
"Emang ada hantu bisa jalan seperti ini" jawab Rendra berjalan bolak balik di depan Fatimah
"Kamu jalan" ucap Fatimah melihat Rendra
"Ya pasti aku jalan, masa ngesot" jawab Rendra bingung melihat Fatimah
"Maksud aku, eh maksud bunda, ayah bisa jalan tanpa kursi roda" ucap Fatimah pelan
"Kursi roda? ayah ngga butuh kursi roda sayang" jawab Rendra tiba-tiba dia berpikir dan ikut tersadar
"Tunggu, bukan kah ayah cacat?" tanya Rendra pelan
"Ayah tidak bisa berjalan bukan cacat" jawab Fatimah mengoreksi ucapan suaminya
"Sama aja, tapi sekarang berdiri tanpa alat bantu" ucap Rendra pelan
"Iya, ayah sudah bisa berjalan dan berdiri, tadi ayah ke kamar mandi jalan sendiri" jawab Fatimah membenarkan perkataan Rendra
"Ayah kembali normal?" ucap Rendra ngga percaya
"Alhamdulillah, ini semua kuasa Allah, disaat kita ikhlas menjalankannya, saat itu juga lah Allah memberikan keringanan untuk hambanya" jawab Fatimah dengan mata berkaca-kaca karena bahagia
"Alhamdulillah ya Allah" ucap Rendra langsung bersujud syukur dan berdoa dalam sujudnya
"Sayang aku bisa berdiri dan berjalan sendiri, tanpa kusri roda" ucap Rendra lagi memeluk Fatimah merasa sangat bahagia
"Semoga ayah selalu sehat terus" jawab Fatimah membalas pelukan Rendra
Rendra terus menciumi wajah istrinya saking bahagia.
"Ayah mau buat syukuran, boleh ya sayang?" tanya Rendra pada Fatimah
"Boleh, tapi dengan batasan-batasan ya, jangan terlalu berlebihan" jawab Fatimah lembut
"Makasih, selalu ada untuk ayah" ucap Rendra kembali memeluk Fatimah
"Bagaimana kalo kita shalat malam, ini semua hadiah yang Allah berikan untuk kita" jawab Fatimah lembut
"Ayo, ayah siap-siap dulu, bunda juga siap-siap" ucap Rendra membantu Fatimah untuk bangun dari duduknya
Pasangan suami istri itu shalat malam, tidak lupa juga mereka berdoa meminta ampun pada Sang Maha Kuasa atas segala dosa yang diperbuat dalam keadaan sengaja maupun tidak sengaja.
Setelah melaksanakan shalat malam, mereka berdua kembali beristirahat, tubuh Rendra merasakan lelah, memang kondisinya belum stabil, dan besok berencana akan ke rumah sakit terlebih dahulu pagi-pagi, memeriksakan kondisi Rendra.
Pagi hari Fatimah, Ayu dan Ibu Yayi mempersiapkan makanan untuk sarapan bersama.
"Bunda mau kemana? kok udah rapih" tanya Ayu menyiapkan piring
"Mau kerumah sakit, periksa kodisi ayahmu" jawab Fatimah santai, masih belum memberitahu ayahnya bisa berjalan
"Ayah sakit lagi kah, sampe harus di bawa ke rumah sakit" ucap Ayu panik
"Ngga sakit cuma mau kontrol aja, jangan panik gitu ah" jawab Fatimah santai
__ADS_1
"Kirain ayah sakit lagi" ucap Ayu bernafas lega
"Doain terus supaya ayah selalu sehat" jawab Fatimah lembut
"Aamiin, itu sudah pasti bun" ucap Ayu
"Berarti kita berangkat bareng dong bun?" tanya Dito duduk di bangku meja makan
"Iya kita berangkat bareng, soalnya supir papih Ammar lagi di pakai ngantar barang" jawab Fatimah
"Ayah masih dikamar bun, Dito yang panggil ya" ucap Dito melihat bundanya
"Silahkan" jawab Fatimah singkat
Dito berjalan ke kamar orangtuanya, dengan langkah semangat 45.
