
"Aman, mandi ah" lirih Dito masih terdengar oleh Fatimah
"Apanya aman?" tanya Fatimah heran
"Aman masih keburu shalat berjamaah dengan yang lain" jawab Dito nyengir
"Kalian berdua pulang dari pasar pada aneh" ucap Fatimah
"Oh iya bun, ini adik ku, mana dia" sahut Dito mencari adiknya
"Adik mu, lagi dikamar sama nenek Alisha" jawab Fatimah santai
"Hah, mama kesini sama siapa?" tanya Rendra kaget mendengar ada orangtuanya di rumah kecil dia
"Sama papih, tapi papi sudah berangkat ke masjid dengan ayah Bahri" jawab Fatimah
"Ayo, Dito bersih bersih setelah itu lari ke masjid" ucap Rendra
"Dito dulu yang mandi, ayah mandinya lama" sahut Dito
"Ayah dulu, kamu yang lama mandinya" ucap Rendra
Rendra dan Dito jadi perebutan kamar mandi, mama Alisha yang mendengar keributan menghampiri.
"Berisik sekali, ada apa?" tanya mama Alisha
"Ayah tidak mau mengalah nek, ini sudah mau maghrib" jawab Dito
"Harusnya kamu yang ngalah, ayah kan lebih tua harus ke masjid duluan, masa iya ayah yang telat" ucap Rendra membela diri
"Tapi Dito juga kebelet ayah" sahut Dito
"Astaghfirullah, masih pada berdebat disini, bukannya cepatan mandi" ucap Fatimah dari belakang membawa keranjang pakaian baju yang habis di jemur
"Ayah mau mandi, tapi Dito tidak mau mengalah" ucap Rendra
"Yang seharusnya mengalah ayah dong, bukan Dito" sahut Dito
"Debat lah sampe tuh adzan terdengar" timpal mama Alisha kesal
"Dito mandi dirumah KeAbi saja sana" ucap Fatimah menengahi
"Bener tuh, Dito mandi sana aja" sahut Rendra masuk ke dalam kamar mandi
Dito menatap Fatimah. "Masih mau lihatin bunda begitu, dan mengabaikan adzan yang akan di kumandangkan sebentar lagi" ucap Fatimah
Dito berjalan santai keluar rumah dan menuju rumah kakeknya.
"Kenapa harus Dito yang mandi dirumah KeAbi" gerutu Dito kesal
Selesai shalat Maghrib Dito tidak langsung pulang ke tempat Fatimah, tapi dia pulang kerumah kakenya, Dito juga makan di rumah kakeknya.
"Kenapa cucu ku ada disini yang satu" ucap kyai Bahri
"Numpang makan" jawab Dito tersenyum
"Bunda tidak masak, sampai kamu numpang makan disini" ledek kyai Bahri
"Tadi Dito numpang mandi disini, berarti Dito numpang makan disini, setelah itu Dito juga numpang tidur disini" jawab Dito
"Jangan pundungan, tidak baik" ucap kyai Bahri mengelus kepala Dito
__ADS_1
"KeAbi sudah makan?" tanya Dito sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya
"Belum, ini mau makan, tapi jatah kakek di makan sama kamu" jawab kyai Bahri becanda
"Bukannya bilang dari tadi ini jatah keabi, emang neumi kemana?" tanya Dito tidak enak
"Makan lah, jatah kakek masih ada, nene mu biasa lagi bantuin tetangga" jawab kyai Bahri menyedokan nasi ke piringnya
Rumah Rendra dan Fatimah
"Dito mana?" tanya papih Ammar
"Belum pulang dari masjid" jawab Fatimah memang tidak tau apa apa
"Belum pulang? dia pulang awal, papih lihat sendiri tadi" ucap papi Ammar bingung
"Tapi tidak ada di sini, kemana dia?" sahut Fatimah memikirkan Dito
"Mungkin saja ke rumah kyai Bahri" timpal mama Alisha
"Masa iya dia kesana, tadi dia bilangnya mau main sama Rivan" ucap Fatimah
