BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Anna


__ADS_3

Rendra dan yang lain sudah pulang kerumah masing-masing, karena Rendra juga sudah harus kembali bekerja dirumah sakit, tetapi bukan rumah sakit yang lama.


Fatimah hanya bisa mengingatkan suaminya untuk selalu menjaga ibadahnya, kekuatan yang paling kuat adalah hanya ibadah lima waktu dan berdoa, tidak lupa juga Sunnah-sunahnya di jalankan, agar lebih seimbang


Rendra dan Fatimah selalu berharap, di tempat baru tempat Rendra bekerja membawa aura positif untuk Rendra


Sebenarnya Rendra sedih jika harus kembali bekerja sebagai dokter, pasti akan banyak waktu yang hilang untuk bermain dengan Rivan, jadwal doker memang sudah jelas, tetapi kita juga harus siap kapanpun jika dibutuhkan apabila ada pasien yang darurat.


Untung saja Dito sudah kembali tinggal bersama mereka, minimal Rivan dan Fatimah ada yang menjaga di saat Rendra sibuk bekerja, Rendra juga meminta pada Dito untuk selalu memberikan informasi apapun tentang Fatimah dan Rivan, lalu videokan kegiatan Rivan jika Dito sudah pulang bekerja.


Kamar Rendra


"Mau kerja kenapa tidak semangat" ucap Fatimah menatap suaminya


"Bukan tidak semangat, waktu ayah akan habis di rumah sakit, dari pada di rumah sendiri, akan banyak moment yang hilang, apalagi sulit bermain sama Rivan" jawab Rendra lesu


"Apapun yang kita jalankan harus ikhlas, semua itu ada risiko yang diambil, kita itu harus sering belajar dan introspeksi diri, supaya menjadi manusia yang lebih baik lagi terutama untuk keluarga. ucap Fatimah


"Doain ayah, supaya selalu Istiqomah menjalankan ini semua" jawab Rendra senyum


"Itu selalu, lebih baik sekarang istirahat, besok pertama kerja dan masuk pagi, siapa tau sore sudah pulang kerumah dan bisa bermain bersama Rivan, jika ayah ada waktu kosong, dan di perbolehkan memegang ponsel, hubungi aku supaya Rivan tidak terlalu kehilangan sosok ayah yang sibuk bekerja" tutur Fatimah


Rendra dan keluarga nya sedang tidur semua, waktu sudah menunjukan pukul 01.25, rumah juga nampak hening dan gelap.


"Ya Allah ini rumah gelap sekali sih" ucap perempuan


"Eh, non sudah datang" sahut bibi


"Kebiasaan deh, sampai gelap gulita begini, bi" jawab perempuan tersebut


"Kalau kata ibu biar hemat non" sahut bibi


"Ya ampun pelit sekali istrinya Rendra itu" jawab perempuan


"Non mau makan dulu apa istirahat" tanya bibi ramah


"Istirahat saja, saya lelah habis perjalanan jauh, badan ku juga terasa remuk kelamaan duduk di pesawat" jawabnya


"Mau di buatkan minum hangat? tanya bibi lagi


"Boleh bi, green tea biasa ya" jawab perempuan


"Baik non, akan bibi buatkan, silahkan masuk ke kamar dan beristirahat" ucap bibi kembali ke dapur membuatkan minuman


Pagi hari, Fatimah sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya, dan selalu di bantu bibi


"Morning" ucap perempuan turun dari tangga, Fatimah dan bibi menoleh kesumber suara


"Pagi non" sahut bibi, Fatimah masih diam saja memandang perempuan tersebut

__ADS_1


"Morning kaka ipar" ucap perempuan


"Pagi juga, kalau boleh tau kamu siapa ya?, saya belum pernah bertemu dengan mu" tanya Fatimah ramah


"Oh iya, kita belum berkenalan, kenalkan namaku Anna, aku anak dari pak Yudha adiknya almarhumah mamihnya bang Rendra, maaf ya aku baru bisa berkunjung ke sini, karena kuliah ku padat sekali dan lebih tepatnya malas datang ke Indonesia" jawab Anna mengulurkan tangan pada Fatimah, Fatimah pun membalas dengan ramah


