BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Permintaan Maaf


__ADS_3

Beberapa menit Fatimah sudah terlelap bersama baby R, Rendra melihat Fatimah hanya tersenyum gemas, dengan gerakan cepat Rendra keluar dari kamarnya menuju kamar Dito.


Saat baru tiba di atas Rendra melihat mertuanya baru saja keluar dari kamar Dito dengan wajah sedih, Kyai Bahri dan istri menuju ruang lantai bawah, Rendra bersembunyi dibalik pilar.


Setelah mertuanya turun, Rendra mendekati kamar Dito dan langsung membukanya. Dito yang sedang terngkurap tersentak melihat ayahnya masuk ke dalam kamar.


"Lagi buat apa?" tanya Rendra lembut duduk di samping Dito


"Ini hanya lagi menggambar aja" jawab Dito sedikit takut


"Loh ini kan wajah Baby R" ucap Rendra tersenyum sedikit mengajak Dito bergurau


"Iya ayah" sahut Dito singkat


"Kok bisa hafal, dan ini mirip sekali dengan Baby R" ucap Rendra terkejut melihat gambar Dito


"Dari foto, bunda pernah mengirim saat Baby R lahir" sahut Dito masih keadaan tegang


"Wah... bagus sekali hanya dari foto, hebat, berarti Dito bisa melukis, besok ayah carikan les khusus melukis ya? supaya ilmu yang Dito punya bisa dikembangkan lagi" ucap Rendra bangga


"Dito tanya bunda dulu deh, ayah" jawab Dito ragu


"Tidak perlu tanya bunda, bunda pasti akan setuju dengan ide ayah, apalagi nanti saat melihat gambar yang kamu buat ini" sahut Rendra


"Baiknya ayah aja, Dito ikut" ucap Dito pelan


"Dito, dengerin ayah baik baik, yang pertama ayah benar benar minta maaf sama Dito, ayah sudah bentak Dito, mungkin itu terdengar kasar di telinga siapapun, jujur ayah tidak ada maksud seperti itu" tutur Rendra dengan pelan dan lembut


"Dito paham kok ayah" sahut Dito pelan menundukan kepala


"Jangan salah paham sama ayah, ayah tau bunda tuh lelah, makanya ayah memaksa bunda agar istirahat terlebih dahulu, termasuk baby R, buktinya mereka sekarang tertidur" ucap Rendra merasa bersalah dengan Dito


"Iya ayah" jawab Dito singkat


"Dito marah dengan ayah?" tanya Rendra menatap Dito


"Tidak, boleh Dito minta sesuatu sama ayah?" tanya Dito pelan


"Silahkan selagi ayah mampu, insyaa Allah akan ayah turuti apa yang Dito inginkan" jawab Rendra

__ADS_1


"Dito dan Mbak Ayu kan bukan anak kandung ayah" ucap Dito terpotong


"Kenapa harus bicara begitu?" tanya Rendra tegas dan tidak suka


"Ayah dengarkan Dito sebentar, Kita berdua bukan anak kandung ayah, jadi suatu saat ayah memang mulai tidak suka dengan Dito atau Mbak Ayu, ayah bisa katakan langsung pada Dito dan mba Ayu, tapi dibelakang bunda, Dito tidak mau bunda merasa sedih dan juga bingung harus siapa yang di bela, Dito ingin bunda bahagia dengan ayah Rendra dan juga Baby R, sekali lagi Dito MOHON SEKALI agar ayah tidak membuat bunda sedih" ucap Dito tidak ingin melihat bunda yang dia sayang sedih, karena tadi tatapan bundanya terlihat sendu saat dirinya dibentak


"Ayah minta maaf sama Dito dan juga Ayu, ayah sayang sama kalian, ayah juga ga mungkin membedakan kalian dengan Baby R, apalagi mbak Ayu sudah mau menikah dengan Rama, Dito jangan bicara begitu lagi" jawab Rendra tak sampai hati


