
"Mas Iqbal, maaf sebelumnya, saya akan panggilkan ayah Bahri, katanya kan mas Iqbal ingin bela sungkawa, lebih baik bertemu dengan ayah" ucap Fatimah santai di samping Rendra
"Eh, iya boleh, sudah lama juga ngga bertemu Yayi, suamimu sudah lama cacat" tanya Iqbal menyindir
"Siapa yang cacat, otak anda tuh yang cacat" bentak Rendra menatap Iqbal tajam
"Lihat lah dirimu sendiri, apa namanya kalo bukan cacat, duduk di kursi roda ngga bisa jalan" jawab Iqbal santai sinis
"Kurang ajar anda.." teriak Rendra emosi
"Sudah cukup, mas Iqbal, saya rasa ucapan mas Iqbal ngga pantas diontarkan, secara mas Iqbal pernah menjadi santri, jangan mempermalukan nama pondok yang mas Iqbal menimba ilmu, karena ucapan mas Iqbal" ucap Fatimah kesal mendengar Iqbal bilang Rendra cacat
"Dito" panggil Fatimah sedikit teriak
"Iya bu ada apa? sebenyar Dito otw ke bawah" sahut Dito dari lantai atas
Fatimah marah menakutkan juga ya. Batin Rendra bergidik
"Ada apa bu?" tanyq Dito di depan Rendra
"Antar teman ayah Siqid ini, ke tempat KeAbi, ada di aula" jawab Fatimah menatap anaknya tanpa melihat ke Iqbal
"Ibu, temani ayah dulu, nanti bilang sama Ayu tolong buatkan minuman hangat untuk ayah" ucap Fatimah lagi, mendorong kursi roda Rendra
Kamar Fatimah
"Dia siapa sih?" tanya Rendra melihat Fatimah
"Aku kan tadi sudah bilang, dia teman mas Sidiq" jawab Fatimah tenang
"Sepertinya dia suka sama kamu" ucap Rendra berpikir, Fatimah menoleh ke suaminya
"Itu urusan dia, bukan urusan aku" jawab Fatimah memberikan vitamin untuk Rendra
"Kalo dia berusaha terus untuk mendapatkan kamu, sampai kamu yakin padanya, apalagi aku cacat, apa akan meninggalkan aku?" tanya Rendra mulai ngaco
"Apa serendah itu aku dimata kamu?" tanya balik Fatimah malas menanggapi suaminya
"Ngga ada sama sekali niat aku merendahkan kamu" jawab Rendra bingung
"Terserah kamu lah mas" ucap Fatimah meninggalkan Rendra dikamar
Apa dia marah sama aku. Batin Rendra
Dapur
"Ibu tadi minta Ayu buatkan minum untuk ayah?" tanya Ayu lagi membuat lemon tea
"Iya, biar tubuh ayah lebih segar aja" jawab Fatimah tenang
__ADS_1
"Sayang" panggil Rendra masuk ke dalam dapur
"Halo ayah, tadi Ayu mau ke kamar kata KeAbi ayah habis di obati dengan ustad Ryan" sahut Ayu menyapa ayah sambungnya
"Iya, Alhamdulillah, bagaimana sekolah kamu, apa ada yang mengusik dan mengganggu?" tanya Rendra lembut
"Alhamdulillah pengobatan ustad Ryan berhasil, buktinya ayah bisa bicara dengan jelas, disekolah ngga ada kok yang ganggu" jawab Ayu jujur
"Sayang" panggil Rendra lagi pada Fatimah
"Ada apa?" jawab Fatimah tanpa melihat Rendra, dia sibuk menuangkan air pada gelas-gelas kosong di meja makan
"Ayah nih Ayu buatkan lemon tea, dijamin segar, Ayu mau lanjut lagi ke pondok" ucap Ayu memberikan segelas lemon tea dan meninggalkan Rendra
"Makasih Ayu" jawab Rendra tersenyum, Ayu meninggalkan dapur
"Sayang jangan marah, aku berani sumpah, ngga ada maksud untuk merendahkan kamu, kalo aku bohong dengan ucapanku, seumur hidup aku rela menjadi laki-laki cacat" ucap Rendra ngga kuat bila Fatimah marah
"Aku cacat seumur hidupku dan kamu minta pisah sama aku kalo ngga kuat, akan aku kabulkan demi kebahagiaan kamu" ucap Rendra lagi bingung istrinya masih diam
Karena ngga ada jawaban apapun dari Fatimah membuat Rendra sedih, dan pikirannya traveling kemana-mana.
