
Rivan bermain dengan Fatimah, bermain robot-robotan, mobil-mobilan dan Lego yang pemberian Rendra waktu Rivan ulangtahun ke tiga.
Apapun yang kamu lakukan sama aku, aku ikhlas mas Rendra, tapi apabila kamu menyakiti anak-anakku sungguh aku sangat tidak ikhlas mas, karena anak-anakku adalah korban dari pernikahan aku dan kamu, aku hanya bisa beranggapan seperti itu saat ini. batin Fatimah perih dan sakit
Rendra sibuk dengan kegiatannya di apotik dan klinik barunya, Rendra juga sudah menyediakan dokter pengganti dirinya disaat dirinya pindah.
Sedangkan toko kue Fatimah dititipkan pada ibu Yayi dan santiwati lainnya yang akan membantu mengelola, ada rasa berat berpisah meninggalkan ibu dan ayahnya.
"Ibu, maafin Fatimah ya, apabila selama tinggal dirumah ibu banyak merepotkan dan kesalahan yang Fatimah, mas Rendra dan Rivan yang kami lakukan" tutur Fatimah sedih
"Jangan bicara begitu, justru ibu sangat senang ada kalian disini, ibu jadi sedih akan berpisah dengan Rivan" ucap ibu Yayi
"Insyaallah jika Fatimah sudah di sana akan berkunjung ke sini" jawab Fatimah memeluk ibunya
"Kapan rencananya pindah?" tanya Kyai Bahri tiba-tiba datang
"Minggu depan, insyaallah jika tidak ada halangan apapun, ayah" jawab Fatimah
"Ayah perhatikan kamu dan Rendra berbeda, apa lagi ada masalah?" tanya Kyai Bahri karena melihat Rendra seperti acuh pada Fatimah
"Hanya perasaan ayah saja, aku dan mas Rendra baik-baik, mungkin mas Rendra lagi cape" jawab Fatimah berbohong
"Ayah berharap begitu, rumah tangga kalian baik-baik saja" ucap Kyai Bahri entah kenala perasaannya berbeda
"Dito juga sudah lama tidak kesini" sahut ibu Yayi
"Dia lagi fokus dengan pendidikan dan perusahaan papih Ammar, nanti Fatimah meminta dia untuk berkunjung menemui ayah dan ibu" jawab Fatimah
Rendra baru saja tiba di rumahnya, dan Fatimah melihat kedatangan Rendra dan Rivan.
"Ayah, ibu, aku pulang dulu, mas Rendra dan Rivan sudah pulang" ucap Fatimah dan mendapat anggukan dari orangtuanya
Fatimah berjalan ke arah rumahnya "Ayah dan Rivan makan siang dulu ya" ucap Fatimah
"Kami sudah makan" jawab Rendra datar
Lagi-lagi Rendra dan Rivan makan diluar tanpa Fatimah.
"Iya bunda tadi kami makan bareng abang Niko, dan bundanya abang Niko" sahut Rivan jujur
Fatimah hanya tersenyum mendengar ucapan Rivan. Rendra pun kaget mendengar anaknya bercerita dengan jujur.
