BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Tanpa Judul


__ADS_3

Di Pesantren


"Ibu, Niko mau mengantarkan kunci toko pak Rendra, tadi siang pak Rendra mengundang kita ke rumahnya untuk makan malam bersama keluarga besar mereka" ucap Niko pada ibunya


"Itu kan keluarga besarnya sedang kumpul, untuk apa kita kesana, kita hanya orang luar, kamu tau sendiri belakangan ini ada yang bergosip, katanya ibu mendekati pak Rendra, ibu tidak ingin memicu sesuatu hal yang tidak benar" jawab ibu Niko


"Jadi Niko saja sendiri ya, ibu pulang kerumah hati-hati" ucap Niko


"Memang lebih baik kamu sendiri saja, mulut orang itu jahat nak, dengan mudahnya membuat asumsi yang tidak benar tentang ibu, makanya besok ibu mau cari kegiatan lain aja, menghindari pesantren" jawab ibu Niko


"Ibu tetap disini saja, toh antara ibu dan pak Rendra memang tidak ada apa-apa, lagian kalian hampir tidak pernah ketemu, hanya sesekali saja itupun kebetulan" ucap Niko menenangkan ibunya


"Iya, iya, sudah sana berangkat, sekalian ajak adikmu saja, ibu mau langsung pulang, Assalamualaikum" jawab ibu Niko


"Wa'alaikumsalam" jawab Niko pelan


Niko dan adiknya segera menuju rumah Rendra, berhubung rumahnya masih di lingkungan pesantren dan sangat dekat mereka berdua hanya berjalan kaki, sambil bercerita antara kaka dan adik pada umumnya.


Rumah Rendra & Fatimah


Papih Ammar, mama Alisha, Kyai Bahri, Ibu Yayi dan yang lainnya sudah tiba di rumah sederhana Rendra, mereka saling canda tawa bersama Rivan, karena Rivan selalu berceloteh lucu membuat yang lain ikut tertawa.


"Assalamualaikum" ucap Niko dan adiknya


"Wa'alaikumsalam, eh Niko, Nita sini masuk, mana ibu kalian" sahut Fatimah


"Ibu harus pulang lebih dulu, karena ada tamu dari kampung" jawab Niko berbohong


"Mari masuk, kita gabung dulu dengan keluarga yang lain ya" ucap Fatimah dan di anggukan oleh Niko dan Nita


Ruang Tengah


"Kalian datang juga, sudah pada makan belum?" tanya Rendra


"Heh, ki..ta sudah makan" jawab Niko terbata


"Pintar bohong kalian, sejak kapan kalian belajar berbohong, hemm" sahut Kyai Bahri


"Maaf pak Kyai" lirih keduanya


"Dito, kamu temani mereka berdua makan terlebih dahulu" panggil Rendra

__ADS_1


"Kenapa hanya kita berdua?" tanya Niko pelan


"Kami disini baru saja selesai makan, nah berhubung kalian telat, maka kalian makan lah, apabila malu nanti Dito akan meninggalkan kalian berdua di meja makan, tapi ingat makan yang banyak jangan malu ataupun sungkan ya" tutur Rendra


"Baik pak Rendra, oh iya ini kunci tokonya" jawab Niko sekalian memberikan kunci apotik Rendra


"Kuncinya saya terima ya, makasih" ucap Rendra


Niko dan Nita makan berdua di meja makan tanpa di temani, membuat mereka jauh lebih tenang, tanpa ada yang mengawasi.


"Mas Niko, ini beneran boleh dimakan semua menunya" tanya Nita ragu-ragu mau makan


"Tadi pak Rendra dan anaknya juga bilang begitu dek, ini rezeki untuk kita, makan saja ya, ingat jangan makan berlebihan berhentilah sebelum kenyang" jawab Niko dengan lembut pada adiknya


"Iya mas Niko, kira-kira boleh di bekal tidak untuk ibu, pasti ibu juga belum makan dirumah" ucap Nita sedih


"Mas Niko tidak tau, hari ini mas Niko dapat rezeki juga dari pak Rendra, kita beli saja makanan enak untuk ibu, lalu kita bilang bawa dari sini deh" jawab Niko tersenyum


"Makasih ya mas Niko, mas Niko selalu memperdulikan aku dan ibu" ucap Nita sedih


"Sudah jangan sedih, kita harus lebih banyak bersyukur dengan apa yang kita dapat setiap saat, ayo lanjut lagi makannya, tidak enak kalau terlalu lama di meja makan" tutur Niko


Perbincangan mereka di dengarkan oleh Fatimah, Fatimah juga yakin jika ibu mereka memang sengaja tidak mau datang karena merasa tidak enak, apalagi setelah adanya gosip yang bilang ibunya Niko janda genit sering menggoda laki-laki yang sudah beristri.


Fatimah masuk ke dalam dapur menemui Niko dan Nita.


"Enak tidak makanannya?" tanya Fatimah duduk di depan mereka


"Alhamdulillah enak sekali" jawab keduanya


"Alhamdulillah jika kalian suka, nanti sisanya di bawa pulang saja, disini juga tidak akan dimakan lagi sama kami, dari pada mubazir lebih baik kalian bawa" ucap Fatimah


"Terima kasih ibu Fatimah" jawab keduanya


"Bu Fatimah, tolong maafkan ibu saya apabila ada salah-salah kata ataupun perbuatan yang tidak sengaja maupun di sengaja, saya percaya, bahwa ibu saya tidak akan mungkin berani merusak rumah tangga ibu Fatimah dan pak Rendra" tutur Niko menunduk


"Jangan dipikirkan ya, jujur saya tidak berpikir sejauh itu sebenarnya, saya juga pernah berada di posisi ibu mu, jadi paham sekali bagaimana perasaan beliau saat ini, sudah jangan hilangkan semua pikiran buruk kalian" ucap Fatimah


"Sekali lagi terima kasih bu" sahut Nita


"Nita dan Niko tugasnya hanya satu, yaitu belajar dan jadilah orang sukses, angkat derajat ibu mu, buktikan pada orang kalau kamu bisa membahagiakan adik dan ibumu, tapi tidak boleh sombong saat kita berada di atas ya" ucap Fatimah mengingatkan

__ADS_1


"Baik, ibu Fatimah, saya akan terus belajar dan berusaha untuk ibu dan adik saya" jawab Niko semangat


"Bagus, lanjutkan makan kalian, setelah itu sisanya masukan ke box ini ya, untuk kalian bawa semua" ucap Fatimah memberikan beberapa box kosong dan bersih


Fatimah meninggalkan kaka dan adik itu, agar makannya lebih nafsu.


"Gimana mereka makan?" tanya Rendra


"Makan, tadi aku suruh mereka bawa semua makanan, tidak apa-apa kan?" jawab Fatimah


"Istriku memang terbaik" ucap Rendra mencium pipi Fatimah


"Hemm, dikamar kalau mau mesra-mesraan, disini masih ada anak dibawah umur" sahut papi Ammar


"Hahaha, kami tidak ngapa-ngapain kok pih" jawab Rendra tertawa lucu, sedangkan Fatimah menahan malu diledek mertuanya


"Kamu aja memang tukang nyosor, Ndra" ucap Papih tertawa


"Sama istri sendiri bebas dong pih" sahut Rendra


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2