
"Kalau Rivan mau duduk di belakang sendiri, nanti cemilannya buat Rivan semua, gimana?" rayu Rendra
"Benelan semua? ayah kan tukang bohong" jawab Rivan tidak percaya
"Kapan ayah bohong?" tanya Rendra
"Kapan ya" pikir Rivan
"Cepatan sini duduk di belakang" ucap Rendra gemas
Akhirnya Rivan mau duduk sendirian di bangku belakang, dia makan puding yang diberikan Fatimah dan juga beberapa cemilan lainnya.
"Makannya hati-hati ya, kalau tumpah semua mobilnya jadi kotor" ucap Fatimah mengingatkan anaknya
"Iya bunda" jawab Rivan
Fatimah kembali memejamkan matanya yang sudah mengantuk, Rendra membiarkan istrinya terlelap, Rendra juga menggenggam tangan istrinya.
Rivan tidak ada suaranya lagi, ternyata dia ikut terlelap, terpaksa Rendra yang membereskan bekas puding dan sampah bungkus wafer.
"Tidur juga tuh bocah" lirih Rendra senyum melihat anak istrinya terlelap
"Pak, nanti kita cari tempat untuk makan siang, kalau bisa berdekatan dengan masjid" ucap Rendra pada supirnya
"Baik Tuan" jawab supir
Rendra bosan di dalam mobil sendirian, tidak ada teman diskusi, dia pun memilih untuk tidur, karena perjalanan ke rumah Rama cukup jauh, memakan banyak waktu, kemungkinan mereka akan sampai sore hari atau menjelang magrhib.
Sekitar jam 11.30 siang, supir berhenti tepat di masjid, dan menunggu Rendra terbangun.
"Kita dimana?" tanya Rivan bangun lebih dulu dan duduk
"Tuan muda sudah bangun" sahur supir
"Ini dimana?" tanya Rivan mengintip dari kaca mobil
"Masih diperjalanan tuan, mau istirahat untuk shalat dulu" jawab supir
"Ayah bangun" ucap Rivan membangunkan ayahnya
"Hemm, ada apa?" tanya Rendra suara khas bangun tidur
"Tuh masjid, tadi disuluh shalat dulu" jawab Rivan polos
Rendra melihat jam yang melingkar di tangannya, dia pun duduk dengan normal melihat sekelilingnya.
"Pak supir kemana?" tanya Rendra pada Rivan
"Itu ayah, tuh lagi minum" jawab Rivan menunjuk ke arah warung kecil
"Rivan tunggu disini sama bunda, jagain bunda dulu, ayah mau ke warung itu" ucap Rendra
"Lipan ikut dong" jawab Rivan memelas
"Bunda sama siapa? masa ditinggal sendirian" ucap Rendra
Rivan menggoyangkan bundanya supaya bangun "Bunda bangun" ucap Rivan
"Ada apa nak?" tanya Fatimah pelan
"Lipan mau ikut ayah ke walung, bunda tunggu disini sendili ya, jangan nangis" ucap Rivan mengelus wajah bundanya
"Iya sayang" jawab Fatimah senyum
Rendra dan Rivan berjalan kearah warung menemui supirnya.
"Berhenti dari kapan pak?" tanya Rendra pada supirnya
"Baru saja pak, dari tadi cari masjid di pinggir jalan susah, akhirnya ketemu masjid ini, jadi saya berhenti saja" jawab supir
"Tidak apa-apa" ucap Rendra singkat
__ADS_1
"Ayah, Lipan mau itu" ucap Rivan menunjuk ciki
"Itu ada di dalam mobil sayang, lihat deh banyak disana" jawab Rendra
"Ini boleh tidak?" tanya Rivan mengambil biskuit stik
"Ambil dua saja, jangan banyak-banyak" ucap Rendra mengingatkan Rivan
"Iya ayah" sahut Rivan, Rivan duduk di bangku panjang dan memakan biskuitnya dengan santai
Fatimah melihat anak dan suaminya duduk di warung memutuskan untuk menghampiri, dan ingin membeli minuman yang hangat.
