BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Usaha Baru Rendra


__ADS_3

Sudah tiga bulan Rendra dan Fatimah hidup dengan kesederhanaan, mereka menikmati setiap momen yang ada, selama hidup sederhana memang yang terasa hanya tentang ekonomi.


Rendra dan Fatimah memang sudah punya kesepakatan untuk tidak memegang uang berlebihan, jadi beberapa atm dan kartu lainnya milik Rendra dititipkan pada mama Alisha.


Pada awalnya mama Alisha keberatan dan takut anak mantu dan cucunya hidup apa adanya, tapi setelah Fatimah dan Rendra meyakinkan, akhirnya mama Alisha menyetujui keinginan mereka.


Sedangkan Dito hidup bersama dengan papih Ammar dan mama Alisha, semenjak hidup dengan orangtua Rendra, Dito diajarkan bekerja di salah satu perusahaan papih Ammar setelah pulang sekolah.


Banyak pengalaman yang Dito pelajari selama bekerja di kantor papih Ammar, papi Ammar sengaja mengajarkan Dito tentang ilmu berbisnis, agar kelak Dito bisa membantu perusahaan papih Ammar, jika mengandalkan Rendra papih Ammar sangat tidak mungkin, yang pertama Rendra tidak pernah berselera menjalankan bisnis, dia selaku fokus pada ilmu kedokteran.


Selama sebulan ini Rendra membuka Apotik kecil kecilan, untuk membantu Fatimah, sebelumnya dia hanya fokus mengurus toko kue bersama sang istri. Rendra selama sebulan mengurus izin pembukaan apotik hingga terbit izinnya.


Menurut Rendra membuka apotik sangat berpengaruh, karena disini jauh dari rumah sakit, apotik atau toko obat lainnya pun sulit di jangkau. Apotik ini di kelola langsung oleh Rendra dan satu karyawan laki laki masih seorang santri.


Jika ada yang membeli obat Rendra melayani dengan ramah, bahkan jika sakitnya ringan ringan saja Rendra akan menyarankan ke obat herbal terlebih dahulu, dia juga tidak ingin orang orang tergantung pada obat kimia.


"Maaf pak Rendra, kalau bapak selalu menyarankan obat herbal bagaimana apotik ini akan laris?" tanya karyawan Rendra santri tersebut


"Bukannya rezeki itu sudah ada yang mengatur ya? lalu kenapa kita harus takut rezeki itu pindah ke tempat lain, kita ini berjualan dijalan Allah, tidak bisa dipungkiri juga apabila orang berjualan pasti ingin mendapatkan profit, tapi kita lihat kondisi juga, kalau sakitnya parah baru kita sarankan minum obat, tapi kalau hanya sakitnya demam, lebih baik kita pakai cara tradisional dulu saja" tutur Rendra tersenyum


"Assalamu'alaikum" ucap Fatimah


"Wa'alaikumsalam" jawab Rendra dan karyawannya


"Bunda kok kesini lagi, bawa Rivan pula" tanya Rendra dengan nada lembut


"Mau antar makan siang ayah, lagian kasihan Rivan kalau tidak di ajak, sekalian cari hiburan" jawab Fatimah


"Sini ayah gendong sayang" ucap Rendra mengambil Riva


"Bagaimana, lancar hari ini?" tanya Fatimah pada karyawan Rendra


"Alhamdulillah lancar bu, tapi si bapak jika ada pembeli selalu di sarankan pakai yang tradisional, akhirnya tidak jadi beli deh tuh orang" jawabnya mengadu pada Fatimah


"Pasti kan ada alasannya, bapa melakukan itu" ucap Fatimah terlihat akrab karena sudah mengenal karyawan Rendra dari kecil di pesantren

__ADS_1


"Ayah sudah jelaskan pada dia, alasannya, masih saja dia mengadu pada mu" sahut Rendra tertawa


"Di nikmati saja, yang terpenting kewajiban bapak pada mu terpenuhi dan kamu juga ingat kewajibanmu" ucap Fatimah pada Niko(karyawan/santri)


"Iya bu, Alhamdulillah Niko juga betah disini, ada pengalaman baru dan jadi paham tentang obat, semoga Niko bisa menyekolahkan adik Niko supaya jadi dokter" sahut Niko semangat


"Aamiin, adik mu masih SMP, beri dukungan terus padanya, supaya tidak hilang semangat" ucap Fatimah


"Siap bu" sahut Niko


"Kita makan bersama yuk Niko" ajak Rendra


"Bapa sama ibu duluan saja, Niko jagain disini, biar gantian pak" jawab Niko


"Baiklah, jika ada yang beli info dulu seperti biasa ya, jangan langsung dikasih obatnya, walaupun dia membawa resep sekalipun" ucap Rendra mengingatkan Niko


"Oke pak bos, akan selalu ingat perintahnya" jawab Niko


Rendra dan Fatimah masuk kedalam Apotik, tempat untuk istirahat yang biasa digunakan Niko dan Rendra.


"Sebelum kesini dia duluan yang makan" jawab Fatimah menyediakan makanan


"Berarti bunda belum makan juga?" tanya Rendra menyelidiki


"Iya, kan bunda sengaja bawa makanan kesini supaya bisa makan bersama dengan ayah" jawab Fatimah


"Kenapa tidak makan duluan, ini sudah hampir lewat jam makan siang tau" ucap Rendra


"Tidak setiap hari, jadi tidak masalah juga dong" sahut Fatimah tersenyum


Rivan asik dengan mainannya, selama Fatimah dan Rendra sedang makan, Rivan itu anak yang ceria, dia murah senyum pada siapapun yang menurut dia orang itu tulus padanya.


"Ayah setiap hari Jumat sering libur apotiknya" ucap Fatimah melihat tulisan 'Jumat Libur'


"Sengaja, menurut ayah itu jumat tidak efisien waktunya, karena terpotong shalat jumat, jadi lebih baik Jumat libur di pakai untuk ibadah seharian deh" jawab Rendra

__ADS_1


"Ibadah seharian?" tanya Fatimah


"Maksudnya tambahan mengaji dan mencari ilmu agamanya di tambah di hari jumat, supaya Niko juga fokus di pesantren" jawab Rendra


"Alhamdulillah, oh iya katanya malam minggu Rama dan Ayu mau datang" ucap Fatimah


"Syukurlah, jika mereka punya waktu berkunjung, sekalian ayah juga ada perlu dengan Rama, dia kan pandai berbisnis" sahut Rendra memakan buah


"Ayah mau buka bisnis apa?" tanya Fatimah


"Belum tau, justru mau konsultasi dulu dengan Rama" jawab Rendra


"Insyaa Allah kalau kita usaha di jalan Allah itu dipermudah" ucap Fatimah


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2