BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Salah Pukul


__ADS_3

Saat itu Rama seperti orang gila kehilangan Risa, lambat-laun Rama bisa melupakan sedikit Risa dengan cara menyibukan kerja dan kerja agar menjadi orang sukses dan keluarga Risa bisa menerimanya sebagai menantu.


"Lupakan masa lalu, dan kejar masa depan Ram" sahut Haikal santai


"Jangan pernah lu menyakiti Ayu, dia adalah anak Rendra, sedikit aja lu sakiti Ayu, berurusan lu sama gua Ram" ancam Devan kesal melihat sahabatnya itu.


"Sumpah gua ngga ada niat sakiti Ayu sedikitpun, gua sendiri ragu dengan Ayu, dia masih SMA bro, walau tahun ini dia lulus, tapi gua bingung di saat Ayu menjauh gua jadi stres sendiri" sahut Rama frustasi


"Ram, secara tidak langsung lu itu sudah jatuh cinta sama Ayu, tapi lu selalu memikirkan Risa, Risa dan Risa, lupakan dia Ram, cukup lu yang merasa tersakiti oleh orang, jangan sampai lu menyakiti orang" ucap Haikal menatap Rama


Disaat mereka sedang berbincang ternyata disitu ada Rendra, Fatimah dan Ayu, mereka habis melihat-lihat kampus yang Ayu ingin kan, mereka bertiga pun mendengar pembicaraan trio gesrek.


Ayu hanya menunduk, Fatimah dan Rendra saling pandang. Fatimah paham sekali ekspresi suaminya berubah menjadi dingin, seperti menahan amarah.


"Kalian, kembali lah terlebih dahulu ke dalam mobil" ucap Rendra datar padangannya ke arah trio gesrek


"Ayah, ngga akan berbuat aneh-aneh kan?" tanya Fatimah berbisik


"Ke mobil lah duluan" jawab Rendra lagi mengabaikan pertanyaan Fatimah


Fatimah tidak ingin berdebat dengan suaminya saat ini, jadi dia mengalah dan mengajak Ayu untuk ke mobil lebih dulu. Rendra menghampiri trio gesrek.


Brakk... suara gebrakan


Trio gesrek pun kaget melihat Rendra datang dan menggebrak meja secara keras.


"Ram, kita memang sahabat, tapi gua ngga akan pernah rela apabila Ayu tersakiti, apalagi sama sahabat yang udah gua anggap saudara sendiri, jadi lu jangan pernah dekati Ayu lagi, jika kita masih ingin bersahabat" ucap Rendra penuh penekanan


"Brother tenang dulu, duduklah, kita bicarakan baik-baik" ucap Devan menenangkan Rendra


Rendra duduk di samping Haikal, berhadapan dengan Rama.


"Rend gua minta maaf, berani sumpah ngga ada niat menyakiti Ayu" ucap Rama tenang


"Selagi hati lu untuk cewe matre itu, jangan pernah dekati Ayu" jawab Rendra menatap Rama dengan tajam


Brakk...


"Jangan pernah lu menghina Risa, Rend. dia ngga matre seperti yang kalian pikirkan, hanya saja orangtua yang menginginkan anaknya hidup bahagia dan terjamin" ucap Rama marah


Rendra berdiri di depan Rama "Itu sama aja keluarga dia matre, Ram. buka mata lu, semua orangtua memang ingin yang terbaik buat anaknya tapi tidak sematre keluarga Risa" bentak Rendra menunjuk ke wajah Rama


Rama terpancing emosi dan ingin menonjok Rendra, siapa sangka ternyata pukulannyan meleset.


"Ayah" panggil Ayu pelan


Bugghhh ... suara pukulan


Seketika Ayu tidak sadarkan diri, membuat Rendra dan Trio gesrek panik melihat Ayu terkapar kena pukulan dari Rama.

__ADS_1


"Ayu, sayang bangun nak" panggil Rendra menepuk pipi Ayu dengan pelan


"Rend dia pingsan, bawa aja kerumah sakit" ucap Devan tenang


Rendra ingin menggendong Ayu.


