BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Tiba Di Rumah Rama dan Ayu


__ADS_3

Rivan kembali tenang, tidak seperti yang tadi rewel ingin kembali pulang, mungkin dia mulai bosan di dalam mobil yang cukup lama melakukan perjalanan.


Fatimah memeluk Rivan dalam pangkuannya, anak itu tidak mau lepas, bergerak sedikit saja dia merengek pada Fatimah.


"Ayah info Dito, kalau kita sudah mau sampai" ucap Fatimah pelan takut anaknya terganggu


Rendra menghubungi Dito dan mengatakan sudah masuk ke daerah rumah Rama dan Ayu.


"Semua barang mau diturunin?" tanya Rendra


"Tidak semua, nanti saja bunda pilihin dulu, seperti pakaian tidak perlu turun semua, takut berantakan didalam" jawab Fatimah


Rendra membereskan mainan dan cemilan anaknya, dia kumpulkan dalam satu tas milik Rivan, dan merapihkan barang bawaanya, mobil Rendra terlihat sekali sangat kotor, ini semua ulah anaknya yang sulit di kontrol.


Fatimah sudah melihat Dito di depan rumah, mobil berhenti, Dito membukakan pintu bundanya untuk melihat Rivan.


"Yah, kok bobo dia bun" ucap Dito melihat Rivan tidur dengan mata merah


"Dito, tolong ambil alih Rivan, kasihan bunda dari tadi memangku Rivan" sahut Rendra


"Ada barang yang mau diturunkan?" tanya Rama datang


"Gampang bro" jawab Rendra santai


Dito mengambil Rivan, lalu Rivan menangis di kira Rendra yang menggendongnya.


Huaa.... huaa.... "Bunda" teriak Rivan keras


"Hei, bangun, menangis kaya cewe aja" ucap Dito menepuk pelan punggung Rivan


Rivan membuka matanya dan melihat ke arah wajah Dito, dan langsung memeluknya


"Abang Dito" sahut Rivan masih terisak


"Jelek ah nangis begitu" ucap Dito


Dito membawa Rivan ke dalam rumah, dan disana ada Kyai Bahri dan istri, Rivan minta turun dari gendongan Dito berlari ke arah kakeknya.


"Asikk, Lipan ketemu kakek sama nenek" teriak Rivan senang memeluk kakeknya


"Gimana perjalanannya seru tidak?" tanya Kyai Bahri


"Lipan nangis mau pulang" jawab Rivan


"Mau pulang? kemana?" tanya Kyai Bahri belum paham


"Tadi menangis minta balik lagi mau pulang kerumah aja, katanya capek, bosan" jawab Fatimah menimpali dan mencium tangan orangtua nya


"Tambah jauh kalau harus putar arah" ucap ibu Yayi


"Itu lah Rivan dengan segala rengekan dan tingkahnya yang suka membuat orang panik" jawab Fatimah


"Kakak, Ayu mana?" tanya Rivan mencari keberadaan Ayu yang belum terlihat


"Ada di dalam kamar, habis bersih-bersih, Rivan juga mandi dulu ya, biar kumannya hilang" ucap ibu Yayi gemas mencubit pelan pipi cucunya


"Bunda, Lipan mau mandi" sahut Rivan menatap bundanya

__ADS_1


"Ndra, kamar mu yang pintu biru itu, bawa masuk dulu barang-barangnya" ucap Rama membawa koper kecil milik Rivan


"Wah, Rivan bawa koper sendiri?" tanya Dito melihat koper minion milik Rivan


"Iya, mau lihat tidak bang, banyak isinya loh" jawab Rivan membuka kopernya


Disana terlihat banyak mainan kecil dan cemilan.


