BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Masih Urusan Kuda


__ADS_3

Di kantor banyak orang yang menandang Dito saat menuntun Rivan berjalan, para karyawan berbisik, melihat pemandangan tersebut.


"Apa pak Dito sudah menikah?" tanya salah satu karyawan perempuan


"Kurang tau deh, pak Dito kan laki-laki dingin apabila sama perempuan" jawab yang lain


"Lalu itu anak siapa dong, apa iya anaknya" ucapnya lagi


"Abang, Lipan mau naik itu" ucap Rivan menunjuk lift


Karyawan lain semakin bingung mendengar Rivan memanggil Dito Abang.


"Kita akan naik itu, Rivan siap-siap ya" jawab Dito tersenyum


"Alamak, meleleh hatiku melihat pak bos tersenyum" ucap karyawan


Rivan dan Dito naik lift khusus, dan menuju ruangan Dito.


"Pak Dito, nanti siang jangan lupa kita akan adakan rapat" ucap sekretaris Dito


"Atur saja" jawab Dito datar


"Dia siapa?" tanya Rivan polos menatap sekretaris Dito


"Bukan siapa-siapa, ayo masuk" jawab Dito mengajak Rivan masuk ruangannya


Itu anak siapa ya? huh, patah hati dong aku. batin sekretaris Dito bernama Zahira


Diruangan Dito, Rivan sangat antusias melihat beberapa motor-motoran mini yang dipajang dalam lemari kaca, Dito memang hobby mengkoleksi motor-motoran.


"Abang boleh main itu" ucap Rivan menunjuk salah satu motor-motoran milik Dito


"Tapi hati-hati maininnya ya" jawab Dito was-was


"Memang kenapa, itu hanya motol bohongan kan" ucap Rivan melihat Dito


"Iya abang tau, tapi abang kumpulin itu sangat susah, jadi Rivan harus berhati-hati" jawab Dito pelan


"Abang pilih Lipan atau motor itu?" tanya Rivan membuat Dito kaget dan juga bingung


"Pilih Rivan dong" jawab Dito jujur


"Oke, Lipan mau main motol itu" sahut Rivan senang


Maksud pertanyaan Rivan apa ya? aku jadi orang bodoh begini. batin Dito menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Rivan asik bermain motor mini milik Dito, dia juga mengabaikan panggilan Dito.


Bapak sama anak ternyata sama aja, sering mengabaikan panggilan orang. batin Dito


"Rivan, mainnya sambil makan ya, nih abang suapi" ucap Dito menyodorkan sendok ke mulut Rivan, lalu Rivan membuka mulutnya menerima makanan yang diberikan Dito


"Anak pintar, harus makan yang banyak supaya sehat" ucap Dito lagi


"Kata bunda, belhenti makan sebelum kenyang bang" timpal Rivan membuat Dito terdiam


Sedang asik menyuapi Rivan, ponsel Dito berdering, dengan cepat Dito melihat ponselnya, ternyata yang menghubungi sang bunda melalui videocall.


📱 Bunda


Assalamualaikum (Fatimah tersenyum)


📱Dito


Wa'alaikumsalam bunda, apa kabar, Dito kangen dengan bunda


📱 Bunda


Alhamdulillah bunda baik, insyaallah nanti kita bertemu ya


📱Dito


iya bunda, Dito tidak sabar ingin bertemu bunda


BUNDA... teriak Rivan keras


📱Bunda


Loh, ada Rivan disana?

__ADS_1


📱Dito


Iya bun, aku ajak, tadi menangis di ledek oleh kakek Ammar


📱Bunda


Sayang, jangan gangguin abang Dito ya


📱Dito / Rivan


Lipan tidak ganggu abang, ya kan abang?


"iya, Rivan anak yang baik" timpal Dito


📱Bunda


Rivan lagi apa disana?


📱Dito / Rivan


Lagi makan disuapi abang


📱Bunda


Dito terganggu dong kerjanya?


