BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Puma dan Pumi


__ADS_3

"Halo tampan" ucap Ramli


"Halo juga kakek Lamli, Lipan mau lihat kuda Lipan" jawab Rivan senyum


"Boleh dong, kuda Rivan ada dua loh, sepasang" ucap Ramli membentuk jari angka 2, Rivan yang mendengar memiliki dua kuda loncat kesenangan


"Ada apa ini, senang sekali" tanya papih Ammar mengangkat Rivan supaya tidak loncat-loncat


"Lipan punya dua kuda, Kek" jawab Rivan senang


"APA!!!" ucap papih Ammar kaget membuat Rivan takut


"Papih, lihat tuh Rivan takut" tegur mama Alisha


"Maafin kakek ya sayang, Kakek hanya kaget kuda Rivan bisa sulap jadi dua" ucap papih Ammar menatap tajam sahabatnya


"Oh, kuda Lipan bisa sulap ya, bimsalambimbim" sahut Rivan kembali senang


Papih Ammar menurunkan Rivan dan meminta mama Alisha menemani Rivan untuk melihat kudanya.


"Sabar dong Ammar" ucap Ramli


"Kamu ini selalu memaksakan kehendak, tanpa memberi info pada ku" jawab papih Ammar kesal


"Yang penting cucumu senang, bukannya itu keinginan mu, melihat cucumu senang dan bahagia, kebahagian Rivan hanya kuda jadi tidak ada masalah aku langsung membawa dua kuda sepasang" tutur Ramli santai


"Tetap saja cara mu juga salah, Li" sahut papih Ammar


"Sudahlah, tidak perlu diperpanjang, toh kandang sudah jadi tuh 2, kuda juga udah stay disana" jawab Ramli menunjuk ke arah kuda-kudanya


"Beban buat ku" lirih papih Ammar


"Kenapa beban? tinggal transfer aja lebihin" ucap Ramli tertawa terbahak


"Salah tempat aku membeli kuda" sahut papih Ammar


"Tidak salah Mar, coba bayangkan jika kamu membeli di tempat lain, lalu mereka juga tidak mungkin bisa membangun kandang kuda dalam sehari, jadi kamu menemuiku adalah sangat tepat" ucap Ramli percaya diri


"Iya... iya... sana pergi jauh-jauh, aku sudah tidak butuh kamu" sahut papih Ammar kesal


"Hahaha, pasti kamu akan butuh aku lagi, Mar. kenapa? karena kebutuhan kuda-kuda itu hanya aku yang tau dan aku yang paham serta bisa dipercaya" jawab Ramli kembali tertawa melihat Ammar sudah badmood

__ADS_1


"Kakek, Lioan mau naik kuda" ucap Rivan meminta


"Astaghfirullah, kakek tidak bisa sayang" jawab papih Ammar jujur


"Tenang boy, nanti kakek Ramli yang akan mengajarkan Rivan menunggangi kuda" timpal Ramli tersenyum


"Asiikkk, ayo sekalang aja" ucap Rivan tidak sabar


"Tidak boleh sekarang, kudanya masih lelah, habis jalan dari rumah kakek Ramli ke rumah Rivan, kasihan kan kudanya, lebih baik Rivan memberikan minum dan makan untuk kuda-kuda itu" jawab Ramli santai dan Rivan luluh seketika mendengar ucapan Ramli


"Oke kakek Lamli, mana makanannya?" tanya Rivan tidak sabar


"Ikut kakek, sekalian kakek ajarkan Rivan pelan-pelan" jawab Ramli menggandeng tangan mungil Rivan


"Kenapa jadi Ramli yang akrab dengan Rivan, padahal aku yang ingin dekat padanya" ucap papih Ammar kesal


"Siapa suruh tidak bisa mengurus kuda" jawab mama Alisha meledek suaminya


"Mana pernah terpikir sama papih untuk memiliki kuda macam itu" ucap papih Ammar


"Demi cucu, selagi kita mampu dan bisa, kenapa tidak kita turuti" jawab mama Alisha mengelus lengan suaminya


"Papih pikir Rivan sama dengan Rendra, ternyata melebihi Rendra" ucap papih Ammar


"Semuanya, Rivan tuh sangat manja sekali pada Fatimah, Rendra manja sama mamihnya tapi tidak seperti Rivan, Rendra juga kalau meminta apapun apabila tidak dituruti pasti menangis tetapi jika dialihkan dia akan lupa sendirinya, sedangkan Rivan benar-benar harus dituruti sampai dia dapatkan, sangat bahaya ini" tutur papih Ammat membayangkan Rivan meminta hal lain


