BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Dito


__ADS_3

"Iya, tapi dikamar Dito lagi ada Rendra dan Ayu, sepertinya mereka lagi berbicara hal yang serius" sahut Umi Yayi


"Rendra? Mau apa dia di kamar Dito" ucap papih Ammar kencang, karena di pikirnya Rendra akan menyakiti Dito kembali


"Sepertinya sedang diskusi dengan Dito" jawab Umi Yayi tersenyum


"Diskusi apa? aku tidak yakin" ucap papi Ammar


"Jangan asal bicara dong, bisa saja kan memang Rendra sedang diskusi antara ayah dan anak" sahut mama Alisha


"Masih tidak yakin, papih akan tetap mengecek ke atas apa yang terjadi" ucap papi Ammar berlari pelan ke kamar Dito


"Astaghfirullah, dia tuh bikin gemes aja deh, sama anak sendiri tidak percaya" sahut mama Alisha kesal melihat suaminya


Ibu Yayi tadinya juga berpikir apabila Rendra akan menyakiti Dito, tetapi saat mendengar semua apa yang di diskusikan oleh mereka, Ibu Yayi merasa lega, karena Rendra masih menyayangi Dito layaknya seperti anak kandung.


Jujur saat Rendra membentak Dito, ibu Yayi sempat berpikir akan mengajak Dito kembali untuk tinggal bersama, bisa saja Rendra membedakan antara Baby R dengan Ayu dan Dito.


Begitu juga dengan Kyai Bahri, yang sudah berinisiatif mengajak cucunya untuk tinggal bersama, tidak menutup kemungkinan suatu saat Rendra pasti akan membedakan anaknya dengan anak anak Almarhum Sidiq.


Kamar Dito


"Rendra sedang apa kamu disini?" tanya papi Ammar tegas


"Ya Allah pih, masuk kamar orang tuh ketuk pintu dulu, kaget tau" sahut Rendra yang terkejut melihat papi Ammar


"Pertanyaan papi, kamu sedang apa disini?" ucap papi mengulang


"Hanya sedang bicara dengan Dito dan Ayu, kenapa sih pih?" tanya Rendra bingung


"Kamu tidak bohong?" tanya papi penuh selidik


"Bohong? dalam hal apa aku berbohong" ucap Rendra semakin bingung


"Apa Rendra menyakiti kalian berdua?" tanya papi pada Dito dan Ayu, mereka berdua pun hanya saling pandang tidak paham


"Astaghfirullahaladzim, jadi di dalam pemikiran papi, aku menyakiti kedua anak ku sendiri pih?" tanya Rendra tidak habis pikir dengan tingkah konyol papihnya


"Itu bisa terjadi, status kalian yang sebenarnya hanya memang bukan ayah dan anak" ucap papi memancing Rendra


"Cukup ya pih, aku memang bukan ayah kandung mereka, tapi setidaknya papi jangan berkata begitu, mereka tetap anakku juga" jawab Rendra marah

__ADS_1


"Oh iya, kamu yakin, apa kasih sayang kamu tulus pada mereka berdua?" tanya papi dengan santai


"Kenapa papi aneh begini, apa yang ada dalam pikiran papi" ucap Rendra terpancing emosi


"Rendra, sikap mu tadi menunjukan kepada kita semua, kalau kamu tidak pernah menggap Ayu dan Dito anak mu, jadi wajar saja jika papi meragukan semua kasih sayang kamu dan ketulusan kamu pada mereka berdua" jawab papi Ammar dengan santai tapi tegas


Rendra hanya terdiam mendengar penuturan orangtuanya, dia juga merasa bersalah melakukan itu pada Dito.


"Benar bukan apa yang papi katakan? dan bila kamu tidak sanggup memberikan kasih sayang dengan tulus sebagai seorang ayah pada anaknya, biarkan mereka tinggal bersama Kyai Bahri dan Ibu Yayi, mungkin mereka akan lebih mendapatkan kasih sayang dan cinta yang tulus" ucap papi Ammar menatap Rendra


"Sampai kapan pun, Ayu dan Dito akan tetap tinggal disini" sahut Rendra tegas


"Oh tidak semudah itu Rendra, Ayu akan segera menikah, dia akan diambil oleh suaminya, sementara Dito dia akan hanya menjadi perbandingan antara baby R dengannya, kelak nanti" ucap papi


Rendra keluar dari kamar Dito dengan perasaan yang jengkel, kesal dan marah dengan sikap papinya.


"Eyang kenapa bicara begitu pada ayah?" tanya Dito melihat ayahnya tergesa keluar kamar


"Apapun yang eyang katakan saat ini, itu akan terjadi dikemudian hari, jadi apabila Dito masih bertahan dengan ayah Rendra, Dito harus siap dengan segala macam masalah yang datang" jawab papi Ammar mengingatkan


"Dito akan terus bersama bunda, sampai Dito tiada, eyang" jawab Dito menunduk "Dito akan menyaksikan sendiri bahwa bunda Dito bahagia sampai akhir hayatnya" ucap Dito lagi membuat hati papi Ammar teiris


"Apapun yang terjadi kelak, Dito akan terus bertahan demi bunda" jawab Dito


"Tapi bunda akan merasa bersalah dan sedih jika Dito tersakiti" ucap papi


"Dito bisa berpura pura bahagia, jika suatu saat Dito tidak merasakan kebahagiaan" jawab Dito menatap papi Ammar


"Pura pura bahagia itu sakit Dito, dan tidak mudah" ucap papi Ammar lembut


"Apapun demi bunda bahagia akan Dito lakukan" sahut Dito


"Apa kamu merasa saat ini bunda bahagia?" tanya papi


"Bunda bahagia, apalagi saat tadi menggendong baby R, saat tersenyum, itulah senyum bunda yang tulus, jadi Dito yakin sekarang bunda bahagia" jawab Dito


"Kamu tidak tau hati bunda seperti apa, saat mendengar kamu di bentak oleh ayah Rendra" ucap papi


Dito terdiam, dia berpikir saat kejadian itu bundanya hanya diam saja, tanpa membelanya sedikitpun dan sampai saat ini bundanya tidak menemui dia, biasanya bundanya langsung menemuinya apabila Rendra habis memarahi Dito.


"Tugas Dito hanya menyayangi bunda dan ingin melihat bunda bahagia, itu aja eyang" jawab Dito

__ADS_1


"Kalau ternyata bunda kamu merasa sedih dengan kejadian tadi, bagaimana?" tanya papi Ammar


"Bunda tidak sedih, Dito yakij itu" jawab Dito tegas tiba tiba


Papi Ammar memeluk Dito dan Ayu, dia tau Dito menahan perasaannya yang sebenarnya sakit.


"Kalian mau makan dikamar atau di meja makan?" tanya papi Ammar melepas pelukannya


"Eyang dan yang lain makan duluan saja, kami makan belakangan, karena ada yang mau kita berdua bicarakan" jawab Ayu yang sudah mengeluarkan airmata sejak tadi.


"Baiklah, tapi jangan sampai kalian tidak makan ya" ucap papi tersenyum


"Iya Eyang" jawab Ayu dan Dito bersamaan


Papi Ammar keluar dari kamar Dito dengan perasaan yang tidak bisa di artikan, bingung, sedih dan tidak tega.


Tanpa mereka sadari sejak tadi ada yang mendengarkan obrolan papi Ammar bersama Dito dan Ayu di dalam kamar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2