BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Keseruan


__ADS_3

"Ibu, Rendra mau coba gendong baby Rivan dong, tapi ibu jagain takut Rendra salah" ucap Rendra duduk di samping mertuanya


"Sini, kamu kan ayahnya jadi harus bisa gendong anak sendiri" sahut Ibu Yayi memberikan baby R pada Rendra dengan hati hati


"Pelan pelan bu, aku takut" ucap Rendra menggendong baby R dengan kaku


"Tenang aja, jangan kaku begini, biar anakmu nyaman, santai ya" sahut Ibu Yayi menengkan Rendra


"Halo anak ayah, sudah minum susu belum?" tanya Rendra bahagia bisa dekat dengan anaknya seperti saat ini, Baby R tiba tiba tersenyum dengan mata terpejam, membuat Rendra gemas


"Hai kaka ipar, apa kabar?" tanya Nabila memeluk Fatimah


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana? terlihat tirus nih pipi" jawab Fatimah menggoda Nabila


"Aku ga nafsu makan, setiap hari ribut dengan papih, apa sih salah aku" ucap Nabila pura pura sedih


"Memang kamu saja yang menyebalkan, jadi papih mu kesal" sahut Fatimah meledek


"Kirain mau disayang sayang, atau di manja, tau nya di jatuhkan juga, jahat" ucap Nabila cemberut


"Semakin jelek kalau cemberut" sahut Fatimah tersenyum


"Aku cantik loh kaka Ipar, kurang apa aku" ucap Nabila duduk di sisi Fatimah


"Kurang mu hanya satu kok" jawab Fatimah menaik turunkan alisnya


"Apa?" tanya Nabila penasaran


"Kurang suami yang mendampingi kamu" jawab Fatimah tertawa


"Aku kira apaan, gimana mau nikah syaratnya banyak sekali dari papih, harus ini lah itu lah, di lihat bebet bobotnya, bebek goreng suka aku" ucap Nabila kesal


"Sabar, orangtua kan hanya ingin yang terbaik untuknya" sahut Fatimah


"Tapi tidak semua pilihan orangtua baik dan benar kaka ipar" ucap Nabila menatap Fatimah


"Haikal bagaimana?" tanya Fatimah


"Dia pernah datang melamar, tapi sama papih di usir" jawab Nabila lesu


"WHAATTTTSSS....., Haikal melamar kamu lalu di usir?" tanya papih Ammar terkejut, Nabila jadi panik dia lupa disini banyak keluarga yang lain


"Eh... be..gini Pih" ucap Nabila bingung


"Bicara yang benar" sahut Papih Ammar tegas


Nabila menunduk sedih, karena semenjak kejadian itu Haikal tidak bisa di hubungi.


"Haikal kerja ke Taiwan loh" ucap Rendra menimbrung


"Taiwan? jauh sekali" tanya papih Ammar semakin dibuat penasaran


"Katanya mau bekerja disana agar mendapat uang yang cukup untuk melamar Nabila, aku sudah bilang jangan terlalu dipikirkan, tapi dia ingin sukses disana_ jawab Rendra santai, karena dia menggendong anaknya

__ADS_1


"Aku boleh minta kontaknya tidak, Rend?" tanya Nabila berharap


"Cek aja di ponsel, tuh tas ku di samping Fatimah" jawab Rendra tersenyum pada anaknya


Fatimah melihat tas Rendra yang diduduki Nabila, dia memberika ponsel Rendra pada Nabila, agar Rendra yang membuka ponselnya tersebut.


"Nih ponselnya" ucap Nabila memberikan ponselnya


"Minta tolong Fatimah aja, dia tau kodenya, aku lagi gandong baby R" sahut Rendra


"Ih Ribet, nih kaka ipar" ucap Nabila memberikan ponsel Rendra


Dengan Ragu Fatimah mengambil ponsel Rendra dan mencari kontak yang dituju.


"Cari aja namanya Bro Haikal" ucap Rendra tiba tiba


Fatimah mengetik yang diucapkan suaminya, lalu memberikan kontak tersebut pada Nabila.


