
Ada rasa bahagia habis menghubungi sang istri, tapi ada juga rasa khawatir dan kepikiran dengan ucapan Christina tadi membuat otaknya harus segera mencari cara agar perempuan itu tidak mengganggu rumah tangganya.
Rendra menjadi tidak nafsu makan, kata yang keluar dari mulut Christina selalu terngiang di otaknya.
Apa iya aku pernah melakukan dengan Christina, tapi tidak mungkin, saat itu memang aku mabuk, tapi saat bangun tidur aku sendiri di dalam kamar. gumam hati Rendra
"Aahhhh, si***l***n kenapa jadi begini sih, aku tidak ingat apapun" teriak Rendra menarik rambutnya dengan perasaan yang sangat kesal dan marah
Tok ... tok ... tok .... suara ketukan pintu
"Masuk" teriak Rendra
Ceklek .... suara pintu terbuka
"Bro, ada apa tadi?" tanya Devan santai
"Entahlah, gua bingung" jawab Rendra lesu
"Sorry ya tadi gua denger semua keributan yang terjadi disini, pertanyaan gua lu waktu itu ngapain ke LN?" tanya Devan tenang
"Waktu itu gua seminar kesana, dan disana ketemu teman SD gua, dia mengundang untuk datang ke acara partynya, dan gua datang malam itu, gua juga ingat posisi disana mabuk parah dan kembali ke hotel ditemani almarhum pak Ilyas supir gua disana, dan pas gua bangun tidur juga di dalam kamar sendiri" jawab Rendra mengingat sedikit memori kejadian waktu itu
"Biar gua yang cari tau kebenaran, lu fokus sama Fatimah dan keluarga lu yang lain, jangan dipikirin kejadian hari ini" ucap Devan
"Terima kasih bro, gua benar benar bingung dan kalut saat ini, gua mohon jangan kasih tau siapapun sama yang lain termasuk istri lu juga jangan sampe tau" sahut Rendra, dia juga mengingat istrinya Devan sangat dekat dengan Fatimah
"Maaf bro, gua akan terbuka dengan istri gua dalam hal apapun, tidak mau ada rahasia di dalam rumah tangga gua, sebisa mungkin lu juga seperti itu, jujur memang menyakitkan, tapi itu jauh lebih baik kedepannya" ucap Devan santai
"Akan gua coba bro" sahut Rendra lesu
"Pulang lah, tugas lu juga disini sudah selesai, tenangian diri lu, setelah itu cerita semua pada Fatimah" ucap Devan meninggalkan ruangan Rendra
Rendra kembali duduk dikursinya dengan rasa takut apabila jujur dengan Fatimah, tapi dia juga tidak mau Fatimah dan anaknya salah paham.
Lebih baik aku pulang awal, supaya bisa menceritakan semua tentang yang terjadi hari ini dan di masa lalu. gumam hati Rendra membereskan semua pekerjaannya
Rendra berlari kecil menuju parkiran khusus para dokter, dia juga mengemudi dengan santai mengingat pesan Fatimah, agar pulang selamat dan berkumpul dengan keluarga
Ya Allah, kuatkan aku dalam bercerita nanti pada Fatimah. batin Rendra gelisah
Mobil Rendra memasuki halaman rumah dan melihat Dito sedang memainkan laptop dan beberapa buku di meja depan pintu.
"Assalamu'alaikum" ucap Rendra tersenyum
"Wa'alaikumsalam" jawab Dito membalas senyuman Rendra dan memeluk Rendra
__ADS_1
"Lagi ngapain diteras begini" tanya Rendra heran
"Ngerjain tugas, butuh suasana baru, kalau di dalam kamar otak terasa mati dan males berpikir" jawab Dito kembali duduk dan memegang buku
"Kenapa tidak ditaman belakang, disana jauh lebih tenang tidak terdengar suara kendaraan yang lalu lalang" ucap Rendra
"Lebih nyaman disini" sahut Dito tersenyum
"Baiklah, ayah masuk dulu ya" ucap Rendra menepuk bahu Dito dengan pelan
"Silahkan ayah" jawab Dito
Rendra masuk kedalam rumah terlihat sepi, jadi dia memutuskan masuk ke dalam kamar.