"Terima kasih atas kasih sayang ayah untuk kita berdua, tetapi kita berdua memang tidak akan pernah sama dengan Baby R, ayah. Jadi Dito hanya titip pesan itu saja kok, dan Dito juga seperti belum butuh untuk Les Melukis yang ayah katakan, Dito bisa berlatih sendiri dirumah dengan alat alat sederhana" ucap Dito pelan


"Apa Dito dan mbak Ayu mau mengizinkan ayah mengasih nama tambahan pada nama kalian di akhir, dengan nama Gilbert?" tanya Rendra pelan


"Kenapa harus tambah nama?" tanya Dito balik bingung


"Ayah hanya ingin kalian berdua ada nama Gilbert diakhir nama, ayah sudah izin pada bunda dari kemarin, tapi bunda tidak memberikan izin itu pada ayah" jawab Rendra apa adanya


"Alasan bunda tidak memberikan izin apa?" tanya Doto lagi


"Tidak paham, intinya bunda tidak mau ayah memberikan nama Gilbert sebagai nama tambahan untuk kalian" jawab Rendra


"Tujuan ayah kasih kita nama tambahan apa?" tanya Dito kesekian kalinya dengan ekspresi serius


"Supaya tidak membedakan kalian dengan Baby R, jadi sampai ayah Rendra mati nama ayah Rendra selalu ada di hati kalian berdua dan akan selalu kalian ingat" ucap Rendra sedih


"Apa ayah bilang pada bunda tujuan ayah memberikan nama tambahan?" tanya Dito semakin penasaran


Rendra hanya menggelengkan kepala dengan lemah, dari awal dia memang tidak memberitahukan tujuan awalnya, dia hanya memaksa Fatimah untuk memberikan nama dia pada kedua anak Fatimah dan Sidiq.


"Ayu bersedia kok, apabila ayah mau memberikan nama tambahan" sahut Ayu tersenyum di depan pintu kamar Dito, ya Ayu mendengat apa yang di bicarakan oleh ayah dan adiknya itu.


"Ayu mau pakai nama ayah dibelakang nama Ayu?" tanya Rendra antusias


"Mau, tapi ayah tetap harus izin dengan bunda, dan beritahu tujuan ayah" jawab Ayu tenang


"Ayah akan bicara baik baik lagi dengan bunda" ucap Rendra senang


"Kalau Dito bagaimana?" tanya Ayu melihat Dito


"Dito juga mau pakai nama Gilbert di belakang nama Dito" jawab Dito tersenyum membuat Rendra senang

__ADS_1


Rendra memeluk Ayu dan Dito, semua itu tidak luput dari pandangan mertua Rendra, niat hati ingin memberikan cemilan untuk Dito, ibu Yayi jadi melihat haru biru yang ada di dalam kamar Dito.


Ibu Yayi merasa bahagia juga, melihat kedua cucunya berpelukan dengan ayah sambung mereka, penuh kasih sayang yang tercurahkan satu dengan yang lainnya. Ibu Yayi menunda masuk ke kamar Dito dan kembali ke dapur.


Kyai Bahri, papih Ammar dan mama Alisha heran saat melihat ibu Yayi turun kembali membawa nampan yang masih utuh tak tersentuh.


"Ada apa? apa Dito tidak mau?" tanya Kyai Bahri lembut mengelus punggung istrinya


"Bukan itu" jawab Ibu Yayi masih terharu


"Lalu apa? kenapa di bawa lagi cemilannya, ini cemilan kesukaan Dito" ucap Kyai Bahri tambah bingung


"Ibu hanya tidak enak saja masuk kamar Dito" sahut Ibu Yayi


"Tida enak kenapa bu Yayi, disini bu Yayi bebas melakukan apapun" ucap mama Alisha penasaran


"Iya, tapi dikamar Dito lagi ada Rendra dan Ayu, sepertinya mereka lagi berbicara hal yang serius" sahut Umi Yayi


"Rendra? Mau apa dia di kamar Dito" ucap papih Ammar kencang, karena di pikirnya Rendra akan menyakiti Dito kembali


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2