BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Isi Flashdisk


__ADS_3

"Bunda lihat Dito sebentar, dia sudah ke kamar atau masih di teras" sahut Fatimah dan Rendra hanya menganggukan kepalanya saja sambil mencium wajah anaknya.


Fatimah mengecek Dito di teras rumahnya, ternyata Dito sudah masuk ke dalam kamar, Fatimah menuju ke dapur, memang sebenarnya dia ingin sekali membuat makanan, karena terhalang Rendra dia tidak membuatnya.


"Bibi sedang buat apa?" tanya Fatimah mendekati bibi


"Ini bu, bibi sedang buat cream sup jagung, bapak tadi minta dibuatkan" jawab bibi dengan ramah


"Papih Ammar?" tanya Fatimah lagi


"Pak Rendra, bu, bukan tuan besar" ucap bibi tersenyum


"Saya aja yang buat bi" sahut Fatimah mengambil alih spatula yang di pegang bibi


"Bibi aja bu, nanti bapak marah" ucap bibi takut


"Coba aja kalau berani marah sama bibi" sahut Fatimah santai "Bibi buat yang lain saja, biar cepat selesai" ucap Fatimah


Asik didapur Fatimah sampai lupa dengan suami dan anaknya di kamar.


"Ehhmmm" deheman


Fatimah dan bibi langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Ayah kok ke dapur bawa baby R" ucap Fatimah


"Sedang apa?" tanya Rendra datar


"Tadi habis buat cream soup, sekarang mau buat puding" jawab Fatimah jujur


"Di kamar ayah bilang apa?" ucap Rendra


"Bilang apa ya, bunda lupa" sahut Fatimah memikirkan sesuatu


"Terserahlah" ucap Rendra meninggalkan dapur


"Bu, lebih baik susul bapak, nanti bapak ngambek repot deh" sahut bibi tersenyum


"Ah iya, bibi bener juga, tolong lanjutkan buat puding ya bi kalau tugas bibi yang lain sudah selesai" ucap Fatimah mengejar suaminya


Rendra menggerutu kesal, karena perintahnya di abaikan oleh Fatimah. Rendra mengajak anaknya duduk di ruang tv.


"Nyebelin banget bunda mu, udah di larang buat ini itu masih aja melanggarnya" gerutu Rendra berbicara pada baby R yang tersenyum


"Ayah marah" tanya Fatimah duduk di samping suaminya, tapi Rendra diam saja


"Jangan marah dong" ucap Fatimah lagi


"Ayah kan bilang jangan melakukan apapun, kenapa masih di bantah juga sih" kesal Rendra menatap Fatimah

__ADS_1


"Iya maaf, bunda salah tapi tidak perlu harus marah ngambek begini kan" ucap Fatimah lembut


"Selalu begitu" sahut Rendra


"Masih marah, bunda tidak apa apa ayah marah, jangan salahkan bunda juga kalau tiba tiba bunda kesal dengan ayah dan marah dengan ayah" ucap Fatimah santai


"Suka suka kamu, bodo amat" sahut Rendra pergi ke dalam kamar


"Astaghfirullah, punya suami sifatnya begini amat ya, kasihan si amat selalu di libatkan" ucap Fatimah tertawa pelan


Dia menyusul suaminya ke dalam kamar, untuk menenangkan hati dan pikiran sang suami.


"Ayah, ini itu perkara sepele, jadi jangan di buat besar, kalau bunda mau bunda juga bisa memperbesar masalah yang ada saat ini, tentang tuh flashdisk" tutur Fatimah dengan lembut


Rendra yang mendengar kata Flashdisk menatap Fatimah dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kenapa lihatin bunda seperti itu, apa ucapan bunda ada yang salah?" tanya Fatimah menatap balik suaminya


"Tidak" jawab Renda membuang pandangan ke arah lain


"Ya sudah, bunda ke dapur ya, kasihan bibi, dia sudah berumur pasti cepat lelah" ucap Fatimah


"Terserah" jawab Rendra masih menggendong anaknya


"Ingat kita punya masalah yang lebih besar dari ini, jadi lebih baik ayah belajarlah mengontrol emosi, berhenti untuk marah marah dengan hal kecil, kita sama intropeksi diri masing masing" ucap Fatimah sebelum keluar dari kamarnya


Rendra hanya diam, dia ingat ada masalah besar di depannya tapi dia melupakannya begitu saja.


"Sayang ayah, kamu harus jadi anak yang hebat dan bisa melindungi bunda mu ya, jika suatu saat ayah tidak bisa lagi bersama dengan bunda mu, ingalah bahwa ayah akan selalu sayang dengan mu, jadilah anak soleh buat bunda mu bangga padamu ya nak" ucap Rendra pelan dan berkaca kaca


Rendra menuju lemari mengambil Flashdisk yang ada, dan dia mencoba melihat isi benda tersebut dengan perasaan yang tak karuan.


Ya Allah, apa benar ini video menjijikan milik ku. gumam hati Rendra


"Bismillah" ucap Rendra mulai memasukan flashdisk ke laptopnya


Setelah terbuka Rendra merasa kaget dan bingung.


"Kosong? tidak ada file satu pun" lirih Rendra "Apa yang sedang direncakan perempuan licik itu" ucap Rendra pelan


Rendra kembali menyimpan flashdisk dan laptopnya, dia kembali bermain dengan baby R yang sejak tadi hanya tertawa.


Flashback


Salah satu rumah ada wanita yang sedang duduk dengan anggun dan elegan.


"Joni" teriak perempuan itu


"Iya bos, ada apa" sahut Joni

__ADS_1


"Ini flashdisk kamu antar ke rumah Rendra, bilang isi flashdisk ini adalah bukti perselingkuhan Rendra dengan saya, kamu nyamar aja jadi kurir, saya ingin tau apa yang terjadi dengan keluarga itu setelah mendengan perselingkuhan" ucap bos perempuan


"Siap laksanakan bos, saya harus mantau rumahnya juga atau tidak bos" tanya Joni semangat


"Tidak perlu, kita sudah tau apa yang terjadi dia keluarga mereka tau, bahwa Rendra berselingkuh" jawab bos perempuan sangat percaya diri


"Kalau begitu saya jalan dulu bos" ucap Joni


"Sudah sana, husss... husss... jijik saya lihat kamu lama lama" sahut bos perempuan dengan jijik, itu semua membuat Joni kesal


Kurang ajar, kalau bukan karena orangtua mu aku juga ogah bekerja menjadi orang jahat begini, lebih baik aku periksa dulu isinya, kalau memang benar perselingkuhan lebih baik ku bakar aja. batin Joni kesal


Sebelum berangkat Joni pura pura masuk ke kamar dengan alasan ganti pakaian, di dalam kamar Joni melihat isi benda tersebut dan ternyata hanya video editan yang sangat terlihat jelas kurang rapih, Joni segera menghapus semua isi file nya.


"Biar puas tuh wanita jal***ng, tidak panter jadi anak bos besar, orangtua nya ahli agama dan selalu baik pada orang, tapi anaknya seperti iblis, terlalu murahan" ucap Joni pelan dan tersenyum


Joni keluar kamar dan menyalakan motornya hendak melaju ke tempat tujuan.


"Eh Joni" panggil bos perempuan


"Ya bos" Joni hanya menoleh


"Harus sampai tuh flashdisk, kalau bisa temui anaknya yang bernama Dito, dia akan mudah benci pada Rendra dan menyuruh ibunya pergi dari rumah itu" ucap bos perempuan tertawa masuk ke dalam rumah


"Percaya diri sekali tuh wanita ular" lirih Joni


Flashback End


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2