
Papi Ammar keluar dari kamar Dito dengan perasaan yang tidak bisa di artikan, bingung, sedih dan tidak tega.
Tanpa mereka sadari sejak tadi ada yang mendengarkan obrolan papi Ammar bersama Dito dan Ayu di dalam kamar. Dia adalah Rendra, Rendra tidak benar benar pergi dari kamar Dito, dia hanya malas berdebat dengan papinya.
Rendra tak kuasa menahan tangisnya mendengar ungkapan Dito. Saat papi Ammar keluar kamar Rendra segera bersembunyi, hingga papinya menuruni anak tangga. Rendra segera berlari ke kamarnya untuk menemui istri dan baby R.
Sampai di kamar Rendra menciumi seluruh wajah Fatimah, dan memeluk Fatimah yang masih tertidur.
"Hmmm, ayah kenapa?" tanya Fatimah dengan suara khas bangun tidur
"Hanya ingin peluk bunda" jawab Rendra yang masih memeluk Fatimah dengan posisi tiduran
"Pasti ada sesuatu kan, tidak biasanya ayah seperti ini" ucap Fatimah mengelus wajah suaminya
"Maafin ayah ya, tadi ayah membentak Dito" sahut Rendra dengan pelan, Fatimah hanya terdiam saat membahasa Dito, dia tersadar belum menemui Dito dan Ayu lagi.
Rendra masih menatap istrinya, sebab Fatimah tidak menjawab yang ucapkannya. "Apa bunda marah dengan ayah?" tanya Rendra pelan
"Boleh bunda menemui Dito dan Ayu, hanya sebentar aja kok" ucap Fatimah mengabaikan pertanyaan Rendra
"Ayah akan telpon Ayu, agar mereka berdua yang kesini" sahut Rendra sambil meraih ponselnya yang terletak disisi meja
Tidak lama kemudian Dito dan Ayu sudah masuk ke kamar Rendra, sesuai yang keinginan Rendra.
"Ayah tinggal keluar dulu ya" ucap Rendra memberikan kesempatan pada istri dan anak anaknya.
"Disini aja, lagi pula bunda tidak mau membahas apapun, bunda hanya kangen aja dengan Ayu dan Dito" sahut Fatimah lembut, karena dia melihat tingkah suaminya yang berbeda dari biasanya.
"Baiklah, ayah akan tetap disini" jawab Rendra
"Kalian berdua tidak kangen dengan bunda?" tanya Fatimah pada kedua anaknya yang masih diam berdiri
"Kita kangen kok sama bunda" ucap Dito memeluk Fatimah lebih dulu.
__ADS_1
"Eh, itu baby R tersenyum" sahut Ayu saat melihat adik mungilnya
"Oh iya, mungkin dia tau disini ada kedua kakanya yang akan terus menjaga dan melindungi adiknya" ucap Fatimah menatap Dito
"Dito dan mbak Ayu pasti akan selalu menjadi baby R, selama kita bisa bunda" sahut Dito paham dengan tatapan sang bunda
"Alhamdulillah, kalian sehat sehat terus, Ayu juga sebentar lagi insyaa Allah akan segera menikah" ucap Fatimah
"Aamiin, doain dan dukung kita terus ya bun" sahut Ayu tersenyum
"Pasti dong, bunda akan selalu mendoakan ayah dan anak anak bunda ini" ucap Fatimah menepuk pipi Dito
"Bunda istirahat aja ya, Dito mau balik ke kamar, masih banyak tugas sekolah bun" ucap Dito
"Ya sudah Dito selesaikan lebih dulu tugasnya, setelah itu kita ngobrol lagi" jawab Fatimah
"Dito dan Ayu jangan lupa makan ya, yang lain sudah pada makan, tinggal kalian yang belum kata bibi" sahut Rendra tenang
"Siap ayah, selesai tugas Dito beres kita akan makan" jawab Dito
"Ya sudah kita makan dulu deh, bunda juga jangan lupa makan ya" sahut Dito dengan lembut
"Iya, pasti bunda makan jika sudah mendengar kalian makan" jawab Fatimah
Dito dan Ayu segera makan yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga.
"Bunda mau bersih bersih dulu ya, titip baby R" ucap Fatimah
"Mau ayah bantuin?" tanya Rendra pelan
"Bunda sendiri aja, kalau ayah bantuin bunda lalu yang jaga baby R siapa?" ucap Fatimah tersenyum
"Hati hati di kamar mandi ya" sahut Rendra, Fatimah hanya tersenyum dan menganggukan kepala
__ADS_1
Selama Fatimah membersihkan diri, Rendra selalu menoel pipi baby R agar terbangun, tapi baby R tidak bangun hanya tersenyum tersenyum kecil, membuat Rendra semakin gemas dengan baby R.
"Ayah, anaknya jangan uyel uyel begitu" ucap Fatimah melihat Rendra mencium wajah anaknya
"Hah, ayah hanya gemas aja" sahut Rendra
"Iya tapi, pipi ayah ini kan bewokan, takut iritasi kalau ayah uyel uyel di pipi baby R" jawab Fatimah
"Iya kah? ayah bersih saja deh bewoknya, biar bisa cium baby R terus" ucap Rendra hendak ke kamar mandi
"Dirapihkan saja, tidak perlu di cukur habis" sahut Fatimah
"Ok deh, ayah rapihin terlebih dahulu" ucap Rendra
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.