"Lagi nunggu apa?" tanya Fatimah duduk di samping Rivan
"Nunggu Dzuhur, habis shalat kita lanjutkan perjalanannya" jawab Rendra
"Bunda ini enak" sahut Rivan menunjukan makanan yang di beli
"Padahal jajanan mu banyak nak dimobil" ucap Fatimah
"Lipan mau disini bun jajannya" jawab Rivan
"Bunda mau sesuatu?" tanya Rendra
"Mau minuman hangat saja" jawab Fatimah
Rendra memesankan jahe susu untuk Fatimah.
"Bunda, minum Lipan ada di mobil" ucap Rivan
"Ayah saja yang ambilin" sahut Rendra dengan cepat
Hingga adzan dzuhur berkumandang Rendra dan Rivan bersiap untuk mengambil air wudhu sedangkan Fatimah sudah di dalam masjid bagian perempuan.
Fatimah keluar dari masjid lebih dulu, dia kembali duduk di warung yang tadi sambil bermain ponsel dan melihat ada panggilan tak terjawab dari Dito, Fatimah menghubungi balik.
π² Bunda
π² Dito
Wa'alaikumsalam, bunda sudah sampai mana?
π² Bunda
Masih jauh sayang, tadi bunda terlalu siang berangkatnya, adikmu banyak drama, sekarang lagi istirahat dulu untuk shalat
π² Dito
Misalkan sudah dekat, info ya bun
π² Bunda
Iya, nanti bunda kabari lagi
"Menelpon siapa?" tanya Rendra
"Dito, ini juga udahan telponnya" jawab Fatimah memasukan ponselnya ke dalam tas
"Mau makan dimana?" tanya Rendra
"Di mobil saja, bunda bawa bekal, pak supir kasih aja uang untuk makan dulu" jawab Fatimah
Rendra memberikan uang, dan menyuruh supirnya untuk makan dengan tenang, Rendra, Fatimah dan Rivan masuk ke dalam mobil, mereka makan bersama dengan menu yang di masak Fatimah tadi pagi.
Rivan di suapi, karena tidak mungkin dia makan sendiri, bisa-bisa berantakan dimana-mana nasi dan lain-lainnya.
"Bunda, Lipan kenyang" ucap Rivan masih menguyah makanan
"Ini botol minum Rivan, pegang baik-baik, tidak boleh tumpah" jawab Fatimah memberikan botol minum
"Makasih bunda" ucap Rivan
__ADS_1
Ternyata bukan hanya Rivan, Rendra juga disuapin Fatimah, bayi besar dan bayi kecil bersaing.
"Ayah mau tambah lagi tidak?" tanya Fatimah
"Cukup" jawab Rendra
Setelah selesai makan, Rivan membuat kehebohan dengan loncat-loncat dan bernyanyi tidak mengerti.
"Pak supil, lagunya ganti lagi" teriak Rivan
"Masa belum selesai lagunya sudah di ganti, jangan begitu dong" tegur Rendra pelan
"Lipan tidak suka sama lagunya" jawab Rivan
"Itu flashdisk lagu-lagu Rivan semua, masa iya Rivan tidak suka" ucap Rendra
"Masa sih" sahut Rivan berpikir, Rendra dan Fatimah hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rivan
"Lipan haus" ucap Rivan
"Tadi bunda kasih botol minum dimana" tanya Fatimah
"Sudah habis bun isinya" jawab Rivan
"Cepat sekali, itu full isinya" ucap Fatimah heran
"Nih punya ayah" sahut Rendra
Rivan meminumnya, dia benar-benar haus kebanyak teriak untuk bernyanyi.
"Bunda kita mau kemana? Lipan lelah" ucap Rivan
"Rivan bobo saja, jika lelah" jawab Fatimah
"Lipan mau pulang aja deh" ucap Rivan mau menangis
"Sini duduk dengan bunda" sahut Fatimah menenangkan anaknya
"Kasih mainan dia aja" ucap Rendra mencari mainan Rivan
"Mau pulang" sahut Rivan berkaca-kaca matanya
"Pak supir kita pulang ya" ucap Fatimah memberihkan wajah Rivan
"Tidak jawab pak supilnya" sahut Rivan
"Iya tuan muda, kita kembali pulang" jawab supir
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.
__ADS_1