"Fatimah, tolong kirim ke papih juga ya" sahut papih ingin bicara langsung dengan Haikal


"Mas Rendra, nama papih di kontak kamu apa?" tanya Fatimah


"Ketik aja Bro Jelek" jawab Rendra nyengir


"Astaghfirullah, nama orangtua di simpan begitu" ucap papih bertolak pinggang


"Maaf pih, khilaf" sahut Rendra


"Jelas jelas sikap dan sifatnya mirip kamu" jawab mama Alisha


"Mirip mamihnya dia" sahut papih gemas


"Iya aku memang mirip mamih, oh iya aku belum ke makam mami, mungkin nanti saja deh setelah Fatimah pulang" ucap Rendra baru sadar dia belum berkunjung ke makan mamih dan adiknya


"Fokus dulu aja sama Fatimah dan anak anak, mamih mu pasti akan mengerti kondisi kamu sekarang" sahut papih tenang


"Iya nanti aja setelah dede 40 hari ya baru ikut dengan ayah ke makam mamih Nasya dan aunty Nisya" ucap Rendra pada anaknya


"Kok mamih sih baby manggilnya?" tanya Nabila bingung


"Iya, boleh kan anak kita panggil mamih Nasya dengan sebutan mamih?" tanya Rendra berjalan mendekat ke Fatimah.


"Boleh kok" jawab Fatimah mengelus kepala anaknya


"Nanti aku kalau punya anak namanya Nasya ya?" ucap Rendra menatap Fatimah


Mendengar ucapan suaminya Fatimah hanya tersenyum dan menganggukan kepala tanda setuju, dia tau suaminya sedang rindu dengan sosok mamih Nasya.


"Ini aja belum besar udah mikirin anak selanjutnya" protes Nabila dengan malas


"Lah suka suka aku dong, yang buat kan aku dengan Fatimah, kalau kamu mau cepetan Nikah sono" jawab Rendra santai


"Awwss, sakit" teriak Rendra tiba tiba, karena Fatimah mencubit perut Rendra

__ADS_1


"Bicara yang baik dan benar" ucap Fatimah malu


"Itu udah benar kok, emang ada yang salah" sahut Rendra meringis


"Kamu ini, ingat istri kamu habis operasi, jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa hamil lagi" ucap mama Alisha mengingatkan Fatimah dan Rendra


"Rendra udah bicara dengan dokter yang menangani Fatimah, katanya Fatimah sehat dan masih bisa punya anak lagi, memang dokter juga bilang kasih jeda apabila mau punya anak lagi, tapi secara keseluruhan Fatimah sehat 100 persen" jawab Rendra tersenyum


"Astaghfirullah, udah konsul tentang itu dia" ucap papih kaget mendengar Rendra menjelaskan


"Iya lah, kan aku mau memperbanyak anak dengan Fatimah, bolehkan sayang?" tanya Rendra tersenyum manis


"Sudah ah, ingat istrimu belum bersih, jadi jangan di sentuh" ucap mama Alisha tegas


"kata siapa istriku belum bersih, dia itu selalu bersih tau" sahut Rendra tidak terima


"Ya Allah, sabarkan aku" ucap papih Ammar membuat yang lain tertawa


"Maksud mama kamu tuh, istrimu kan habis melahirkan, jadi ada masanya, di saat istrimu haid itu kita sering bilang istri belum bersih, dan suami juga tidak boleh berhubungan terlebih dahulu, sama hal dengan saat ini" sahut Ibu Yayi memberi pengertian pada Rendra


"Oh begitu, kirain mama Alisha nuduh istriku kotor" ucap Rendra menatap mama Alisha


Dengan rasa gemas mama Alisha menjewer kuping Rendra, membuat dia terpekik kesakitan.


"Mam, aku lagi gendong baby, nanti jatuh" ucap Rendra sambil meringis agar mama nya melepaskan capitan di telinganya.


"Selamat kamu lagi gendong baby, kalau tidak udah habis dengan mama" sahut mama Alisha


Fatimah melihat kuping suaminya memerah dia mengelusnya, agar rasa panas akibat capitan mamanya cepat menghilang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2