
Malam minggu seperti biasa, Papih Ammar, mama Alisha dan Dito akan selalu datang berkunjung kerumah Rendra dan Fatimah, minggu kali ini Ayu dan Rama juga akan datang, jadi Fatimah mempersiapkan makanan kesukaan Ayu dan Dito, tidak lupa juga untuk yang lainnya.
Rivan kali ini ajak ke apotik bersama Rendra, Fatimah dan Ibu Yayi sibuk di rumah untuk menyambut tamunya, Rendra sengaja masih membuka apotik, baginya sekarang jika dia tidak membuka apotik maka tidak ada pemasukan dan pasti selalu ada pengeluaran.
Apabila ada yang beli, Rivan selalu meminta di gendong oleh Rendra, dia suka ingin tau anaknya, dan ikut-ikutan berceloteh, setiap Rendra menjelaskan obat pada pembeli Rivan selalu menujuk obat tersebut dan mengucapkan kata-kata yang Rendra belum paham.
Bahkan Rivan sering menatap wajah Rendra saat melayani dan Rivan tertawa, seolah-olah dia sedang meledek sang ayah, tapi itu semua membuat Rendra semakin gemas dengan anaknya yang terlalu aktif.
"Bluurrrhhhhhh" suara Rivan memainkan bibirnya
"Hai, ilernya nyembur semua ke wajah ayah nih" ucap Rendra membersihkan bibir Rivan
"Niko, kita buka sampai jam dua saja, karena anak-anak saya pada datang hari ini" sahut Rendra lagi
"Siap pak, saya juga mau Tahsin aja deh gabung dengan yang lain" jawab Niko
"Bagus itu, memanfaatkan waktu yang kosong dengan hal positif" ucap Rendra
Lalu Rendra mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar berwarna merah dan diberikan kepada Niko.
"Buat membeli kebutuhan mu dan adikmu, maaf ya bapak cuma bida kasih segitu" ucap Rendra mengulurkan tangannya memberikan uang tersebut
"Alhamdulillah, terima kasih ya pak, ini juga sangat bermanfaat buat saya adik dan ibu saya" jawab Niko senang
"Pergunakan dengan baik ya" ucap Rendra
"Iya pak, sekali lagi terima kasih banyak" sahut Niko memasukan uangnya ke dalam tas
"Bapak pulang duluan ya, kalau ada apa-apa telpon saja, pasti akan saya angkat" ucap Rendra
"Berarti nanti kunci apotik saya antarkan ke rumah bapak ya" tanya Niko
"Kan kamu mau tahsin di pesantren jadi bisa sekalian antar ke rumah saya kuncinya" ucap Rendra sambil membereskan kebutuhan lainnya
"Siap pak" jawab Niko tersenyum
"Oh iya, sekalian ajak adik dan ibumu ke rumah saya, ibumu kan bagian konsumsi di pesantren" ucap Rendra
"Tidak perlu deh pak, yang ada keluarga saya merepotkan keluarga bapak" jawab Niko tidak enak hati
"Hanya sekali, dan tidak setiap hari juga, hitung-hitung buat bantu istri saya, tidak apa-apa kan" ucap Rendra
"Insyaa Allah ya pak" jawab Niko bingung
"Saya duluan ya, Assalamualaikum" ucap Rendra
"Wa'alaikumsalam, hati-hati pak, bawa motornya" jawab Niko sedikit teriak karena Rendra sudah melajukan motor tersebut
__ADS_1
Selama diperjalanan Rendra mengajak anaknya berbicara, Rivan juga terlihat senang dalam gendongan Rendra seperti koala, Rendra sangat hati-hati mengendarai motornya, dia tidak ingin terjadi hal buruk pada sang anak.
"Rivan sudah besar mau jadi apa?" tanya Rendra
Rivan mendkngkakan kepalanya supaya melihat wajah ayahnya.
"Kenapa lihatin ayah begitu" tanya Rendra lagi
Lagi-lagi Rivan hanya tertawa dan bertepuk tangan, Rendra semakin gemas pada anaknya yang selalu bersikan konyol menurutnya.
