
Selama Fatimah membersihkan diri, Rendra selalu menoel pipi baby R agar terbangun, tapi baby R tidak bangun hanya tersenyum tersenyum kecil, membuat Rendra semakin gemas dengan baby R.
"Ayah, anaknya jangan uyel uyel begitu" ucap Fatimah melihat Rendra mencium wajah anaknya
"Hah, ayah hanya gemas aja" sahut Rendra
"Iya tapi, pipi ayah ini kan bewokan, takut iritasi kalau ayah uyel uyel di pipi baby R" jawab Fatimah
"Iya kah? ayah bersih saja deh bewoknya, biar bisa cium baby R terus" ucap Rendra hendak ke kamar mandi
"Dirapihkan saja, tidak perlu di cukur habis" sahut Fatimah
"Ok deh, ayah rapihin terlebih dahulu" ucap Rendra
Selama Rendra membersihkan wajahnya di toilet Fatimah membersihkan baby R agar terlihat lebih segar dan lebih wangi, Fatimah juga bertekad untuk terus mendekatkan terus hubungan antara Ayu dan Dito kepada Rendra sebagai ayah sambungnya.
Fatimah tidak akan bisa memilih diantara keduanya, apabila di paksa harus memilih.
Tok... tok ... suara ketukan pintu
"Masuk saja" ucap Fatimah sedikit berteriak
"Halo kaka ipar" ucap Nabila saat sudah membuka pintu kamar
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" sahut Fatimah tersenyum
"Astaghfirullah, maaf aku sepertinya sedang khilaf" ucap Nabila nyengir mendekati Fatimah
"Jangan di biasakan, sebisa mungkin ucapkan salam saat masuk ke ruangan apapun, takut ada setan penghuni rumah yang sedang berpesta apabila kita langsung masuk tanpa mengucap salam" tutur Fatimah membuat wajah Nabila menyesal tapi raut wajahnya menyebalkan
"Iya siap kaka ipar, terima kasih sudah selalu mengingatkan sepupu mu ini yang penuh kesalahan" sahut Nabila
"Sama sama mengingatkan, jika kaka salah kamu juga wajib menegur, tapi tidak menyudutkan" jawab Fatimah dengan santai sambil memberikan wangi wangian pada baby R
"Insyaa Allah kaka ipar, ngomong ngomong Rendra kemana?" tanya Nabila melihat sekeliling kamar tidak ada Rendra
"Lagi di toilet, lagi bersih bersih" jawab Fatimah
"Ya Allah, Ya Rabb, kamu kan baru saja habis lahiran, kenapa sudah berhubungan lagi, belum boleh tau" ucap Nabila dengan wajah terkejut
Pluk .... suara timpukan
__ADS_1
Rendra melemparkan mobilan karet punya baby R ke arah Nabila dengan perasaan kesal, Nabila hanya meringis kecil saat terkena mainan baby R.
"Awwss, apaan sih, main lempar barang aja, nanti yang kena anaknya sendiri baru tau rasa" gerutu Nabila sambil menyimpan mainan baby R
"Otakmu tuh harus di reparasi, memangnya orang bersih bersih habis berhubungan" ucap Rendra kesal
"Ya bisa jadikan kamu maksa kaka ipar agar mau begituan, apalagi kamu udah mikirin program anak selanjutnya" sahut Nabila dengan santai
"Dasar otak dangkal, kamu pikir aku tidak tau hukum hukum dalam islam setelah istri melahirkan" jawab Rendra menatap Nabila
"Bisa aja kan pura pura Tulul" sahut Nabila membuang muka membelakangi Rendra
"Kalian ini bisa tidak kalau bertemu jangan bertengkar" ucap Fatimah menggendong baby R
"Suami mu tuh yang selalu pakai emosi, tidak bisa di ajak baik baik" sahut Nabila mendekati Fatimah
"Jangan sentuh anak ku, kamu habis dari luar setidaknya mandi terlebih dahulu Nabila" ucap Rendra panik saat Nabila mendekar ke arah baby R
"Kamu pikir aku banyak kuman dan virus begitu, denger ya aku juga udah bersih bersih sebelum masuk ke kamar ini, dasar YahMos" sahut Nabila kesal
"YahMos? apaain itu?" tanya Fatimah bingung dengan istilah yang Nabila ucapkan
Fatimah melihat suaminya udah mulai dongkol.
"Sudah jangan debat lagi, aku pusing mendengarnya" ucap Fatimah menenagkan keduanya
"Ngapain dia kesini?" tanya Rendra sinis duduk disisi tempat tidur
"Aku hanya ingin melihat baby R saja kok, setelah itu mau makan dengan Ayu dan Dito, kalian sudah makan?" tanya Nabila yang pada dasarnya memang selalu perhatian
"Belum, bunda mau makan sekarang tidak, makan di dalam kamar aja" ucap Rendra melihat Fatimah
"Makan bersama aja yukkk, di meja makan, sudah lama juga tidak kumpul" jawab Fatimah lembut
"Nanti baby R sama siapa?" tanya Rendra bingung
"Dirumah ini rame bro, ngapain dibuat pusing sih, mamih sama umi Yayi juga pasti mau menemani cucunya, toh cuma sebentar hanya makan doang, kecuali kalian kabur entah kemana" jawab Nabila keluar kamar lebih dulu
"Tuh anak, ingin rasanya ku uyel uyel" gerutu Rendra pada Nabila
"Sudah biarkan saja, kita makan bersama aja" ucap Fatimah sudah mulai berjalan dengan pelan
__ADS_1
"Boleh aku yang menggendong baby R?" tanya Rendra ragu, Fatimah menoleh kearah sang suami
"Tentu boleh, tapi pegang nya hati hati ya, takut badannya pada sakit" jawab Fatimah dengan lembut dan memberikan baby R pada ayahnya.
"Begini kira kira nyaman tidak baby R?" tanya Rendra takut
"Insyaa Allah, baby R selalu nyaman saat di rangkul ayahnya" jawab Fatimah memegang bagian tangan Rendra dan memantau Rendra dengan baby R
"Ayah masih kaku sekali, semoga baby R nyaman ya" ucap Rendra tersenyum
"Baby R nyaman dengan ayah, jadi ayah rileks aja ya" sahut Fatimah dengan suara seperti anao kecil
"Hahaha, iya semoga aja, ayah harus sering sering belajar tentang baby"ucap Rendra tersenyum
"Kita belajar sama sama, dan kita didik anak kita bersama, agar menjadi anak yang sholeh, bertaqwa dan takut pada sang Pencipta Langit serta Bumi ini" jawab Fatimah yang sudah berjalan menuntun suaminya ke arah meja makan.
Baby R benar benar di titipkan pada kedua neneknya, baby R juga tidak terlaku rewel, yang lainnya fokus untuk makan. Rendra dengan perhatian memberikan hal hal kecil di keja makan, yang biasa di lakukan Fatimah untuknya, sekarang memberikan perhatian kepada isti tercintanya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.
__ADS_1