Apa iya Fatimah akan minta pisah sama aku, apa Fatimah bosan denganku, apa Fatimah bla...bla. Gumam Rendra dalam hati penuh pertanyaan
"Baiklah jika kamu memang ngga mau bicara dengan ku, aku cukup sadar diri kok" ucap Rendra meninggalkan Fatimah di dapur, Fatimah masih diam saja sibuk dengan urusan dapur, bukan sibuk dengan ucapan suaminya.
Rendra berusaha pindah dari kursi ke tempat tidur, dengan susah payah, dengan berkeringat dingin.
Ceklek ... pintu kamar terbuka
"Ayah, kita makan malam dulu yuk" ucap Dito mendekati Rendra
"Kalian makan aja duluan, ayah ingin istirahat" jawab Rendra dengan wajah masih memerah
"Muka ayah merah banget, ayah sakit ya" tanya Dito khawatir
"Ayah baik-baik saja, ayah cuma ingin istirahat lebih lama" jawab Rendra tenang
"Makanannya Dito bawa ke sini ya, ayah makan dikamar aja, aku panggil ibu dulu" ucap Dito berlari keluar kamar
"Itu anak kenapa harus panggil Fatimah sih" ucap Rendra lemes, tenaganya habis untuk naik ke atas kasur doang
Ceklek ...
"Kamu kenapa mas?" tanya Fatimah memegang wajah suaminya
"Aku ngga apa-apa" jawab Rendra menjauhkan tangan Fatimah dari wajahnya
"Kalo baik-baik aja, muka kamu ngga memerah begini" ucap Fatimah menatap Rendra
__ADS_1
"Aku bilang baik-baik saja" jawab Rendra sedikit meninggikan suaranya
"Mau makan di kamar atau meja makan bareng dengan yang lain" tanya Fatimah lembut, dia paham suaminya pasti bete karena tadi dicuekin
"Ngga lapar, kalian makan aja duluan" jawab Rendra mencoba rebahan, Fatimah membantunya dengan hati-hati
"Makan dulu mas, minum obat baru istirahat" ucap Fatimah mengingatkan Rendra
"Aku ingin sendiri" jawab Rendra cepat
"Bicara yang jelas, ingin sendiri bagaimana?" tanya Fatimah pura-pura ngga paham
Rendra tidak menjawab Fatimah, Fatimah hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Ya sudah kalo memang ngga mau ditemani, nanti malam aku tidur dengan Ayu aja" jawab Fatimah memancing Rendra
Dasar istri nyebelin, orang mah dibujuk atau dirayu, ini malah mau ninggalin tidur sendiri. Gerutu Rendra dalam hati
Fatimah sengaja meninggalkan Rendra seorang diri di kamar, dan tidak membawa kan makanan untuknya. Kyai Bahri menanyakan keberadaan Rendra tapi Fatimah menjelaskan apa yang terjadi.
Kyai Bahri dan istri hanya senyum aja melihat ide jahil Fatimah untuk Rendra, Fatimah juga berharap ini hanya sebuah candaan buka keseriusan.
Dito dan Ayu sangat mendukung, dengan apa yang dilakukan oleh Fatimah, Dito semakin senang mendengar penjelasan ibunya.
Ayu langsung mempersiapkan rencana ibunya, yang akan di lakukan pada ayah sambungnya itu, Rendra memang terlalu labil menurut Fatimah, sedikit-sedikit ngambek dengan hal yang terkadang sepele
Semoga mas Rendra ngga beneran marah sama aku. Batin Fatimah
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.