BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Rivan Mau Ikut


__ADS_3

"Bunda" panggil Rivan menutup pintu kamar lagi


"Bunda pernah bilang apa ya sama Rivan?" ucap Fatimah


Rivan hanya menyengir berjalan ke arah Fatimah dan Rendra, "Ketuk pintu tellebih dahulu, jika tidak ada yang menyaut maka Lipan boleh langsung masuk" jawab Rivan menatap dan mengedipkan matanya di depan Fatimah


"Lalu, kenapa tidak Rivan lakukan" ucap Fatimah


"Lipan lupa, maaf ya bunda" jawab Rivan memeluk Fatimah


"Lain kali jangan di ulangi ya" ucap Fatimah mengelus kepala Rivan, Rendra hanya tersenyum melihat adegan ibu dan anak.


"Bunda, ayah, Lipan hali ini boleh ikut kakek Ammal tidak?" tanya Rivan pelan


"Tidak boleh ya sayang, ini sudah malam, apa Rivan tidak kasihan dengan bunda sendiri dirumah" jawab Rendra


"Tapi Lipan mau menginap" sahut Rivan


"Alasannya apa Rivan mau menginap?" tanya Rendra


"Kakek Ammal mau beliin Lipan hadiah" jawab Rivan polos, padahal papih Ammar sudah katakan jangan bilang kalau mau dibelikan sesuatu


"Rivan lebih pilih hadiah apa bunda?" tanya Rendra


"Bunda dong" jawab Rivan cepat


"Berarti hari ini jangan menginap ya, bunda masih tidak sehat kasihan kalau Rivan tinggal terus" ucap Rendra


"Lipan disini dapat hadiah tidak?" tanya Rivan kembali mengedipkan matanya


"Dapat" jawab Fatimah tersenyum, Rendra menatap istrinya dengan heran, padahal dia sendiri yang tidak ingin mengajarkan Rivan tergantung pada hadiah


"Asiikkk, apa hadiahnya?" tanya Rivan senang loncat-loncat


"Pahala dari Allah, apabila Rivan menjadi anak soleh, insyaallah akan banyak hadiah yang Allah berikan pada Rivan tanpa perantara kelak nanti" jawab Fatimah, Rendra bernafas lega


Rivan hanya melongo mendengarkan bundanya bicara, sesekali dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi Lipan dapat hadiah bukan dari bunda dan ayah?" tanya Rivan


"Semua yang kita miliki itu pemberian dari Allah, misal, Rivan di kasih hadiah sama kakek, nah itu sebenarnya dari Allah hanya saja Allah menitipkannya pada kakek dan yang lain" jawab Fatimah


"Lipan kalau minta hadiah sama Allah boleh tidak?" tanya Rivan polos


"Boleh dong, justru itu lebih bagus, tetapi kata Allah Rivan harus banyak belajar mengaji dan beribadah supaya bisa dituruti keinginannya" jawab Rendra mencubit kecil pipi Rivan


"Aahhhh" teriak Rivan memegang kedua pipinya


"Hustt, kenapa teriak" ucap Rendra kaget


"Ayah mencubit pipiku, nanti Lipan jadi tidak tampan" sahut Rivan cemberut


"Kata siapa dicubit pipinya menjadi tidak tampan?" tanya Fatimah bingung


"Kata abang Dito, kemalin ada ibu-ibu yang cubit pipi Lipan disekolah, telus kata abang Dito lain kali kalau dicubit sama orang lain Lipan halus cuci muka supaya belsih" jawab Rivan masih memegang pipinya

__ADS_1


"Loh, ini kan yang cubit ayahnya Rivan, bukan oranglain" ucap Fatimah


Tok... tok... suara ketukan


"Bunda, ayah" panggil Dito


"Masuk aja nak" ucap Rendra sedikit teriak


"Ayah belisik, halusnya ayah bukain pintu jangan teliak begitu" sahut Rivan melipat kedua tangannya di dada


"Ayah sama bunda sudah mau tidur belum?" tanya Dito setelah masuk ke dalam kamar


"Belum, ada apa, tapi tunggu sebelum kamu bicara ayah mau tanya, alasan kamu bilang sama Rivan kalau ada orang yang mencubit pipinya itu kenapa?" tanya Rendra serius


