
"Jika kamu tidak menjaga sikap dan bahasamu, aku akan bilang pada om Yudha, supaya kamu kembali pulang atau tidak tinggal dirumah ku" jawab Rendra emosi
"Kenapa bang Rendra jadi aneh, tidak seperti yang aku kenal dulu, pemikiran abang juga sekarang menjadi kuno dan tua tau" sahut Anna tidak suka di tegur
"Aku kasih kamu kesempatan hari ini, jika masih membuat rusuh, akan ku pasti kan kamu kembali pulang kerumah orangtua mu" ucap Rendra
"Ayah ya belantem ya" tanya Rivan bingung
"Tidak sayang, ayah hanya menegur yang melakukan kesalahan, termasuk Rivan, selama ayah kerja, Rivan hanya boleh mendengarkan ucapan Bunda dan abang Dito, paham nak" jawab Rendra
"Siap ayah" sahut Rivan memberi hormat
"Kebanyakan main sama yang tua, jadi mikirnya kampungan" gerutu Anna kesal kembali ke kamarnya yang berada di lantai dua rumah Rendra
Mendengar gerutuan Anna, membuat Rendra semakin kesal.
"Sudahlah, dia masih muda dan modern jadi daya pikirnya begitu" ucap Fatimah menenangkan Rendra
"Dito, bisakah kamu masih tetap tinggal disini" tanya Rendra berharap
"Tidak bisa, disini ada perempuan lain, Dito tidak mungkin satu rumah dengannya, satu tidak baik juga, kedua nanti pandangan tetangga jelek tentang Dito ataupun bunda" jawab Dito
"Waktu Nabila datang, kamu menerimanya?" tanya Rendra
"Itu beda ayah, lagi pula usia kak Nabila seumuran dengan ayah, lalu saat itu dirumah ini masih ada kak Ayu, sahabat ayah pun sering main ke rumah ini, kalau sekarang tidak ada orang lagi selain bunda dan Rivan" jawab Dito
"Ada bibi, pak satpam, pak supir" sahut Rendra mencari alasan agar Dito tetap dirumahnya
"Mereka lebih banyak berkegiatan di belakang dan di luar rumah" jawab Dito
"Sudah, tidak perlu di bahas, Dito rencana mau dimana malam ini?" tanya Fatimah
"Masih belum tau, nanti deh kalau sudah ringan otak ku, yang penting hari ini aku mau ke kampus dan ke kantor" jawab Dito memang belum tau tujuan pastinya
"Tuh, kamu aja belum tau mau kemana, sudah lah disini aja" sahut Rendra
"Kost saja di dekat kantor" ucap Dito yakin
"Itu lebih baik" sahut Fatimah menyetujui
"Lalu yang jaga adik dan bunda mu siapa? di saat ayah lagi bekerja" tanya Rendra
"Aku setiap hari akan pulang ke sini, hanya sebentar" jawab Dito
Gimana caranya agar Dito tetap dirumah ini. batin Rendra
"Jangan coba-coba memikirkan hal yang tidak baik" tegur Fatimah
"Siapa juga yang berpikir jelek" jawab Rendra
"Ayah, Lipan tidak suka sama aunty itu" sahut Rivan cemberut
"Anak kecil tidak boleh ikut-ikutan" ucap Fatimah
"Lipan tidak suka bunda, dia mukanya selem, ihhh takut" jawab Rivan wajah ketakutan
Rendra mengambil ponselnya, dia menghubungi papih Ammar, dia menemukan ide agar Anna tidak tinggal disini.
__ADS_1
π² Rendra
Pih, boleh minta tolong?
π² Papih Ammar
Tolong apa?
π² Rendra
Hari ini Anna ada dirumah ku, bisakah Anna tinggal sama papih disana bersama mama
π² Papih Ammar
Kamu mau mengusir adik sepupumu sendiri
π² Rendra
Bukan mengusir, Rivan ketakutan sama Anna, karena tadi dia ngajarin Rivan yang tidak baik juga
π² Papih Ammar
Apa benar cucu ku sampai ketakutan
π² Rendra
Benar pih, kalau tidak percaya nih bicara dengan Rivan
"Kakek, Lipan takut sama aunty itu, dia tadi belantem sama ayah, gala-gala ayah belain aku" jawab Rivan asal
π² Papih Ammar
π² Rendra
Pih, apaan sih, aku tidak akan mengizinkan Rivan di bawa dari rumah ini
π² Papih Ammar
Dia takut sama Anna, jadi lebih baik Rivan sama papih
π² Rendra
Aku meminta Anna yang tinggal dengan papih bukan Rivan
"Lipan juga tidak mau menginap lagi dirumah kakek" jawab Rivan sambil memakan buah
π² Papih Ammar
Loh, kenapa sayang, dirumah kakek enak banyak mainannya
π² Rendra
Stop mempengaruhi Rivan pih
"Disini juga mainan Lipan banyak, Lipan mau sama bunda saja, tapi Lipan tidak ada aunty itu, dia jahat" ucap Rivan
"Rivan, tidak boleh berkata itu" tegur Fatimahb
__ADS_1
"Maaf bunda" jawab Rivan
π² Papih Ammar
Oke, papih akan menghubungi om mu itu, agar anaknya pindah kerumah papi
π² Rendra
Hari ini juga aku ingin dia tidak di rumah ku, anakku bisa tertekan
π² Papih Ammar
Itu pasti, untuk kenyamanan cucuku juga
Rendra mematikan sambungan ponselnya secara sepihak.
"Bunda, tadi Rivan berbohong tidak sih?" tanya Dito ada yang aneh setiap Rivan mengadu
"Yang dia sebut kebohongan semua" jawab Fatimah
"Lipan tidak bohong tau" sahut Rivan
Dito dan Rendra berpamitan untuk berangkat kerja dengan mobil masing-masing, Fatimah hanya berdua dengan Rivan, bibi dan yang tetap ada juga.
"Bunda temani Lipan ke rumah Puma dan Pumi yuk" ajak Rivan bosan
"Oke, hanya melihat saja ya, bunda tidak paham dengan kuda, lalu bahayanya seperti apa" jawab Fatimah
"Iya bun, Lipan mau pegang Puma dan Pumi tunggu kakek Lamli saja " sahut Rivan
"Anak pintar" jawab Fatimah menggandeng Rivan hingga ke kandang Puma dan Pumi
Rivan dan Fatimah asik memberi makan kuda, sesekali mereka berdua bercanda, hingga ternyata Anna melihat dari jendela kamarnya yang kebetulan sekali menghadap ke halaman belakang.
"Rendra bodoh sekali suka sama ibu-ibu tua begitu, punya anak dua, bikin nambah beban Rendra saja" ucap Anna sendiri
"Lebih cantik juga kak Olive, dokter juga, sebanding dengan Rendra, kalau wanita itu, sudah miskin tua, ya ampun" ucap Anna heran
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.