"Masya Allah, akhirnya bisa bertemu dengan keluarga dari mamih" ucap Fatimah senyum


Cantik juga walaupun usianya diatas bang Rendra, aku seorang wanita aja masih terpesona melihat istrinya Rendra, apalagi laki-laki, pasti tidak pada berkedip, Rendra harus ekstra menjaga istrinya dari laki-laki kadal diluar sana. batin Anna


"Bunda" panggil Rivan


"Hai sayang, sudah bangun" ucap Fatimah mensejajarkan tubuhnya dengan Rivan


"Iya, ayah bangunkan Lipan, tapi Lipan belum mau mandi, dingin" jawab Rivan


"Alasan saja, kan ada air hangat" ucap Fatimah gemas


"Halo Cil" sahut Anna ikut mensejajarkan tubuhnya dengan Rivan


"Dia siapa bun" tanya Rivan menghindar


"Kenalin itu auntynya Rivan" jawab Fatimah lembut


"Masa" sahut Rivan mengerutkan keningnya


"Iya, lagian Aunty tadi panggil aku Cil, namaku bukan Cil, tapi Lipan" jawab Rivan tegas menggemaskan


"Karena kamu masih bocil" jawab Anna


"Bunda, bocil apaan?" tanya Rivan tidak mengerti


"Itu panggilan untuk anak kecil, tetapi Rivan tidak boleh berkata itu pada siapapun ya" jawab Fatimah mengingatkan


"Kenapa? sedangkan aunty itu boleh" ucap Rivan merasa tidak adil


"Karena itu bahasa yang tidak baik, dan sangat tidak pantas untuk di ucapkan oleh siapapun, mau orang dewasa atau anak-anak, sangat tidak boleh" sahut Rendra tegas


Rivan memeluk Fatimah, dia takut melihat ketegasan Rendra


"Dan kami Anna, jika mau tinggal disini, berkatalah yang baik-baik saja, dirumah ini ada aturannya yang mesti kamu patuhi, siapapun jika tidak bisa menerimanya, silahkan keluar dari rumah ini" tutur Rendra datar


"Baru datang sudah dapat ceramah, lagian di jaman sekarang rumah pakai aturan, emangnya ini sekolah, jangan terlalu kuno juga dong bang" jawab Anna tidak habis pikir


"Sudah aku katakan, tidak suka silahkan keluar dari sini" ucap Rendra


"Pagi, ayah bunda" sahut Dito tidak sadar ada Anna


"Ayo kita sarapan" jawab Rendra

__ADS_1


"Eh, ada tamu, sorry baru sadar aku" ucap Dito


"Itu sepupunya ayahmu" jawab Fatimah


"Waduh, berarti Dito harus mengunsi dong" ucap Dito


"Kenapa?" tanya Rendra


"Tidak enak dengan tetangga, apalagi Dito bukan anak kandung ayah Rendra" jawab Dito pelan


"Bisa tidak kamu jangan bilang begitu, ayah tidak suka" ucap Rendra kembali tegas


"Maaf ayah, tapi kalau ngunsi itu wajib, karena ini bukan mahram Dito, bahaya, takut ada gosip yany tidak baik" jawab Dito


"Ayah butuh kamu disini" ucap Rendra


"Lagian siapa juga yang tertarik sama lu" sahut Anna melihat Diro remeh


"Anna, jaga bahasa mu disini, apa harus di ingatkan terus" ucap Rendra kesal


"Siapa yang bilang, kaka tertarik dengan saya, saya hanya menjaga-jaga hal yang tidak baik di dalam rumah ini" jawab Dito membela diri


"Kalian semua itu terlalu kaku hidupnya, harusnya rileks dan santai aja" sahut Anna


"Jika kamu tidak menjaga sikap dan bahasamu, aku akan bilang pada om Yudha, supaya kamu kembali pulang atau tidak tinggal dirumah ku" jawab Rendra emosi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2