"Percaya saja sama Rendra dan Fatimah, pasti mereka punya caranya sendiri untuk mendidik anak-anaknya, apalagi Fatimah sudah berpengalaman, lihat saja Dito dan Ayu, mereka menjadi anak yang mandiri dan tidak pernah kita mendengarkan keluhan Ayu dan Dito" jawab mama Alisha tenang


"Mungkin papih percaya sama Fatimah, tapi dengan Rendra, papih masih meragukan dia, jangan-jangan keinginan Rivan semua Rendra yang menuruti" ucap papih lagi


"Bukan hanya Rendra tetapi papih juga, ini semua rencana Rendra membeli kuda, papih lah yang mengacc, jadi kalian berdua bapak dan anak sama saja" jawab mama Alisha meninggalkan suaminya seorang diri di halaman belakang


"Sunggu terlalu aku tinggalin" sahut papih menatap istrinya masuk ke dalam rumah


Rivan dan Ramli sibuk memberi makan kuda, Ammar hanya tersenyum melihat Rivan tertawa bahagia, ada kepuasaan tersendiri di dalam hati Ammar.


Sayang, lihatlah cucu kita tampan bukan? papih harap mamih dan dedek bisa lihat cucu serta keponakanmu sedang bahagia hari ini bermain dengan hewan kesukaannya, papih jadi teringat kuda adalah kesukaan dedek kan, dulu dedek ingin sekali kuda poni asli saat masih kecil, karena papih tidak punya waktu sampai mengabaikan permintaan dedek, maafin papih ya dek, papih juga berharap dedek tidak marah hingga saat ini pada papih. batin papih Ammar


Tidak terasa airmata keluar begitu saja, papih Ammar teringat oleh almarhuman istri dan anak bungsunya.


"Ikhlaskan mereka, perbanyak doa mereka berdua, aku yakin istri dan anakmu ikut merasakan kebahagian hari ini" ucap Ramli menguatkan sahabatnya

__ADS_1


"Belakangan ini aku selalu teringat dengan mendiang istri dan anakku, banyak sekali kekuranganku sebagai suami dan juga sebagai ayah untuk mereka, Li" jawab papih Ammar sedih


"Aku paham itu, mungkin aku sangat mudah mengucapkan kata sabar, karena tidak mengalami seperti kamu, tetapi saat ini yang diinginkan oleh mendiang istri dan anakmu adalah kebahagian kamu dan juga Rendra, percayalan jika kalian bahagia dan selalu rukun disini, maka keluarga mu yang lebih dulu meninggalkanmu ke Surga-Nya Allah pasti akan merasakan juga kebahagian, kasihan Alisha jika kamu terus mengingat mendiang istrimu, mungkin Alisha tidak apa-apa, tetapi hatinya pasti sedih apabila sang suami masih memikirkan orang yang sudah tiada, move on bro" tutur Ramli memeluk sahabatnya dengan rasa iba, papih Ammar pun membalas pelukan tulus dari Ramli


"Kakek, Lipan lapal, masa kuda telus Lipan kasih makan, tapi Lipan tidak di kasih makan" ucap Rivan mendekati kakeknya


"Ayo kita kedalam, pasti bibi sudah masak untuk Rivan, Li kami juga ikut makan yuk" jawab papih Ammar tidak lupa mengajak Ramli


"Terima kasih Mar, aku harus segera pulang, membereskan kandang kuda bekas Puma dan Pumi" sahut Ramli


"Siapa Puma dan Pumi?" tanya papih Ammar baru mendengar nama itu


"Itu kuda-kuda cucu mu namanya Puma dan Pumi untuk aku, tapi kalau Rivan mau ganti nama tidak apa-apa, bebas kok, kan sudah dibeli" jawab Ramli menaik turunkan alis


"Lipan suka sama namanya Puma walna colat dan Pumi walna putih" sahut Rivan senang


"Benar sekali, ternyata Rivan sangat pandai" ucap Ramli mengelus kepala Rivan


"Iya dong, Lipan kan anak bunda" jawab Rivan bangga pada bundanya


Ramli dan Ammar hanya tertawa melihat tingkah Rivan yang selalu membuat orang ikut ceria karena tingkah dan kekonyolan yang dia buat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2