BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Keinginan Dito


__ADS_3

Tiga bulan berlalu, baby R sangat aktif dan murah tersenyum saat di ajak bercanda oleh siapapun, hal itu membuat Fatimah senang, karena anaknya selalu membuat orang lain gemas dengannya.


Rendra juga sudah seperti biasa melakukan aktifitas pekerjaannya sebagai dokter, yang terkadang pulang larut malam hingga subuh, semua itu Rendra jalankan demi masa depan anak anaknya.


Rama dan Ayu juga akan segera melangsungkan pernikahan sebulan lagi, mereka berdua sibuk mengurus segala macam yang dibutuh saat pernikahan mereka.


Dito entah kenapa banyak perubahan, sekarang Dito jauh lebih dewasa dari ucapan gerak gerik, Fatimah sempat diskusi dengan Dito kenapa dia bisa berubah seperti itu, jawaban Dito simple dia hanya ingin belajar tegas, disiplin hal apapun, agar menjadi orang sukses dan bisa juga melindungi keluarganya yang saat ini. Hal itu membuat Fatimah bangga dan senang, hanya saja dia seperti kehilangan sosok Dito yang manja.


Dari sudut pandang Fatimah dan keluarga yang lain, sifat dan sikap Dito saat ini sangat mirip dengan Rendra, bedanya hanya Dito tidak mudah ngambek atau marah pada masalah sepele jika dibandingkan Rendra, dia akan selalu memperbesar masalah yang ada dan mudah pundungan.


Dengan sikap Dito yang sekarang membuat papih Ammar senang, dia ingin sekali merekrut Dito untuk bekerja di kantornya nanti setelah lulus dan bisa belajar bisnis sambil kuliah, semua itu sudah di rencanakan matang matang oleh papih Ammar. Fatimah yang mendengar penuturan sang ayah mertua dia hanya tersenyum, mungkin saja memang Dito di takdirkan oleh Allah dengan cara yang berbeda dari yang lain.


Papih Ammar, mama Alisha, & ibu Yayi saat ini masih ada di rumah Rendra, mereka sedang menikmati suasana kebersamaan dirumah tamu, sedikit membahas pernikahan Ayu & Rama, sementara Kyai Bahri harus kembali kepondok banyak santri dan yang lain menunggu kehadiran beliau disana.


"Assalamu'alaikum" ucap Dito dengan nada pelan tapi datar


"Wa'alaikumsalam" jawab serempak


"Tumben masih jam sebelas siang sudah pulang nak?" tanya ibu Yayi saat Dito menyalimi dirinya


"Iya NeUmi, tadi lagi persiapan kelas dua belas jadi gurunya pada rapat semua, terpaksa murid dipulangkan lebih awal" jawab Dito mendekati papih Ammar


"Sini dulu duduk bareng kita" ucap papi Ammar tersenyum, Dito duduk disamping papih Ammar


"Dito seperti tidak bersemangat, ada apa?" tanya mama Alisha dengan lembut


"Kurang tau Eyang, sudah dua hari Dito ngerasa tubuh Dito lemes, padahal Dito sarapan minum vitamin yang dari ayah tapi tetap aja begini" jawab Dito santai


"Kalau ayahmu pulang, minta periksa sama dia, yang ringan ringan, cek darah, cek gula, semenjak kamu menengah kejurusan kan sering sekali Eyang perhatikan berangkat pagi jam enam, kembali ke rumah jam lima sore sama eskul segala macam, belum dirumah kamu belajar lagi, bisa jadi itu yang membuat kamu drop" jawab mama Alisha tenang


"Benar yang Eyang bilang, sebisa mungkin kurangi kegiatan yang ada saat ini, fokus aja terlebih dahulu sama sekolah dan bimbingan belajar yang lainnya" sahut papih Ammar menambahkan


"Baiklah Dito akan off sementara eskulnya, sampe tubuh Dito kembali Oke" ucap Dito

