dong, berarti ambilnya SMK" ucap Fatimah
"Setelah SMK Dito boleh kuliah ngga bun, seperti mbak Ayu" tanya Dito pelan
Fatimah menatap anaknya "Emang bunda pernah melarang Dito untuk kuliah?" tanya Fatimah balik
"Ngga sih bun" jawab Dito yakin
"Lalu, kenapa Dito bertanya begitu?" tanya Fatimah lagi masih menatap Dito
"Memang uang ayah Sidiq cukup" bisik Dito di telinga Fatimah
"Harus bisik-bisik ya" ucap Rendra yang dari tadi hanya melihat ibu dan anak saling diskusi
__ADS_1
Fatimah melihat ke arah Rendra, dan melihat lagi ke arah Dito lalu tersenyum pada Dito dan menganggukan kepala pelan.
Dito yang melihat bundanya menggangguk terlihat senang dan memeluk Fatimah.
"Huh, diabaikan" sindir Rendra
"Dito sayang ayah, terima kasih ya ayah" ucap Dito memeluk leher Rendra dari belakang
"Ayah juga sayang sekali dengan Dito" jawab Rendra mengelus tangan Dito yang berada di lehernya
"Ayah Dito boleh minta sesuatu?" tanya Dito pelan
"Diiitooo" tegur Fatimah
"Mau apa sayang, jangan dengerin bunda kamu, ayah semakin senang kalo kamu minta sesuatu" jawab Rendra senang mendengar Dito ingin sesuatu
"Lusa itu sebenernya bunda ulang tahun, jaraknya hanya beda beberapa hari dengan ayah, yang di KTP itu boong" bisik Dito pada Rendra
Awalnya Rendra tidak percaya kalo Fatimah ulang tahunnya masih di bulan yang sama dengan Rendra, tapi melihat wajah Dito yang terlihat serius dia mencoba percaya, dan akan bertanya lagi pada Dito disaat tidak ada Fatimah.
"Kenapa kalian gantian bisik-bisik" ucap Fatimah
"Biar adik bun, tadi kan Dito bisik-bisik dengan bunda, sekarang dengan ayah" jawab Dito
"Ini baru anak ayah, kamu tuh harus pro sama ayah jangan sama bunda terus" sahut Rendra senang bisa lebih dekat dengan anak-anak
"Pak Diman berhenti" ucap Dito tiba-tiba, Diman pun refleks mengerem mendadak
"Astaghfirullah, Dito, apaan sih kamu" ucap Fatimah memarahi Dito yang berteriak membuat orang kaget
"Maaf, tapi itu Mbak Ayu dan kak Rama kan?" tanya Dito menunjuk warung baso
Fatimah mendengar nama Ayu langsung mengkuti petunjuk jari Dito.
Itu beneran Ayu dan Rama, jangan-jangan mereka sering makan berdua begini. Gumam Fatimah dalam hati
Fatimah hendak mau turun dari mobil, tapi ditahan Rendra.
"Mau kemana?" tanya Rendra pelan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.