
Dito bangun dari posisi tiduran menjadi duduk, lalu dia memeluk sang bunda menyalurkan rasa syukur memiliki bunda yang selalu ada untuknya.
"Buatlah ayah Sidiq bangga pada mu di alam sana, dengan prestasi yang kamu miliki, dan doakan selalu armahrum di setiap shalat mu" bisik Fatimah di telinga Dito dengan lirih dan meneteskan airmata
"Dito janji akan selalu membuat ayah Sidiq bangga pada Dito, Dito kangen ayah Sidiq bun, sangat kangen, ingin rasanya memeluk ayah Sidiq saat ini" lirih Dito yang ikut terisak di dalam pelukan sang bunda
Fatimah semakin mengeratkan pelukannya, sejujurnya dia juga ada rasa rindu dan kangen pada almarhum suaminya yang pertama, tapi apa daya Allah lebih menyayangi suami pertama dan harus meninggalkan keluarga kecil nya yang masih di dunia. Kita hanya menunggu kapan takdirnya kita juga kelak akan di panggil oleh Allah SWT.
Tok ... tok ... tok... suara ketukan pintu
"Fatimah, mama boleh masuk sayang" panggil mama Alisha di balik pintu
Fatimah dan Dito segera membersihkan wajahnya sebelum menemui mama Alisha.
Ceklek .... suara pintu terbuka
"Eh, ada Dito ternyata, kirain masih istirahat dikamar" ucap mama Alisha mengelus wajah Dito
"Cucu Eyang lagi main ya sama abang Dito, bunda kamu mana" sahut mama Alisha lagi mendekati cucunya
"Bunda lagi di toilet Eyang" jawab Dito santai
Ceklek .... suara pintu terbuka
"Mama kesini pasti mau ngasih buah buahan sama Baby R ya" ucap Fatimah menghilangkan rasa sedihnya
"Iya dong sebelum makan wajib makan buah dulu, Dito juga begitu ya, Eyang sudah siapin semua dimeja makan" sahut mama Alisha
"Siap Eyang, pasti Dito makan, apalagi buatan Eyang tercinta" ucap Dito tertawa
"Jangan gombal gombal sama Eyang, mending gombal sama cewe lain saja" sahut mama Alisha ketus bercanda
__ADS_1
"Dito sayang Eyang" ucap Dito memeluk mama Alisha dari samping yang sekarang tingginya melebihi mama Alisha
"Eyang juga sayang sama Dito, tapi kenapa Dito cepat besar seperti sekarang tinggian Dito dari pada Eyang Putri" sahut mama Alisha cemberut melihat Dito lebih tinggi tubuhnya
"Hobby main basket dan berenang mam, pasti tinggi" timpal Fatimah tersenyum
"Jangan tinggi ah, Eyang cape kalau bicara sama kamu posisi beridri, dagu harus naik sedikit otomatis leher pun tertarik nanti keseleo leher eyang" ucap Eyang bergurau
Ada apa dengan Fatimah dan Dito, mata mereka sangat terlihat habis menangis, apa ada yang ditutupi Dito? dan saat ini dia sedang menceritakan keluh kesahnya pada Fatimah, aku jadi penasaran dengan mereka, sebab mereka sampe terlihat sendu, tertawa seperti dipaksakan, semoga kalian berdua baik baik saja. gumam hati mama Alisha
"Eyah kenapa melamun" tanya Dito membuyarkan pikiran mama Alisha
"Astaghfirullah, Eyang tidak melamun, eyang hanya berpikir kenapa kita masih disini, harusnya kan kita jalan menunu meja makan untuk makan buah bersama" jawab Eyang tersenyum
"Bener juga, ayo deh kita otw meja makan" ucap Dito nyengir
"Dasar Dito, Fatimah, mama yang gendong baby R?" tanya mama Alisha penuh harap
"Silahkan mama, kenapa harus bertanya begitu" jawab Fatimah cemberut
"Kok puber sih eyang" ucap Dito tidak terima
"Masa masa di usia kamu yang sekarang lagi puber, apa jangan jangan sudah punya pacar" goda mama Alisha yang sudah mulai berjalan ke arah meja makan
"Heh, mana ada, aku tidak begitu begitu ya" bantah Dito tapi masih sopan
"Kirain sudah ada perempuan yang menarik hati kamu" ledek mama Alisha lagi
"Bun, masa hati ketarik, kalau lepas harus di pasang lagi operasi" ucap Dito ikut bergurau
"Lama sekali kalian ini" sahut papi Ammar yang sudah menunggu
__ADS_1
"Maaf pih, ini biasa cucu kita yang bujangan katanya lagi dekat dengan seorang perempuan" ucap mama Alisha asal bicara
"Bohong, Eyang putri hanya mengada ada saja, aku tidak sedang dekat dengan siapapun, wanita yang aku dekati saat ini ya bundaku" sahut Dito mencium pipi bundanya
"Tidak masalah dekat sama wanita, tetapi harus ada batas batas yang wajar jangan sampe bablas, perkuat imanmu jika ingin berpacaran" ucap papih Ammar
"Tapi beneran aku tidak dekat dengan siapapun, itu eyang hanya buat gosip" bantah Dito
"Lagian bunda juga belum mengizinkan Dito untuk pacaran, bunda hanya ingin Dito fokus ke sekolah dan bimbingan belajar lainnya" jawab Fatimah menenangkan
"Itu pasti bun, aku akan berusaha berjuang dan berdoa, agar semua itu terwujud" sahut Dito
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.