📱Dito / Rivan


Pagi ini tidak ada hal penting bun, nanti siang baru ada rapat, dan kakek Ammar akan ke kantor menjemput Rivan


"Lipan tidak mau dijemput kakek" sahut Rivan cemberut


📱Bunda


Rivan kenapa bicara begitu, tidak baik sayang, katanya Rivan anak pintar dan baik hati


📱Dito/Rivan


Kakek nakal sama Lipan, Lipan kesal


"Rivan tadi berteriak bun, memarahi kakek, terus dia menangis deh" ucap Dito menambahkan


📱Bunda


📱Dito/Rivan


Maafin Lipan bunda (menunduk takut)


📱Bunda


Hari ini bunda maafkan, tetapi jika Rivan berbuat kesalahan lagi, Rivan harus bunda hukum ya


📱Dito / Rivan


Jangan hukum Lipan, Lipan tidak akan nakal lagi Lipan mau jadi anak baik, janji deh (pelan)


📱Bunda


Abang Dito, kalau Rivan nakal lagi tolong bilang bunda ya, supaya bunda hukum


📱Dito / Rivan


Lipan sudah janji tidak nakal, kenapa bunda bilang sama abang lagi, Lipan benelan kok sueelll deh


📱Bunda


Rivan baik-baik disana ya, bunda baru ke sana lusa


📱Dito / Rivan


Lipan mau ikut bunda, huaaa... huaaa (menangis)


"Lah, kenapa nangis" ucap Dito bingung


📱Bunda


Anak laki kalau nangis jelek tuh, sudah tidak tampan lagi, iya bunda ke sana sekarang ya (bohong Fatimah)


📱Dito / Rivan

__ADS_1


Jangan lama ya bunda (terisak)


📱Bunda


Abang, jagain adiknya.


📱Dito / Rivan


Siap bunda, pasti selalu aku jagain


"Assalamualaikum" ucap papih Ammar dan mama Alisha


"Wa'alaikumsalam" jawab Dito


📱Dito


Bunda, kakek dan nenek sudah datang nih (mengarahkan kamera ponselnya ke kakek neneknya)


📱Bunda


Assalamualaikum, pih, mam


📱Dito / mama Alisha


Wa'alaikumsalam, kapan datang ke sini?


📱Bunda


Insyaallah secepatnya mam, masih menunggu pekerjaan mas Rendra selesai di apotik


📱Dito / mama Alisha


Baiklah, mama tunggu ya


Setelah mengobrol cukup lama dengan Fatimah, Dito mematikan ponselnya dia bersiap untuk mempelajari berkas dari sekretarisnya, sedangkan Rivan sudah diajak oleh papih Ammar dan mama Alisha untuk kerumah lama Rendra, yang saat ini sedang di bangun tempat khusus kuda, bahkan papih Ammar rela membeli rumah tetangga Rendra dengan harga mahal supaya pembangunan untuk kuda berjalan dengan lancar dan mrmbuat cucunya senang.


"Masih lama ya, ketempat kuda Lipan?" tanya Rivan tidak sabar


"Sebentar lagi, ini sudah masuk ke perumahan rumah Rivan" jawab mama Alisha mengelus kepala Rivan yang duduk dipangkuannya


"Alhamdulillah, sampai deh" ucap papih Ammar tersenyum


"Mana kuda Lipan" sahut Rivan melihat kesana kemari matanya


"Di dalam sayang, ayo masuk dulu" ucap mama Alisha gemas pada Rivan


Rivan menarik pelan tangan mama Alisha menuju dalam, dan meminta petunjuk untuk menemui kudanya.


"Wahhh, kuda Lipan kelen" ucap Rivan berbinar saat melihat kudanya pakai Mahkota Raja buatan


Rivan berlari menuju kudanya, dia tidak sabar untuk memegang kuda tersebut.


"Rivan jangan lari, bahaya sayang masih banyak barang pekerja" ucap mama Alisha mengejar Rivan dengan panik


"Halo tampan" ucap Ramli


"Halo juga kakek Lamli, Lipan mau lihat kuda Lipan" jawab Rivan senyum


"Boleh dong, kuda Rivan ada dua loh, sepasang" ucap Ramli membentuk jari angka 2, Rivan yang mendengar memiliki dua kuda loncat kesenangan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


👍🏼 Like


📝 Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️


Kesetiaan Cinta Yusuf 👍🏼📝🎁🎟️

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2