BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Rama Rindu Ayu


__ADS_3

"Dengan kamu berduan dengan laki-laki hanya berdua Ayu, akan mempersulit Ayah Sidiq mendapatkan keinginannya, harusnya kamu sudah paham itu, jika anak adam selalu berdua tanpa ikatan halal maka ketiganya setan yang akan mendekati" bentak Fatimah pada Ayu yang sudah menangis


"Maafin Ayu bunda" jawab Ayu pelan


Ceklek .... suara pintu terbuka


"Ada apa ini Fatimah?" tanya Kyai Bahri pelan, Kyai Bahri tadi diberitahu oleh Rendra apa yang terjadi hari ini, jadi Rendra meminta tolong pada ayah mertuanya untuk menenangkan Fatimah, bukannya Rendra tidak ingin menenangkan Fatimah langsung, tadi dia mendengar kata Sidiq, jadi dia memilih mengurungkan niatnya untuk ikut campur


"Ngga ada apa-apa ayah" ucap Fatimah pelan, kaget melihat ayahnya datang


"Cucu KeAbi ini kenapa menangis begini" ucap Kyai Bahri memeluk Ayu


"Ngga..hikss... ngga apa kek" jawab Ayu sesegukan


"Fatimah, ayah ingin bicara, hanya berdua denganmu" ucap Kyai Bahri berjalan keluar lebih dulu.


Ternyata Kyai Bahri membawa Fatimah keruang baca pribadinya.


"Jangan terlalu keras dengan Ayu, apalagi ini pertama bagi Ayu kamu memarahinya" ucap Kyai Bahri tenang


"Fatimah hanya tidak ingin Ayu salah jalan ayah" ucap Fatimah menunduk tidak berani menatap Kyai Bahri


"Ayah tau keinginan kamu dan Sidiq, tapi ini juga pertama bagi Ayu berintraksi dengan lawan jenis, kita nasehati baik-baik, jika memang meraka hanya mengobrol biasa, bisa kamu sarankan untuk menemui kamu dulu dan ngobrol dirumah, kasihan Ayu" sahut Kyai Bahri


"Selama ini Ayu pun tidak bercerita kalo dia bertemuan dengan teman mas Rendra itu, jadi Fatimah emosi ayah" jawab Fatimah pelan


"Sekarang kamu bicarakan sama Ayu baik-baik, jangan ungkit Sidiq lagi, ngga enak dengan Rendra yang notabennya adalah suami mu" ucap Kyai Bahri meninggalkan Fatimah


Fatimah kembali ke kamar Ayu, dan memeluk Ayu dengan erat


"Maafin bunda ya sudah memarahi Ayu" ucap Fatimah pelan


"Iya bunda, Ayu yang minta maaf, karena melakukan kesalahan" sahut Ayu masih memangis, Fatimah melepaskan pelukannya dan menghapus airmata Ayu yang masih deras mengalir


"Jangan nangis, lain kali, jika memang ada hal yang harus dibicarakan dengan Rama, Rama suruh aja datang kerumah dan bicara dirumah jangan diluar seperti tadi atau sebelumnya" ucap Fatimah pelan


"Maafin Ayu ya bunda" sahut Ayu memeluk kembali bundanya


"Sudah, jangan dipikirkan, dan jangan menangis lagi, turunlah kebawah, bunda udah buatin jus untuk kamu" ucap Fatimah lembut membelai kepala anaknya


Fatimah meninggalakan kamar Ayu untuk kembali ke kamarmya.


"Sudah beres dengan Ayu" tanya Rendra pelan


"Sudah" jawab Fatimah singkat


"Hei, ayah takut deh jadinya lihat bunda marah seperti tadi" ucap Rendra tersenyum

__ADS_1


"Takut kenapa?" tanya Fatimah bingung


"Iya, ternyata istri ku ini galak banget, sampe keluar tanduk" jawab Rendra meledek Fatimah


"Emangnya iblis apa ada tanduknya" ucap Fatimah cemberut


"Hahahaha, sudah pernah lihat iblis kah?" tanya Rendra tertawa


"Sudah di Tubetube" jawab Fatimah


"Sini peluk dulu" sahut Rendra memeluk Fatimah dengan kasih sayang


"Sayang banget sama bunda" ucap Rendra mengecup kepala Fatimah


"Oh iya, tadi kata panitia acara Khitan masal, lusa acara dilakukan, terpaksa di percepat, anak santri ada kegiatan lain" sahut Fatimah menatap Rendra sedikit mengadah ke atas


