BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Rama Datang


__ADS_3

Pinggir jalan


"Kenapa aku malu sendiri ya datang ke rumah Rendra dan menginjakan kaki lagi di rumah ini" ucap Rama menatap rumah Rendra yang minimalis tapi luas


"Apa aku batalkan saja untuk menemui Rendra dan Fatimah" lirih Rama


"Loh pak Rama, kenapa ngga masuk pak" ucap pak Ilham supir Rendra yang lama


"Eh, i..iya i..ni mau masuk" sahut Rama gugup


"Mari pak masuk, tumben pak naik motor" tanya pak Ilham ramah


"Mobil kan dirumah papih Ammar, pak Ilham" jawab Rama mendorong motornya memasuki rumah Rendra


"Sempet lihat sih di garasi rumah papih Ammar" sahut pak Ilham


"Ada pak Rama ternyata, masuk pak, bibi panggilkan pak bos dulu di dalam" ucap bibi


Bibi membukakan pintu utama, ternyata Rendra dan Fatimah sedang duduk di sofa, tertawa bersama melihat video.


"Ada apa bi?" tanya Rendra pelan


"Maaf pak, kirain ngga ada bapak dan ibu disini, itu di depan ada pak Rama" jawab bibi tersenyum


"Suruh masuk bi, cepetan" ucap Rendra semangat


Bibi memanggil Rama yang sedang mencuci muka dekat kran air yang di pos satpam. Rama masuk mengikuti arahan bibi.


"Assalamu'alaikum" ucap Rama pelan


"Wa'alaikumsalam" jawab Rendra dan Fatimah


"Masuk Ram, sudah ditunggu dari tadi" ucap Rendra mempersilahkan Rama masuk


"Bibi, tolong buatkan minum ya dua macem, yang segar dan yang hangat" sahut Fatimah pelan


"Siap bu" jawab bibi, berlari kecil ke dalam rumah


"Gimana perjalanan, lancarkan, lama sekali nyampe sininya" ucap Rendra dengan pertanyaan bertubi-tubi


"Nanya tuh satu-satu" sahut Fatimah


"Kelamaan nanya satu-satu" jawab Rendra santai


"Alhamdulillah lancar-lancar aja, kendala juga cuma sedikit, ban motor bocor jadi harus ganti ban terlebih dahulu" ucap Rama tenang


"Kok naik motor?" tanya Fatimah heran

__ADS_1


"Saya kan hanya punya motor" jawab Rama jujur


"Bukan, maksud saya kenapa ngga naik angkutan umum saja, lebih santai" ucap Fatimah ngga enak hati dengan Rama dia salah bertanya


"Oh iya kita langsung saja pada tujuan mengundang lu kemari Ram" sahut Rendra


"Memang ada apa? apa ada hal penting?" tanya Rama menatap Rendra dan Fatimah secara bergantian


"Ada, jadi gimana perasaan lu dengan Ayu yang sesungguhnya?" tanya Rendra membuat Rama tersentak kaget


"Maksudnya apa?" jawab Rama heran


"Satu, apa hati lu masih ada nama Risa? kedua, apa lu cinta dengan Ayu? ketiga, bagaimana caranya lu bisa bahagiain Ayu jika Ayu adalah jodoh lu sementara hati lu masih ada cewe lain?" tanya Rendra tanpa basa basi lagi


"Tunggu dulu, tujuan kalian memanggil saya kemari apa? jelaskan, baru saya akan paham" jawab Rama semakin bingung saat mendengar pertanyaan dari Rendra


"Tujuan gua manggil lu adalah, gua ingin lu bertanggung jawab pada Ayu" ucap Rendra


"Tanggung jawab? maaf saya masih ngga paham, tanggung jawab apa, saya merasa tidak melakukan apa-apa pada Ayu" sahut Rama menatap Rendra


"Hadeuh masih ngga peka juga nih orang, lu tau ngga sih selama ini Ayu suka dan cinta sama lu? dan lu jangan bohong sama gua, lu kemarin habis telponan dengan Ayu kan?" tanya Rendra tenang


"I..iya, memang saya telpon Ayu kemarin" jawab Rama


"Apa tujuan lu telpon Ayu? mau kasih PHP lagi buat anak gua" ucap Rendra sedikit menaikan nada bicaranya


"Ya...ya...ya, lu menghibur sama aja memberikam harapan pada Ayu, harusnya lu sadar itu, jika lu belum bisa menerima Ayu hadir di dalam hati lu, seharusnya jangan lu hibur dia, itu membuat dia semakin sulit melupakan lu Ram" bentak Rendra


"Kenapa sih Rend, selalu berpikir hati saya ada nama perempuan lain" ucap Rama kesal dibentak Rendra


"Itu kenyataannya Ram" jawab Rendra cepat


"Cukup ya bapa-bapa semua, kenapa jadi pada debat begini" sahut Fatimah pelan


"Rama, saya ingin yang terbaik untuk anak saya, jadi saya butuh jawaban pasti, dan tidak ada keraguan dalam diri kamu, Apa kamu cinta dengan anak saya yang bernama Ayu?" tanya Fatimah serius


"Iya, saya memang cinta sama Ayu" jawab Rama yakin


"Boong itu, hatinya masih milik Risa" sahut Rendra memancing


"Demi Tuhan, saya tidak pernah memikirkan Risa" ucap Rama meninggikan suaranya


"Rama, Ayu masih sekolah dan ingin kuliah, misalkan Ayu menerima cinta kamu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Fatimah


"Mewujudkan cita-cita Ayu" jawab Rama tegas


"Jika saya menyuruh kamu menikahi Ayu, setelah dia lulus bagaimana?" tanya Fatimah lagi

__ADS_1


"Saya bersedia, tapi..." jawab Rama terpotong oleh Rendra


"Tuh kan sayang dia masih ragu, di hati dia masih ada nama yaitu RISA. R..I..S..A" sahut Rendra meledek


"Yang membangkitkan nama itu lagi adalah kamu sendiri Rend, bukan saya, apa kamu dendam dengan saya karena dulu Risa lebih memilih cinta saya dibandingkan kamu" ucap Rama kesal


"Jangan pernah ungkit masa lalu Ram" bentak Rendra


"Kalo memang ngga mau di ungkit, kamu juga jangan ungkit masa lalu saya" ucap Rama


"STOPPP!!!" teriak Fatimah


"Ini satu kenyataan yang baru saya tau, tapi itu akan saya belakangkan, sekarang Ayu, tadi kamu bilang bersedia tapi apa?" tanya Fatimah mulai bete


"Saya ingin jawaban dari Ayu terlebih dahulu, sebelum menikahi Ayu, dan saya ingin Ayu dan saya hidup sederhana di rumah orangtua saya, dan menerima saya sebagai suami dengan pekerjaan tukang kayu, bukan pengusahan atau apapun itu" jawab Rama menatap Fatimah


"Ayah mau nambahin yang lain lagi?" tanya Fatimah melihat Rendra


"Ngga ada, terserah bunda aja" jawab Rendra cemas, istrinya tau satu kenyataan yang lain.


"Lebih baik ayah hubungi Diman dan menyuruh Ayu pulang, lalu apa ada yang ayah ingin jelaskan, sambil menunggu Ayu pulang?" tanya Fatimah tenang


"Ayah sudah chat Diman, untuk masalah Risa, itu sudah sangat lama, sebelum ayah mengenal kamu juga kok, itu kan ngga penting jadi ngga usah dibahas ya, intinya ayah dan Risa tidak pernah ada hubungan apapun" jawab Rendra lembut menatap Fatimah


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2