
Fatimah masuk kedalam kamar dan melihat Rendra masih duduk bersandar memainkan ponsel. Fatimah berjalan ke sisi ranjang yang kosong.
"Mas Rendra istirahat, nanti sakit lagi" ucap Fatimah pelan
"Istirahat aja duluan" jawab Rendra datar tanpa menoleh
"Aku cape deh dengan sikap mas Rendra semakin lama" ucap Fatimah kesal
"Lalu mau kamu bagaimana?" tanya Rendra masih menatap ponselnya
"Mas bisa ngga sih, jangan terlalu baper atau apa gitu," jawab Fatimah bingung
"Bodo" ucap Rendra cepat merosotkan badannya agar terbaring
"Gimana mau bertahan sama kamu" lirih Fatimah tapi masih bisa di dengar Rendra
Hari semakin larut, Rendra juga terlihat sudah terlelap. Fatimah turun dari tempat tidur dengan hati-hati, lalu membuka pintu kamar yang sudah terlihat ada kedua anaknya dan menyuruh mereka masuk ke dalam kamar.
"Mas Rendra" panggil Fatimah membangunkan suaminya, tapi Rendra belum terusik
"Mas, bangun dong" ucap Fatimah dengan lembut, Rendra membuka matanya sedikit dan melihat wajah istrinya ada di depan wajah dia
"Hmm, ada apa?" tanya Rendra dengan suara khas bangun tidur
"Perutku sakit" jawab Fatimah, otomatis Rendra langsung terbangun dengan posisi duduk, membuat Fatimah kaget, suaminya bisa bangun sendiri
"Mas, kamu bisa bangun sendiri" tanya Fatimah terkesima
"Maksudnya apa? aku ngga paham" jawab Rendra bingung
"Kamu duduk mas, tanpa bantuan siapa-siapa" ucap Fatimah melihat ke arah kaki Rendra
__ADS_1
"Hah... iya, kok bisa" jawab Rendra bingung dengan posisinya
SURPRISE... teriak Ayu dan Dito pegal mereka mengumpat
TUTTTT .... suara terompet kecil
Rendra dibuat semakin bingung.
"Ini ada apa?" tanya Rendra menatap kedua anaknya
"Selamat tambah tua ayah" jawab Dito senang
"Tambah tua?" tanya Rendra pelan
"Iya hari ini kan ulang tahun ayah, jadi selamat tambah tua dan selamat sisa umur ayah berkurang satu" jawab Ayu polos
"Emang iya ayah ulang tahun?" tanya Rendra pada dirinya sendiri
"Selamat tambah usia ya mas" ucap Fatimah lembut mencium pipi Rendra
"Bukannya kamu lagi marah sama aku?" tanya Rendra penasaran
"Iya sedang marah, tapi itu semua hanya becanda kok, ngga beneran, makanya kamu jangan baper-baper" jawab Fatimah pelan tertawa lucu melihat wajah Rendra
"Jahat banget becandanya seperti itu" ucap Rendra cemberut
"Maaf ya, lagian buat kamu emosi itu gampang banget" jawab Fatimah membersihkan mata Rendra
"Lalu Iqbal?" tanya Rendra ingat dengan Iqbal
"Kalo dia ngga ada dalam rencana ku sih" jawab Fatimah jujur
__ADS_1
"Berarti dia masih bisa ngejar kamu dong" ucap Rendra menatap Fatimah
"Ngejar gimana? apa iya bisa di tangkep? bisa aja sih kalo kamu ngga sembuh-sembuh" jawab Fatimah menggoda Rendra
"Aku pasti sembuh kok, besok kamu panggil Ustad Ryan lagi untuk mengobati aku" ucap Rendra semangat
"Nanti di obatin malah marah-marah dengan ustad Ryan, kan ngga enak ayah Bahri jadinya" jawab Fatimah pura-pura
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.
__ADS_1