
Mama Alisha benar-benar tidak sabar menanti cucunya yang baru melihat dunia. Mereka semua berbincang penuh canda dan tawa.
Tok... tok...
"Permisi" ucap suster dengan ramah mendorong kereta baby
"Wah cucu ku, suster lama sekali anterinnya" sahut mama Alisha antusias melihat bayi mungil nan imut itu
"Maaf ya bu, tadi cucunya di cek terlebih dahulu oleh dokter" jawab suster memberikan bayi laki-laki pada mama Alisha
"Mirip bunda Fatimah ya ganteng" ucap mama Alisha tersenyum dengan bayi tersebut
"Enak aja, mirip aku lah" sahut Rendra protes
"Jelas jelas mirip Fatimah, hanya mata dan hidung saja sama dengan mu" jawab mama menggoda Rendra
"Masa hanya itu saja kemiripannya" sahut Rendra masih belum terima
"Satu lagi mirip ada Monas nya" ucap Kyai Bahri tertawa dan yang lain pun ikut tertawa
"Sepertinya baby haus ya, mimi dulu sama bunda Fatimah ya" ucap mama Alisha memberikan babynya pada sang bunda
Selama menyusui yang lain masih menggoda Rendra hanya mama Alisha dan Ibu Yayi yang dekat bangsal Fatimah dengan gorden tertutup, agar tidak ada laki-laki yang melihat.
"Ibu gemes lihatnya" ucap ibu Yayi senang
"Iya, Alhamdulillah baby nya subuh, gembul begini" sahut mama Alisha ikut merasakan kebahagiaan
"Namanya siapa bayinya?" tanya ibu Yayi sudah penasaran
"Biar ayahnya saja yang menyebutkan nama, nanti ngambek kalau Fatimah membocorkan namanya" jawab Fatimah ikutan gemas dengan anaknya
"Masih aja pundungan tuh anak" sahut mama Alisha geleng geleng kepala mengingat tingkat Rendra yang seperti anak kecil
"Itulah mas Rendra mam" ucap Fatimah tersenyum
"Mama dan papih selalu berdoa, supaya kamu kuat menghadapi sikap dan sifat Rendra, kalau denger kamu dan Rendra berantem mama dan papih tuh sedih sekali, secara tidak langsung kami yang membawa Rendra pada kamu Fatimah, mama berharap sekali kamu kuat dengan Rendra" sahut mama Alisha sedih
"Fatimah hanya perlu doa dari mama dan ibu, agar Fatimah mampu menghadapi kehidupan rumah tangga ini dengan mas Rendra, tanpa dukungan dari kalian belum tentu Fatimah seperti sekarang" jawab Fatimah lembut
"Yang pertama tanam kan kata Ikhlas dalam hati dan diri kamu nak, dengan sudah tertanam yang namanya Ikhlas insyaa Allah kata Sabar pun akan tumbuh, selesaikan semua masalah dengan kepala dingin, jadilah air disalah satu dari kalian" sahut ibu Yayi menguatkan mantu yang sudah dianggap anak sendiri
"Terima kasih ya Ibu, Ibu selalu ada untuk Fatimah" ucap Fatimah terharu dengan ibu Yayi yang statusnya adalah mertua dari suami sebelumnya.
Mama Alisha dan Ibu Yayi memeluk Fatimah dengan penuh kasih sayang yang tulus mereka berikan.
"Ada drama apa ini?" tanya Rendra mendekati mama Alisha
"Drama para ibu, para bapa tidak perlu tau" jawab mama Alisha bete di ganggu Rendra
__ADS_1
"Jutek sekali mama ku ini" sahut Rendra memeluk mamanya
"Makanya jangan jadi orang yang nyebelin" ucap mama mengingatkan Rendra
"Iya maaf" jawab Rendra dengan pandangan ke Fatimah
"Oh iya, siapa nama bayinya? ibu penasaran" tanya ibu Yayi
"Namanya siapa ya?" jawab Rendra pura-pura berpikir
Plak .... suara pukulan, mama Alisha memukul bahu Rendra
"Aws, kok dipukul aku?" tanya Rendra mengelus bahunya sendiri
"Ditanya sama orangtua itu jawab yang benar, jangan meledek, kualat nanti kamu" jawab mama Alisha kesal
"Baby nya aja masih mimi susu, nanti dong tunggu selesai, jadi papih dan ayah Bahri bisa dengar" ucap Rendra tersenyum
"Bertele-tele kamu ini" sahut mama Alisha gemas dengan Rendra
"I Love You Mom" ucap Rendra mencium pipi mama Alisha
"I Love You too more" sahut mama Alisha memeluk Rendra
Fatimah melihat adegan Rendra dengan mama Alisha menjadi terharu, dia percaya Rendra orang baik hanya saja sikapnya yang terbilang manja dan mudah tersinggung.