__ADS_1


"Eyang bangga sama kamu yang sekarang, jauh lebih dewasa dalam bersikap" sahut papi Ammar menepuk bahu Dito


"Terima kasih Eyang, Dito lakukan ini untuk keluarga ini juga kok, oh iya Dito mau mandi dulu dan mau temui bunda ya" ucap Dito sudah posisi berdiri


"Mandi biar segar dan segera temui bunda, habis itu nanti kita makan siang bersama" sahut mama Alisha


"Siap pak bos dan bu bos senua" jawab Dito berlari kecil menuju anak tangga


Satu jam sudah Dito membersihkan dirinya dan istirahat sejenak, Dia berlari kecil dari atas hingga ke lantai bawah dan menuju kamar bunda dan adiknya.


Tok .... tok ..... tok


"Assalamu'alaikum bunda" ucap Dito dengan nada lembut, berbeda apabila ke keluarga lain


"Wa'alaikumsalam, masuk saja nak, tidak dikunci" jawab Fatimah dari dalam kamar saat mendengar suara ketukan


Ceklek ... suara pintu


"Bunda apa Dito ganggu?" tanya Dito hanya memunculkan sedikit kepalanya


"Bunda sehat?" tanya Dito tersenyum


"Alhamdulillah bunda sehat, karena melihat anak anak bunda yang selalu sehat juga dan semangat" jawab Fatimah mengelus wajah Dito


"Dito senang mendengar bunda sehat, semoga bunda selalu sehat dan menemani sampe Dito menjadi orang" ucap Dito tegas


"Memang saat ini kamu bukan orang?" tanya Fatimah meledek Dito


"Maksud Dito itu sampai Dito menyelesaikan masa sekolah, lalu Dito bekerja dan membahagiakan bunda" jawab Dito rebahan di samping baby R


"Kebahagian seorang ibu sederhana kok nak, hanya dengan melihat anaknya bahagia dan sehat lahir batin, itu semua membuat bunda sangat sangat bahagia" ucap Fatimah mengelus rambut Dito yang kepalanya berada di pangkuan Fatimah


"Bunda, nanti setelah Dito lulus sekolah, Dito mau merantau boleh ya?" tanya Dito hati hati

__ADS_1


"Apa harus merantau?" tanya balik Fatimah menatap anaknya


"Iya bun, Dito ingin memulai semuanya benar benar dari bawah, supaya Dito bisa lebih menghargai yang namanya waktu, uang dan lain lain" jawab Dito yakin


"Jujur saja, hati keci bunda tidak ingin jauh dari Dito, tapi jika Dito yakin dengan keputusan Dito, bunda hanya bisa mendukung, paling terpenting apabila Dito jauh dari keluarga, satu harus Dito ingat, jangan lupa ibadah dan perkuat imanmu, hanya itu pesan bunda" ucap Fatimah dengan mata yang sudah berkaca kaca


"Bunda jangan khawatirkan Dito, insyaa Allah Dito akan selalu pegang nasehat nasehat bunda untuk diri Dito, dan Dito juga tidak mungkin menjelekkan nama bunda, KeAbi, dan yang lainnya" sahut Dito menenangkan perasaan bundanya


Dito bangun dari posisi tiduran menjadi duduk, lalu dia memeluk sang bunda menyalurkan rasa syukur memiliki bunda yang selalu ada untuknya.


"Buatlah ayah Sidiq bangga pada mu di alam sana, dengan prestasi yang kamu miliki, dan doakan selalu armahrum di setiap shalat mu" bisik Fatimah di telinga Dito dengan lirih dan meneteskan airmata


"Dito janji akan selalu membuat ayah Sidiq bangga pada Dito, Dito kangen ayah Sidiq bun, sangat kangen, ingin rasanya memeluk ayah Sidiq saat ini" lirih Dito yang ikut terisak di dalam pelukan sang bunda


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2