"Alhamdulillah, berarti ayah lagi berbagi, Rivan juga kalau punya rezeki harus berbagi" ucap Fatimah menahan sesak di dada
Pasti mereka terlihat seperti keluarga yang harmonis, dan orang pun akan beranggapan mereka adalah satu keluarga. batin Fatimah
"Oh, tapi Lipan tidak punya lezeki bunda" jawab Rivan bingung
"Nanti jika Rivan sudah besar pasti punya rezeki lebih, jangan lupa harus bersyukur dengan apa yang sudah Rivan miliki, Rivan juga tidak boleh berlebihan dalam hal apapun" tutur Fatimah
__ADS_1
"Alhamdulillah Lipan belsyukul bunda' sahut Rivan nyengir
"Rivan ayo ke masjid dengan ayah" ucap Rendra sudah rapih ingin shalat dzuhur
"Lipan dirumah saja dengan bunda, ayah" jawab Rivan menolak
"Ya sudah, ayah ke masjid dulu" ucap Rendra mencium Rivan
"Semoga kamu selalu bahagia mas Rendra" lirih Fatimah menunduk tapi masih di dengar oleh Rendra
Apa maksud ucapan Fatimah?. batin Rendra
"Bunda, Lipan mau main lego boleh ya" ucap Rivan
"Tentu boleh sayang" jawab Fatimah masuk bersama Rivan
Malam
"Boleh aku bertanya?" tanya Fatimah pelan
"Silahkan" jawab Rendra bingung tiba-tiba Fatimah tidak menyebutkan dirinya bunda lagi
"Apa anak-anak ku punya salah sama kamu?" tanya Fatimah tidak tahan dan penasaran
"Maksudnya?" sahut Rendra tidak paham
"Ayu dan Dito apa punya salah dengan kamu" tanya Fatimah lagi
"Jika pun anak-anakku mempunyai salah, aku sebagai ibunya mewakili untuk meminta maaf apabila ada perkataan ataupun perbuatan dari mereka yang membuat kamu tidak nyaman dengannya" tutur Fatimah
"Tidak paham sama sekali" ucap Rendra menatap Fatimah
"Aku hanya mau bilang itu saja, permohonan maaf untuk kedua anakku" jawab Fatimah meninggalkan Rendra diruang tv dan masuk ke dalam kamar
Fatimah menyebutnya aku, kamu, ada apa dengannya, lalu kenapa harus minta maaf atas kesalahan Dito dan Ayu. batin Rendra
Rendra menyusul Fatimah ingin tau semua apa yang terjadi pada dirinya, ternyata Rendra tidak sadar bahwa dirinya lah membuat selisih paham.
"Rivan belum bobo" ucap Rendra masuk ke kamar anaknya masih menonton tv
"Belum ayah" jawab Rivan
Rendra mendekati Fatimah dan duduk di sampingnya.
"Kenapa bicara seperti tadi?" tanya Rendra
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin meminta maaf aja mewakili anak-anakku" jawab Fatimah
"Sekarang aku, kamu?" tanya Rendra
__ADS_1
"Bukankah kamu duluan dari kemarin-kemarin, aku hanya mengikuti" jawab Fatimah
"Aku bertanya serius pada mu" ucap Rendra
"Aku lebih serius, jika suami ku sudah tidak menganggap kehadiran istrinya, lalu aku harus selalu menganggap kehadiran suamiku" jawab Fatimah
"Masalah ini kamu duluan yang buat" ucap Rendra
"Yang aku perbuat permasalahan handphone yang kamu berikan pada Rivan, setelah itu kamu yang marah-marah di dapur perkara aku hanya kasih makan Rivan telur dadar" jawab Fatimah
"Jelas aku marah, kamu memberi makan anak hanya telur dadar" ucap Rendra kesal
"Kamu yang meminta aku membagikan makanan tersebut pada oranglain bukan, karena menganggap aku masih marah pada kamu, makanya aku berani memberikan masakan yang sudah aku buat dengan tulus untuk makan anak dan suamiku" tutur Fatimah
"Setidaknya kamu ingat Rivan, tidak memberikannya semua" ucap Rendra
"Aku selalu ingat dengan Rivan" sahut Fatimah tidak mau kalah
"Kalau kamu ingat, kamu tidak akan menawarkan telur dadar pada Rivan saat itu" ucap Rendra
"Kamu tidak suka aku memberikan Rivan makan hanya telur dadar" tanya Fatimah
"Sangat jelas aku tidak suka, dia anak ku satu-satunya, jadi aku tidak mungkin membuat dia menderita" jawab Rendra emosi
"Aku tau dia anak pertama mu, tapi aku ibu nya juga tidak akan pernah rela anak-anakku menderita" ucap Fatimah mencoba menahan emosinya karena masih ada Rivan
"Jika kamu ingin anakmu tidak menderita, kamu tidak akan melakukan hal itu Fatimah" jawab Rendra
Fatimah tersenyum, Rendra yang berawal memanggil kamu sekarang menjadi hanya nama.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.