"Alhamdulillahi, baby nya sudah selesai" ucap Fatimah lembut
"Jadi siapa nama anak kamu, lama banget menjawab" ucap mama Alisha kesal
"Papih, ayah sini deh" panggil Rendra pada kedua orangtuanya
"Ada apa?" tanya Kyai bahri
"Rendra mau kasih tau nama baby mungil nan tampan ini" jawab ibu Yayi sudah sangat penasaran
"Sampai lupa tanya nama papih, sama cucu sendiri" ucap papih tersenyum
"Mama aja tadi lupa pih, untung ibu Yayi mengingatkan dia tanya sama Fatimah, tapi Fatimah tidak mau menjawab, takut suaminya pundung" sahut mama Alisha melirik Rendra
"Hahaha, Rendra si pundungan namanya juga" ucap papih tertawa meledek Rendra
"Terus saja ledekin orang" sahut Rendra duduk di sisi Fatimah
"Begitu aja ngambek" ledek Fatimah mencubit hidung Rendra
"Bukan ngambek sayang, hanya saja kesal dari tadi di ledek terus dengan papih dan ayah Bahri" ucap Rendra mencium kening Fatimah
"Ya sudah siapa nama anaknya, dari tadi ibu tanya belum di jawab" sahut ibu Yayi kesal menunggu nama cucunya.
__ADS_1
"Bismillah, aku dan Fatimah sudah sepakat memberikan nama anak ketiga RIVANDRA RAUF GILBERT" ucap Rendra tersenyum
"Masyaa Allah nama yang indah, kekuatan penuh kasih sayang" sahut Kyai Bahri tersenyum bahagia
"Sebenarnya ada yang mau Rendra tanyakan sama ayah dan ibu" ucap Rendra pelan membuat semua mata tertuju padanya
"Tanya apa, silahkan selagi pertanyaannya tidak sulit" jawab Kyai Bahri lembut
"Rendra punya keinginan menambahkan nama Ayu dan Dito, ada nama Gilbertnya, menurut ayah dan ibu bagaimana?" tanya Rendra hati-hati
Seketika Fatimah memandang Rendra dengan tatapan tajam, tetapi Rendra abaikan.
"Ayu dan Dito kan anak Fatimah, coba kalian berdua diskusikan saja, ayah dan ibu tidak bisa berkomentar apapun" jawab Kyai Bahri pelan
Rendra melirik Fatimah, tetapi Fatimah tidak membalas tatapan Rendra.
"Itu kalian bahas lagi nanti saja, sekarang fokus pada baby siapa? papih jadi lupa" sahut papih menghilangkan kecanggungan yang ada
"Baby Rivan kakek, masa udah lupa sama nama cucu sendiri" ucap mama Alisha mencoba menetralkan kembali suasana yang ada
"Oh iya baby Revan, maaf ya kakek lupa, maklum namanya sudah kakek kakek" sahut papih menggoda baby Revan yang berada dalam gendongan Kyai Bahri
"Kakek Ammar sudah tua sekali ya" ledek Kyai Bahri tersenyum
"Perasaan umur Ane dan Antum tuaan Antum deh kak" ucap papih pura-pura berpikir
Semua tertawa mendengar perdebatan Kyai Bahri dan papih Ammar. Berbeda dengan Fatimah yang mencoba memaksakan agar ikut tersenyum.
Rendra menyadari sikap istrinya menjadi tidak nyaman, karena lagi-lagi Rendra membahas penambahan nama pada Ayu dan Dito.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.