
Fatimah ingin ke ruang keluarga untuk melihat anak bungsunya, belum sempat naik ke atas Fatimah mendengar suara keributan dari luar, akhirnya mencoba memilih keluar untuk melihat keadaan di sana.
Teras Rumah
"Permisi pak, apa benar ini kediaman bapak Rendra?" tanya anak muda yang memakai masker dan helm
"Iya benar, dengan siapa dan mencari siapa?" tanya satpam rumah
"Saya ingin bertemu Dito anak dari bapak Rendra" ucap anak muda
"Apa anda teman den Dito?" tanya satpam tersebut
"Iya pak" ucap anak muda
"Tunggu sebentar, saya akan panggilkan den Dito" sahut pak Satpam, dan dia menghampiri Dito yang lagi sibuk dengan tugas sekolahnya
"Maaf den Dito, itu ada yang mencari aden, katanya teman aden" ucap satpam dengan ramah
"Namanya siapa? aku tidak ada janjian sama teman" sahut Dito melihat satpam didepannya
"Aduh, saya lupa tanya den, maaf ya saya tanya dulu deh" ucap satpam hendak pergi
"Tunggu, aku sekalian temui saja, masih di pagar kan?" tanya Dito dan mendapat jawaban dengan anggukan pak satpam
Dito dan pak Satpam jalan bersama ke arah gerbang.
"Maaf nyari saya?" ucap Dito datar
"Ah iya, saya mencari Dito" sahut anak muda itu yang umurnya terlihat di atas Dito
"Ada perlu apa, saya tidak kenal anda" jawab Dito mulai dingin sikapnya
"Saya hanya ingin memberikan flashdisk ini" ucap laki laki itu memberikan flashdisk kepada Dito
"Flashdisk apa itu?" tanya Dito belum menerima flashdisknya
"Heehhh, ini flashdisk ... mungkin dilihat sendiri aja dulu isinya apa, saya juga hanya disuruh mengantar ini" jawab laki laki itu
"Jelaskan saja flashdisk apa itu, jika jelas saya akan menerimanya" ucap Dito mulai kesal
"Kata yang memberikan flashdisk ini, dia bilang ini bukti perselingkuhan ayah kamu yang bernama Rendra dengan wanita lain disebuah hotel" sahut laki laki itu merinding dengan tatapan Dito
BRUUUKKK ... suara tendangan
Dito menendang gerbang dengan sekuat tenaga, hingga gerbang bergoyang tak beraturan.
"Jaga ucapan anda, jangan pernah menjelekan ayah saya" teriak Dito dengan tatapan tajam
"Saya hanya di suruh, kenyataannya kan saya tidak tau benar apa tidak" ucap laki laki itu gemeteran
"Sekali lagi kamu menjelekan ayah saya, akan saya patahkan leher kamu" bentak Dito
Pak Satpam yang melihat Dito marah menjadi takut, dia baru melihat sisi Dito yang lainnya, ternyata bisa kejam seperti Rendra.
__ADS_1
"Dito, ada apa nak, kenapa kamu marah marah" panggil Fatimah di ambang pintu
Dito melihat ke arah bundanya, dengan banyak pertanyaan di dalam otak dia. lalu Dito melihat lagi ke arah laki laki yang masih di luar gerbang
"Anda masih betah disini, atau menunggu saya patahkan leher anda" ucap Dito dingin
"La...lalu ini flashdisknya gimana?" tanya laki itu mulai takut
"Siapa dia?" tanya Fatimah yang sudah ada di belakang Dito
"Bukan siapa siapa bunda, cuma tanya alamat" jawab Dito tersenyum
"Hanya tanya alamat kenapa kamu memarahinya, itu tidak baik sayang" ucap Fatimah mengingatkan kebaikan pada anaknya
Plukk ... suara lemparan
"Maaf itu flashdisk saya tinggal, isinya perselingkuhan suami anda" teriak laki itu dan segera pergi meninggalkan rumah Rendra
"HAAAIIII, JANGAN KABUR ANDA" teriak Dito marah
Fatimah mengambil flashdisk yang tergeletak di tanah.