"Pas Rendra dan Dito perebutan kamar mandi, kamu meminta Dito untuk mandi disana, dan tadi mama lihat juga dia mukanya seperti bete begitu, bisa sajakan dia memang lagi badmood" sahut mama Alisha
"Fatimah susul Dito dulu, papi sama mama makan duluan saja" ucap Fatimah berjalan cepat ke rumah kyai Bahri
"Ada ada saja deh" ucap papi Ammar
"Begini kehidupan rumah tangga anak kita pih" sahut mama Alisha tersenyum
"Fatimah mana?" tanya Rendra menggendong Rivan
"Sedang apa dia disana?" tanya Rendra duduk di bangku meja makan
"Ngambek" jawab mama Alisha dengan santai
"Kenapa?" tanya Rendra penasaran
"Karena disuruh mandi dirumah kyai Bahri tadi sebelum maghrib, sudah jangan bertanya lagi, kamu sama papih makan duluan, Rivan mama yang pangku" jawab mama Alisha
"Gitu doang kok sampe ngambek" ucap Rendra pelan
"Lagian kamu tuh harusnya mengalah saja sama anak, ini anak di ajak debat" sahut papi Ammar
"Ujung ujungnya salah Rendra" ucap Rendra
Rumah Kyai Bahri
"Assalamu'alaikum" ucap Fatimah
"Wa'alaikumsalam" jawab Dito dan kyai Bahri dari arah dapur
"Dito makan disini?" tanya Fatimah
"Iya" jawab Dito singkat
"Bunda nungguin kamu dirumah" ucap Fatimah
"Numpang mandi, numpang makan, numpang tidur" sahut Dito
"Jangan bicara begitu, tidak enak sama ayah nanti, ayo pulang" ucap Fatimah
__ADS_1
"Tanggung lagi makan, bunda duluan saja" sahut Dito
"Tolong dong nak, disana kan juga ada kake Ammar dan nene Alisha, kalau kamu di sini terlihat tidak menghargai kedatangan mereka, kamu akan tinggal dengannya" ucap Fatimah
Dito mengambil selembar kertas nasi, lalu dia menungkan makanan yang ada di piringnya lalu dia bungkus dan berjalan keluar lebih dulu.
"Wajar, namanya anak anak ya begitu sikaf dan perilakunya, jangan pakai emosi" ucap kyai Bahri mengingatkan anaknya
"Iya, ayah makan sendiri? gabung saja sama kami dirumah" sahut Fatimah mengajak ayahnya yang sendirian dirumah
"Ayah sudah biasa, kembali sana kerumah mu" ucap kyai Bahri
Dito sudah sampai dirumah orangtuanya, duduk dan menuangkan nasi yang tadi dia bawa.
"Bawa apa?" tanya mama Alisha
"Nasi sama ikan dari rumah keabi" jawab Dito
"Disini banyak lauk kenapa harus bawa darisana?" tanya papi Ammar
"Lagi makan diajak pulang sama bunda, ya sudah aku bungkus makanannya" jawab Dito tanpa melihat yang diajak bicara
Fatimah datang dan duduk di samping suaminya. Makan malam ini terasa canggung untuk Dito, tidak seperti biasanya.
"Dito ke kamar duluan ya" ucapnya dan berjalan ke kamar
"Dasar anak anak, kalau lagi manja, manja sekali, tapi kalau lagi badmood susah untuk dibujuk" tutur mama Alisha
"Ayu gimana kabarnya?" tanya papi Ammar mengganti topik pembicaraan
"Alhamdulillah, dia di rumah Rama baik baik saja, sore habis videocall sama dia" jawab Fatimah
"Syukur, semoga rumah tangga Rama dan Ayu ringan ringan saja deh, kangen juga dengan Ayu, lalu toko kue yang disini bagaimana?" ucap papi Ammar
"Masih dia kelola dibantu Rama, mereka hanya sesekali kontrol" jawab Fatimah
"Rama memang pandai berbisnis jadi mudah bagi dia mengandalkan karyawan kepercayaannya untuk membantu" ucap papi Ammar
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.
__ADS_1