"Oh itu, tidak apa-apa, supaya Rivan belajar menjaga dirinya, kita tidak tau orang itu habis dari mana, lalu memegang Rivan, apalagi kulit Rivan itu sensitif banget, terkadang disentuh sama orang sedikit saja memerahnya bagaikan tomat, kasihan Rivan" jawab Dito, Rivan hanya tersenyum melihat kearah mereka


"Pantas saja tadi ayah cubit langsung teriak, sungguh sensitif" ucap Rendra


"Kirain ada apa gitu, ayah, bunda besok aku mau kerumah mbak Ayu sama KeAbi dan NeUmi, bolehkan?" tanya Dito


"Pekerjaan mu bagaimana?" tanya Fatimah tidak enak dengan mertuanya jika Dito lalai dalam bekerja, bisa-bisa mertuanya mencari kesalahan Dito


"Aku sudah izin di kantor, lagi pula selama ini aku tidak pernah bolos sehari pun" jawab Dito serius


"Ayah izinkan jika tidak menggangu waktu kuliah dan pekerjaanmu, terutama kuliahmu" timpal Rendra


"Insyaallah tidak menggangu kok" jawab Dito meyakinkan kedua orangtuanya


"KeAbi dan NeUmi suruh menginap saja disini, jadi besok kalian berangkat dari sini, ada yang mau bunda titipkan untuk mba mu" ucap Fatimah


"Titip masakan doang, dia katanya lagi ke ingin sekali makan masakan bunda" jawab Fatimah


"Kondisi bunda masih kurang sehat, masa mau masak" ucap Rendra tidak setuju


"Kasihan Ayu, dia lagi di fase mual-mual, dan ingin masakan bunda, bunda baik-baik saja hanya satu menu doang" jawab Fatimah yakin


"Ayu sedang hamil?" tanya Rendra mendengar kata mual-mual


"Iya Alhamdulillah, sudah berusia 14 minggu" jawab Fatimah senyum


"Sudah lama juga, kenapa tidak kasih tau ayah" ucap Rendra kaget


"Bunda juga baru tau kemarin, Rama menghubungi bunda katanya Ayu lagi susah makan" jawab Fatimah


"Kirain bunda sudah tau lama" ucap Rendra


"YEAAYYY" teriak Rivan


"Astaghfirullah, kamu hobi sekali teriak dek" ucap Fatimah dan Rendra terkejut


"Lipan boleh ikut abang Dito ya" sahut Rivan memohon sama Fatimah dan Rendra


"Tidak boleh" ucap Rendra


"Lipan belum pelnah ke lumah kaka Ayu, Lipan mau kesana" jawab Rivan mau menangis

__ADS_1


"Kita akan kerumah kaka Ayu, setelah bunda sehat" ucap Rendra


"Bunda coba ketawa" sahur Rivan menatap bundanya


"Untuk apa bunda ketawa, tidak ada yang lucu" jawab Fatimah heran disuruh ketawa


"Coba ketawa" rengek Rivan


Fatimah mengikuti keinginan anaknya untuk tertawa, walaupun dia tidak ada yang lucu baginya.


"Tuh bunda bisa ketawa" ucap Rivan, membuat Rendra, Fatimah dan Dito bingung


"Semua orang pasti bisa tertawa kalau lagi sehat" sahut Rendra


"Iya, belalti bunda sudah sehat, bunda bisa teltawa" jawab Rivan nyengir


"Hahaha, kita kena prank sama Rivan" ucap Dito tertawa


"Iya benar kena prank sama bocah" sahut Rendra


"Sayang, minggu besok saja ya kita kerumah kaka Ayu" ucap Fatimah


"Abang Dito, bujuk bunda" sahut Rivan minta pertolongan


"Kenapa jadi berlindung di abang" jawab Dito


"Abang tampan deh, ayah juga tampan, Bunda cantik, boleh ya Lipan ikut, please" ucap Rivan lucu


"Lipan tidak pernah ikut kakek sama nenek Ayi pelgi jauh" sahut Rivan lagi


"Kalau Lipan boleh ikut, nanti Lipan janji deh jadi anak yang baik dan soleh" ucap Rivan masih membujuk ayah bundanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2