Apa ini sebuah bukti masa lalu mas Rendra? apa aku sanggup melihatnya?. batin Fatimah memegangi benda tersebut
Dengan cepat Dito mengambil flashdisk itu, dan membuyarkan lamunan Fatimah.
"Lebih baik buang saja benda jelek ini" ucap Dito hendak pergi
"Berikan benda itu pada bunda" ucap Fatimah melihat anaknya
"Bunda, kita tidak kenal orang tadi, dan benda hanya benda kotor yang tidak pantas berada dirumah ini" sahut Dito takut bundanya sedih melihat kenyataan yang ada di dalam flashdisk itu
"Tapi bunda ingin tau isinya" ucap Fatimah
"Dito tidak izinkan bunda melihat isi benda ini, lebih baik kita semua tidak pernah melihat apapun dari benda kotor ini, Dito akan membakarnya" sahut Dito tegas
"Kalian sedang apa?" tanya papih Ammar melihat Fatimah dan Dito berdebat, ini pertama kalinya melihat adegan itu
"Tidak ada apa apa eyang, Dito mau belajar lagi tapi pindah ke kamar aja" jawab Dito berlari kecil membereskan peralatan sekolahnya
"Dito tunggu, berikan benda itu dulu pada bunda nak" ucap Fatimah sedikit berteriak
"Tidak akan" sahut Dito yakin
"Kalian membahas benda apa?" tanya papih Ammar bingung
Fatimah menahan Dito sebelum masuk kedalam rumah, papih Ammar masih memantau mantu dan cucunya.
"Berikan pada bunda, kamu belum pantas menyimpan benda itu" ucap Fatimah
"Dito tidak menyimpannya bunda, tapi akan Dito bakar, supaya kita semua tidak pernah tau apa isi dalam benda ini" jawab Dito
"Berikan saja pada eyang" timpal papi Ammar yang sebenarnya penasaran
__ADS_1
"Tidak akan pernah Dito berikan kepada siapapun, benda ini akan Dito bakar sekarang" jawab Dito semakin yakin, hati kecilnya juga penasaran tapi dia tidak ingin keluarganya hancur
Tiba tiba Rendra datang dan mengambil flashdisk tersebut dari tangan Dito secara kilat.
"Flashdisk? milik siapa?" tanya Rendra memutar flashdisknya di jari jari
"Itu flashdisk dari orang yang tadi kita bahas dikamar" jawab Fatimah
Rendra terkejut dengan penuturan Fatimah, secepat ini bukti itu sampai, untung saja dia mengikuti saran Devan supaya pulang lebih awal dan bercerita pada Fatimah.
"Ayah lebih baik di bakar saja, kita tidak perlu melihatnya, perkara itu benar atau tidak ayah Rendra selingkuh, setidaknya kita tidak tau isinya" ucap Dito
Sekarang papih Ammar yang terkejut dengan kalimat yang diucapkan Dito.
"SELINGKUH" teriak papih Ammar menatap tajam ke arah Rendra
"Jadi flashdisk itu isinya bukti perselingkuhan kamu Rendra" bentak papih Ammar
"Papih tenang, biarkan masalah ini Fatimah dan mas Rendra yang menyelesaikan" ucap Fatimah pelan menenangkan papihnya
"BODOH KAMU RENDRA" teriak papih Ammar lagi
"Astaghfirullah, pih sabar" ucap Fatimah
"Sini flashdisk itu, papih mau lihat" sahut papih mengulurkan tangannya meminta
"Bakar ayah, supaya kita tidak melihat isinya" ucap Dito
"Papih dan Dito tenang dulu, jangan sampai yang lain ikut mendengar, masalah ini sudah kita bahas berdua, jadi biarkan kita berdua juga yang menyelesaikan, Dito lebih baik lanjutkan belajarnya ya" ucap Fatimah mengajak suaminya masuk ke dalam kamar
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.
__ADS_1