"Rend, biar gua aja, kaki lu ngga boleh menahan beban" ucap Haikal


Rendra mendorong Haikal hingga terjungkal.


"Diam lu, ini anak gua, ngga peduli dengan penyakit gua, yang penting anak gua ngga disentuh oleh kalian-kalian" sahut Rendra menggendong Ayu dan berjalan sedikit berlari ke arah mobil


"Ya Allah, Ayu kenapa?" tanya Fatimah melihat Ayu digendong Rendra


"Diman, kita kerumah sakit" ucap Rendra sudah berada di dalam mobil bersama Fatimah


"Nak, bangun sayang, Ayu kenapa?" lirih Fatimah menangis


"Bunda, Insyaa Allah, Ayu baik-baik saja, yang penting kita bawa dulu kerumah sakit" ucap Rendra lembut


"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Fatimah penasaran dengan suara terisak


"Tadi Rama ngga sengaja memukul Ayu, niatnya dia ingin memukul ayah" jawab Rendra jujur


"Kenapa Ayah harus berkelahi dengan Rama, sudah lah yang bunda ngga mau dengar apapun lagi" ucap Fatimah fokus pada Ayu


Sampai dirumah sakit, Ayu dibawa ke IGD, dan diperiksa oleh dokter Farah masih temannya Rendra.


"Tenang aja Rend, dia baik-baik saja saat ini, sekarang tinggal menunggu siuman aja, tidak ada luka serius kok, nanti saya buatkan resep vitamin dan obat untuk luka memarnya ya Rend" jawab Farah santai


"Makasih Far, apa saya dan istri bisa melihatnya?" tanya Rendra ramah


"Kita pindahin dulu ya ke ruang rawat inap, biar kamu juga lebih leluasa dengan anakmu, IGD terlalu umum sekali banyak orang" jawab Farah tersenyum dengan Fatimah


Rendra dan Fatimah sedang menunggu Ayu yang masih terbaring lemah.


Tok...tok...tok ... suara ketukan


Ceklek ... suara pintu


"Assalamu'alaikum" ucap Devan seorang diri


"Wa'alaikumsalam" jawab Fatimah dan Rendra


"Bagaimana kondisi Ayu?" tanya Devan hati-hati


Rendra berdiri dari duduknya.


"Ngapain lu kesini?" tanya Rendra marah

__ADS_1


"Mas Rendra tenang" ucap Fatimah pelan


"Fatimah, Rendra maaf, gua kesini hanya ingin tau keadaan Ayu aja kok" jawab Devan santai


"Keluar lu dari ruangan ini" bentak Rendra pada Devan


"Mas, cukup, hilangkan amarah kamu saat ini" sahut Fatimah menahan tangan Rendra yang ingin berjalan menghampiri Devan


"Gua bilang keluar" ucap Rendra dengan nada yang lebih pelan


"Baiklah gua keluar, sekali lagi gua minta maaf, Fatimah maaf" jawab Devan keluar dari ruangan Ayu


Diruang tunggu


"Van, gimana Ayu?" tanya Rama panik


"Gua ngga tau, tapi kalo dilihat tadi dia masih kondisi pingsan, belum sadar" jawab Devan apa adanya


"Persahabatan kita ngga boleh hancur" ucap Haikal pelan tanpa menoleh ke temanya


"Gua juga maunya begitu, tapi Rendra marah sekali, gua aja diusir" sahut Devan ikut duduk di samping Haikal


"Terlalu banyak pengorbanan yang Rendra dan keluarganya lakukan untuk keluarga kita selama ini, hingga kita bisa menjadi orang berhasil seperti sekarang" ucap Haikal mengusap wajahnya dengan kasar


"Gua minta maaf, ini semua karena kesalahan gua, jika Rendra sudah ngga menganggap gua sahabat gua rela, gua nyesel" ucap Rama duduk juga di samping Haikal dengan airmata yang sudah menetes karena persahabatannya hancur setelah lama terjalin


"Kita sama-sama bicara dengan Rendra nanti, saat pikirannya sedikit tenang, setidaknya setelah Ayu sadar" sahut Devan merasa kasihan dengan Rama


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2