"Lebih cepat lebih baik bukan, berarti sekalian aja acara syukuran kesehatan untuk keluarga kecil kita, dan sedikit berbagi lah bagi yang benar-benar membutuhkan" ucap Rendra mendusel pipi Fatimah


"Makanannya catering kan?" tanya Fatimah pelan


"Iya dong, masa bunda yang masak, nanti istriku ini kecapean dan ngga bisa melayani suaminya dengan maksimal" jawab Rendra menggoda Fatimah


"Selalu begitu" sahut Fatimah malas


"Nanti malam boleh kan?" tanya Rendra membuat Fatimah malu


"Kira-kira berapa ronde ya? kan sudah terlalu lama" ucap Rendra senang menggoda Fatimah yang malu-malu


"Pikir aja sendiri" jawab Fatimah keluar dari kamar


"Hahahahaha, lucu sekali istri ku, tambah gemas" ucap Rendra tertawa melihat Fatimah menahan malu


Setelah kejadian itu Ayu mencoba menjaga jarak dengan Rama, dia tidak ingin bundanya marah dan salahpaham lagi padanya.


Rama melihat Ayu sedikit aneh menjadi bingung, terakhir ketemu hubungan keduanya masih baik-baik saja, bahkan Ayu juga bilang pada Rama agar tidak menemui di luar selain dirumah.


Entah perasaan seperti apa yang saat ini sedang Rama rasakan, disaat Ayu menjauh hatinya selalu merindukan Ayu, Rama mencoba meminta tolong pada Rendra, tapi jawaban Rendra selalu bilang "Datang aja kerumah, dan ngobrol dirumah".


Sejujurnya Rama belum bisa menyakinkan hati nya untuk Ayu, tapi dia merasa kehilangan tanpa adanya Ayu, membuat Rama fruatasi tidak bertemu Ayu.


Cafe


"Bro ngapain sendirian disini" tanya Haikal melihat Rama


"Lagi mumet" jawab Rama singkat


"Mumet mulu hidup lu" sahut Devan mengambil kentang Rama

__ADS_1


"Bingung sama hati dan perasaan gua?" ucap Rama memejamkan matanya


"Cerita yang jelas, biar kita paham" sahut Haikal


"Ho'oh, jangan setengah-setengah" timpal Devan memesan minum


"Ayu, anaknya Fatimah menghindar dari gua" jawab Rama pelan


"Ayu? lu ada hubungan?" tanya Haikal penasaran


"Ngga ada, tapi di saat dia menjauh hati gua galau, tapi gua masih cinta dengan Risa" jawab Rama mengenang masa lalunya


"Ya Allah Ram, Risa sudah mati, MATI Ram, bahkan jenazahnya aja tidak ditemukan, dan pihak polisi menyatakan Risa Sarita Wijaya meninggal dunia" ucap Devan sedikit emosi


Risa Sarita Wijaya adalah kekasih Rama dari jaman SMA hingga kuliah, tapi saat itu Risa melanjutkan pendidikannya di salah satu kota, saat Rama mencoba melamar Risa, Pihak keluarga Risa tidak menyetujui karena Rama bukan dari kalangan berada.


Akhirnya keluarga Risa membawa Risa keluar kota sementara, agar tidak bisa bertemu dengan Rama, namun naas saat perjalanan keluar kota mobil yang digunakan Risa mengalami kecelakaan hebat hinggat terplanting keluar pembatas dan masuk jurang hingga mobilnya hangus terbakar.


Saat itu Rama seperti orang gila kehilangan Risa, lambat-laun Rama bisa melupakan sedikit Risa dengan cara menyibukan kerja dan kerja agar menjadi orang sukses dan keluarga Risa bisa menerimanya sebagai menantu.


"Lupakan masa lalu, dan kejar masa depan Ram" sahut Haikal santai


"Jangan pernah lu menyakiti Ayu, dia adalah anak Rendra, sedikit aja lu sakiti Ayu, berurusan lu sama gua Ram" ancam Devan kesal melihat sahabatnya itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2