Kemana Fatimah?. batin Rendra saat sudah di dalam kamar
Ceklek ... suara pintu kamar mandi terbuka
"Ayah sudah pulang?" tanya Fatimah melirik jam masih menunjukan setengah tiga siang
Rendra memeluk Fatimah dengan erat.
"Ada apa?" tanya Fatimah lagi
"Hanya ingin memeluk bunda" jawab Rendra lirih
"Ayah mau cerita sama bunda, tapi tolong dengarkan sampai ayah selesai, setelah itu terserah bunda mau melakukan apa" jawab Rendra yang sudah berkaca kaca
"Tunggu sini, bunda titip baby R ke mama atau ke ibu dulu, tapi sebelum cerita ayah sudah makan belum?" tanya Fatimah lembut
Rendra hanya menggelengkan kepala, pertanda dia belum makan.
"Bunda bawakan makanan terlebih dahulu untuk ayah, setelah itu baru ayah cerita semua apa yang membuat ayah seperti ini, sambil nunggu ayah mandi dulu ya" ucap Fatimah
Lagi lagi Rendra menganggukan kepalanya. Fatimah menitipkan anaknya dan mengambil makanan dari dapur, tidak lupa juga Fatimah membawakan buah segar agar suaminya tenang dalam bercerita, banyak pertanyaan dalam pikiran Fatimah tentang Rendra yang tiba tiba menjadi sendu.
Fatimah membawakan makanan yang dia ambil ke dalam kamar, dan menemani suaminya terlebih dahulu makan hingga habis, karena Fatimah memakai ancaman apabila makanan tidak habisa dia akan tidur beda kamar hari ini, dengan terpaksa Rendra menghabiskan semua makanan yang dibawa.
Selesai makan semua peralatan dibawa kembali ke dapur untuk dibersihkan.
"Fatimah" panggil papih Ammar
"Iya pih" sahut Fatimah selesai mencuci piring
"Kenapa kamu menitipkan baby R pada kita?" tanya papih penasaran
__ADS_1
"Mas Rendra sudah pulang pih, dan katanya mau bicara serius, jadi supaya mas Rendra lebih tenang, aku titipkan baby R pada mama dan ibu deh" jawab Fatimah apa adanya
"Kalian ada masalah?" tanya papih penuh selidik
"Tidak ada pih, tadi di telpon juga baik baik aja dan becanda, aku juga heran kenapa pulang kerja jadi gelisah begitu" jawab Fatimah
"Ya sudah lekas lah temani suami mu, takutnya dia sedang lagi ada masalah dan ingin curhat sama istrinya" sahut papi mengelus kepala Fatimah
Fatimah meninggalkan dapur dan menunu ke kamarnya.
Apa yang terjadi sama Rendra, punya masalah besarkah, atau apa? aku akan cari tau lewat Devan atau Haikal. gumam hati papih Ammar khawatir
Ceklek .... suara pintu kamar terbuka
"Kirain ayah rebahan, kok masih duduk aja" ucap Fatimah dengan lembut
"Ayah kan mau cerita, masa rebahan nanti yang ada ketiduran dong" sahut Rendra menarik Fatimah agar segera duduk disampingnya
"Cerita dulu kenapa ayah tiba tiba badmood, tadi pas di telpon biasa aja" tanya Fatimah menatap Rendra
"Tadi dirumah sakit ada teman ku perempuan datang, dan perempuan itu terobsesi sama aku sampai dikawal security juga saat masuk ruangan ku" jawab Rendra menjelaskan hingga detail kejadian hari ini yang terjadi pada dirinya, Fatimah mendengarkan dan mencerna setiap kata yang di keluarkan suaminya.
"Masa lalu ayah berarti?" tanya Fatimah setelah Rendra selesai menjelaskan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.