"Sebentar lagi kita sampai rumah, Rivan tetap jadi anak baik ya, supaya bunda tidak repot" ucap Rendra
Rendra memarkirkan motornya, lalu masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum" ucap Rendra
"Wa'alaikumsalam, anak bunda sudah pulang" jawab Fatimah menghampiri suaminya
Rivan melihat bundanya langsung berjingkrak senang dan minta di gendong.
"Uluh.. uluh.. anak manjanya bunda, kangen bunda ya" ucap Fatimah
"Ayah juga kangen bunda" sahut Rendra mencium kepala Fatimah
Saat mencium kepala Fatimah Rivan menatapnya dengan berkaca-kaca.
"Anak ayah kenapa sedih" ucap Rendra membelai anaknya
"Oh, anak ayah ini cemburu ya, karena ayah mencium bunda" goda Rendra tertawa melihat tingkah anaknya
"Bunda sayang banget sama Rivan, jadi jangan sedih ya" ucap Fatimah menenangkan anaknya
"Bo-bo" sahut Rivan terbata
"Yuk bobo siang, memang sudah jadwal Rivan bobo" ucap Fatimah
"Bun, ada yang mau ayah ceritakan" timpal Rendra
"Dikamar saja, sekalian menidurkan Rivan" ucap Fatimah
Rendra dan Fatimah memasuki kamar, sedangkan ibu Yayi lagi pulang dulu kerumah menemani Kyai Bahri.
"Ayah mau cerita apa?" tanya Fatimah
"Tadi ayah kasih sedikit rezeki pada Niko, dan ayah juga mengundang Niko, adiknya dan ibunya untuk ikut makan malam bersama keluarga kita, tidak apa-apa kan?" jawab Rendra kembali bertanya
"Jika niat ayah memang ingin membantu dan positif ya tidak apa-apa, bunda setuju aja" ucap Fatimah dengan santai
__ADS_1
"Kamu tidak salah paham kan sama ayah?" tanya Rendra hati-hati
Fatimah mengeryitkan dahinya "Maksudnya salah paham itu bagaimana?" jawab Fatimah balik tanya karena tidak mengerti apa yang Rendra ucapkan
"Begini bun, maksud ayah bunda tidak berpikir ayah menyukai ibunya Niko kan?" ucap Rendra takut
"Kenapa sampai berpikir begitu, bunda tadi lurus-lurus aja loh mikirnya, tapi saat ayah mengucapkan itu bunda jadi bimbang sendiri" tutur Fatimah menatap Rendra dengan tatapan serius
"Jangan berubah pikiran dan bimbang dong bun" sahut Rendra
"Ayah yang membuka pikiran bunda, jadi secara tidak langsung pun bunda menangkap apa yang ayah katakan" ucap Fatimah
"Batalkan saja deh keluarga Niko datang ke sini" jawab Rendra semakin cemas
"Ayah benaran suka dengan ibunya Niko" tebak Fatimah semakin penasaran
"Astaghfirullah, demi tuhan ayah tidak suka dengannya, mana mungkin ayah menyakiti bunda, bunda jangan salah paham dulu, niat ayah tidak sampai kesana" ucap Rendra meyakinkan istri tercintanya
"Bunda cuma bisa berdoa agar ayah selalu di lindungi, dan diperkuat imannya" sahut Fatimah
"Aamiin, tapi bunda percaya dengan ayah dong" ucap Rendra
"Iya ayah, semoga juga kepercayaan bunda tidak diabaikan oleh ayah" jawab Fatimah
Lagi-lagi Rivan memeluk bundanya dan sangat menempel pada tubuh Fatimah, sepertinya Rivan takut kehilangan bunda tersayangnya.
"Ayah akan selalu menjaga kepercayaan yang bunda kasih, ayah bercerita seperti ini untuk terbuka aja dengan bunda, ayah juga takut nanti ada orang yang tidak suka dengan ayah lalu mengambil kesempatan itu" ucap Rendra sendu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.