Tok...tok...tok...
Ceklek ... suara pintu
"Dito, ada apa sayang" ucap Rendra santai berdiri di depan Dito
"A...a...ay..ah, ber..diri" jawab Dito menjagi gagap
"Alhamdulillah, ayah sudah bisa berdiri" ucap Rendra merentangkan tangannya
"Ahh, Dito senang, ayah udah sembuh" jawab Dito memeluk Rendra
"Oh iya, Dito kan ke sini mau manggil ayah, untuk sarapan bareng, katanya ayah mau ke rumah sakit untuk kontrol" jawab Dito melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah dapur dimana meja makan itu terletak
"Ayah numpang ya dengan mobil kalian" ucap Rendra tersenyum
"Masyaa Allah" ucap ibu Yayi kaget melihat Rendra berdiri
"NeUmi kenapa sih" ucap Ayu masih belum menoleh ke belakang
"Ini benaran kamu nak" ucap NeUmi memegang tangan Rendra
"Iya bu, ini beneran aku, Rendra, mantu umi yang menyebalkan" jawab Rendra tersenyum
"NeUmi lihat ayah aja sampe bingung, emang ayah ha..." ucap Ayu terpotong kaget melihat ayahnya berdiri di belakang dia
"Ha, apa mba?" tanya Dito polos
"I...ini ayah Rendra" ucap Ayu mengabaikan pertanyaan Dito
"Iya sayang, ini ayah, kenapa pada kaget semua sih" jawab Rendra bingun
"Jelas kaget lah ayah, tiba-tiba ayah bisa berdiri, padahal tadi malam ayah masih menggunakan kursi roda" ucap Dito sambil minum air mineral
"Ini namanya kuasa Allah, bila Allah sudah bilang terjadilah, maka hal apapun akan terjadi" jawab Fatimah menuntuk Rendra dan yang lain untuk duduk
"Ayah Bahri ke mana bu?" tanya Fatimah pelan
__ADS_1
"Lagi Takziah kerumah temannya, di desa sebelah" jawab ibu Yayi lembut
"Hari ini ngga apa-apa kan ayah numpang sama kalian" ucap Rendra pada kedua anaknya
"Numpang? lah justru kita yang pakai mobil ayah, kita yang numpang ya dek" jawab Ayu santai
"Itu kan sudah ayah berikan untuk kalian berdua, jadi ayah harus izin dengan kalian" ucap Rendra minum teh
"Sarapan dulu, nanti keburu kesiangan kalian sekolahnya" ucap Fatimah menyediakan nasi dan lauk dipiring Rendra
"Siap bunda" jawab Ayu dan Dito
"Bu, nanti takut datang kesini telat, ustad Ryan minta tolong tunggu aja ya bu" ucap Fatimah pelan
"Loh, Rendra kan sudah bisa jalan, ustad Ryan untuk apalagi ke sini" tanya Ibu Yayi bingung
"Mas Rendra katanya mau kasih sedikit hadiah untuk ustad Ryan dan temannya" jawab Fatimah melihat ke arah Rendra
"Rendra bisa begini juga kan atas usaha nya ustad Ryan bu, jadi mau kasih sedikit kenang-kenangan aja buat ustad Ryan atas jasanya" sahut Rendra menyetujui apa yang Fatimah katakan
"Ibu mau rahasiakan dulu ah, ke ayah kalo Rendra bisa jalan, ibu paling hanya bicara Rendra kontrol ke rumah sakit" ucap Ibu tersenyum
"Itu terserah ibu deh, yang penting titip pesan aja untuk ustad Ryan, jangan sampe lupa bu, nanti malah pulang ustad Ryannya" jawab Fatimah
"Iya...iya, ibu ngga setua itu kali, masa iya cepat lupa" ucap ibu merajuk
"Bisa aja NeUmi khilaf jadinya lupa, bagaimana?" ledek Dito pada nenenya
"Ih dasar, cucu nene yang satu ini selalu aja rajin ngeledek" ucap NeUmi mencubit pipi Dito
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.
__ADS_1