"Buset dah, ini perbekalan Rivan?" tanya Dito terkejut banyak cemilan di dalamnya


"Iya, adikmu susah di bujuk, dan harus ada cemilan aneh untuk mengalihkan perhatiannya, begitu juga dengan mainan, dia yang memilih sendiri" jawab Fatimah


"Kalian berdua ke kamar duluan sana, terus bersih-bersih" ucap Rendra mengajak anak istrinya masuk kamar


"Ayah tidak mandi?" tanya Rivan


"Rivan duluan saja mandinya" jawab Rendra kembali keluar kamar


Di dalam kamar tertinggal Fatimah dan Rivan, Fatimah lebih dulu menyiapkan keperluan Rivan, seperti minyak baby, pakain dll, setelah selesai membersihkan Rivan dan memakaikan baju Rivan, giliran Fatimah membersihkan diri sebelum ketemu dengan Ayu anaknya.


"Bunda, Lipan keluar duluan ya" ucap Rivan


"Iya, panggil ayah ya, suruh ke kamar" jawab Fatimah masuk ke dalam kamar mandi


Rivan berlari kecil keluar dari kamar, dia mencari ayah lebih dulu.


"Nyari siapa sayang" ucap ibu Yayi


"Ayah mana Nek?" tanya Rivan


"Tuh di samping sana" ucap Ibu Yayi menunjuk ke pendopo kecil


"Ayah" panggil Rivan berteriak, Rendra melihat ke arah Rivan dan tersenyum


"Ayah di panggil bunda, disuruh ke kamal" ucap Rivan lagi


"Siap, Rivan tunggu sini ya sama abang Dito" jawab Rendra


"Oke ayah" sahut Rivan mendekati Dito dan yang lain, Rendra menuju kamarnya dan melihat sekeliling tidak ada orang


"Kemana Fatimah" pikir Rendra, saat mau keluar kamar, ada suara dari dalam kamar mandi


"Oalah, sedang mandi dia, ikutan mandi ah" ucap Rendra pelan, dia juga tidak lupa mengunci pintu kamarnya lalu membuka pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi ikut bergabung dengan sang istri


Pendopo


"Rivan sudah sekolah?" tanya Rama mengelus kepala Rivan


"Sudah dong" jawab Rivan


"Pinter tidak sekolahnya?" tanya Rama lagi


"Pintel dong, Lipan kan anak bunda" jawab Rivan


"Kalau anak ayah tidak pintar dong" ucap Rama mengikuti gaya bicara Rivan


"Pintel juga lah" jawab Rivan memainkan mobilan kecil

__ADS_1


"Rivan tidak lelah, tadi katanya lelah" ucap Kyai Bahri


"Lipan mau ketemu kaka Ayu, mana kakanya, abang Lama jangan umpetin kaka Lipan ya" jawab Rivan marah


"Ada di kamar, nanti juga keluar, mana mungkin abang umpetin kakanya Lipan" ucap Rama meledeki Rivan yang masih cadel


"Lipan abang Lama" sahut Rivan tidak suka ada orang yang salah memanggil namanya, padahal dia sendiri saja masih salah


"Iya, Lipan sayang" ucap Rama masih ingin menggoda Rivan


"Ihhh, L.I.P.A.N" sahut Rivan mengeja namanya


Rama tertawa terbahak melihat ekspresi Rivan yang sudah memerah kesal, antara mau menangis atau marah, Ayu mendengar teriakan anak kecil keluar dari kamarnya menuju pendopo.


"Rivan sudah datang" ucap Ayu senang


"Kakak Ayu" teriak Rivan berlari kecil dan memeluk Ayu senang


"Kapan sampai?" tanya Ayu mengelus kepala Rivan


"Balu, tadi Lipan sampai" jawab Rivan


"Bunda mana?" tanya Ayu tidak melihat bunda dan ayahnya


"Lagi mandi sama ayah" jawab Rivan


"Emang iya lagi mandi sama ayah?" tanya Rama pelan


Karena Rivan masih kesal dengan Rama dia tidak menjawab pertanyaan yang Rama berikan.


"Itu abang Rama bertanya" ucap Dito


"Kaka Ayu, abang Lama nakal sama Lipan, Lipan di ledekin telus" adu Rivan pada kakanya


"Abang Rama jangan nakal ya, Rivan kan anak baik" ucap Ayu membela Rivan


"Hukum bang Lama, kaka Ayu, abang Lama nakal tidak boleh bobo dengan kaka Ayu, kakak Ayu halus bobo sama Lipan" jawab Rivan serius


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2