
Rendra pun biasa saja menemui Rama, dia pura-pura tidak mengetahui apa yang tadi dibicarakan antara ayah Yudha dan Rama di balik kaca nako itu.
Rendra pun menunjukan senyuman persahabatan pada Rama, yang membuat Rama bingung harus bersikap seperti apa pada Rendra saat ini.
"Wa'alaikumsalam" ucap ayah Yudha dan Rama dengan suara pelan
"Eh, ka...kamu ngapain disini?" tanya Rama gugup
Kenapa Rendra tau kalo aku disini. Batin Rama
"Gua mau berjumpa dengan ayah Yudha dan lu" jawab Rendra santai
"Rendra duduklah, bagaimana kabar kamu dan semuanya?" tanya ayah Yudha tersenyum
"Alhamdulillah semua baik ayah, lalu ayah sendiri bagaiman? Rendra dapat kabar ayah sedang sakit" jawab Rendra santai
"Seperti yang kamu lihat sekarang, sehat, dan akan selalu berusaha menjadi orang sehat" ucap ayah Yudha
"Syukur Alhamdulillah kalo ayah Yudha sehat, Rendra senang mendengarnya, Apa kabar Ram?" sahut Rendra beralih ke Rama
"Alhamdulillah baik" jawab Rama pelan
"Ayah mau ke kamar duluan ya, mau istirahat, kalian berdua ngobrol aja disini" ucap ayah memberikan waktu untuk keduanya
"Biar Rama antar dulu yah" sahut Rama berdiri
"Ayah bisa sendiri" ucap ayah tenang
"Tunggu, Lula" teriak Rama memanggil sepupunya yang yatim piatu sudah lama juga tinggal dirumah orangtua Rama
"Iya mas Rama, ada apa?" sahut Lula
"Anterin ayah ke kamar ya, kasih ayah makan dulu, ini obatnya seperti biasa" ucap Rama memberikan kresek obat
"Nggih mas Rama, oh iya mas Rama tadi gas sudah habis" jawab Lula si gadis cantik
"Nanti mas Rama beli, sekarang pakai kayu bakar aja ya, mas Rama sudah rapihkan semua di dapur luar" ucap Rama tenang
Ayah Yudha masuk ke dalam kamar, ruang tamu sederhana terasa sangat sunyi
"Kenapa balik lagi ke sini Ram?" tanya Rendra pelan
"Inilah tempat asal saya berada dan dilahirkan" jawab Rama pelan
"Nih, papih menolak semua pemberian lu" ucap Rendra mengeluarkan semua barang milik Rama waktu itu yang diberikan padanya dan beberapa dokumen perpindahan nama masih tetap nama Rama ternyata
"Tapi itu semua milik kalian, bahkan kalo dihitung pun masih kurang apa yang sudah saya kembalikan" sahut Rama
"Perusahaan butuh pemimpin, jangan sampe itu perusahaan bangkrut karena ditinggal begitu saja oleh pemiliknya" ucap Rendra santai
"Saya sudah ganti nama kepemilikan, jadi itu bukan milik saya lagi" jawab Rama
"Bacalah, disitu masih sangat jelas tertulis nama lu sebagai pemilik perusahaan, bagaimana bukan milik lu sih" ucap Rendra
Rama mengambil beberapa berkas untuk dibaca, ternyata benar semuanya atas nama dia, padahal sebelum dia meninggalkan rumahnya, dia mengubah semua data.
__ADS_1
"Nama lu kan?, berarti lu harus bertanggung jawab atas perusahaan itu, karyawan yang lain butuh pekerjaan di perusahaan itu, dan berharap perusahaan tidak bangkrut apalagi ditutup secepatnya" ucap Rendra lagi
"Assalamu'alaikum, mas Rama" ucap seorang bapa
"Wa'alaikumsalam pak Sobri, ada apa pak?" ucap Rama keluar rumah menemui tamunya yang baru datang
"Ana kayu bakar?" tanya pak Sobri
"Ana akeh pak" jawab Rama ramah
"kancane arep buka usaha areng kayu" ucap pak Sobri
"Ya, yen sampeyan bisa ngangkut kabeh, Pak." jawab Rama
"Aku menyang gudhang, ana sapa?β tanya pak Sobri
"Dina iki ana wong wadon karo bojone sing njaga gudangβ jawab Rama
"Ya wis aku mrene dhisik, yen ana kesepakatan ing kana aku mrene maneh kanggo mbayari koweβ ucap pak Sobri meninggalkan Rama
Rama kembali masuk kedalam rumahnya.
"Maaf, di tadi ada tamu sebentar" ucap Rama pelan
"Santai aja Ram, oh ya hari ini bisa langsung balik ke kota bareng gua?" tanya Rendra
"Nanti saya pikirkan lagi" jawab Rama singkat
"Devan dan Haikal cariin lu terus, dia katanya sudah kesini, tapi lu ngga ada" ucap Rendra
"Lu masih suka dengan anak gua?" tanya Rendra membuat Rama kaget
"Ng..ga kok, kamu tenang aja, saya tidak akan mengganggu keluarga mu lagi" jawab Rama takut
"Saat lu pergi, entah kenapa Ayu menjadi orang yang lebih pendiam dari biasanya, dulu semangat sekali menjalankan toko kue, atau membuat kue sendiri dirumah, tapi sekarang gua belum menemukan sumber kebahagian Ayu lagi" ucap Rendra memancing Rama
Rama hanya terdiam saat Rendra bercerita seperti itu mengenai Ayu yang berubah. Rendra pun melihat mimik wajah Rama yang menjadi sedih kala bercerita tentang Ayu.
"Oh iya, gua harus segera pulang, maaf sudah mengganggu waktu lu, salam untuk ayah Yudha" sahut Rendra berdiri mengulurkan tangannya
Rama dengan ragu menerima uluran tangan Rendra, saat itu juga Rendra pulang, kembali ke rumahnya.
Diperjalanan Rendra semakin bingung, apa dia harus menyetujui Rama dengan Ayu, atau sebaliknya. satu sisi Rendra tidak ingin melihat Ayu menjadi pendiam seperti kehilangan arah, sisi lain dia ngga mau Ayu tersakiti apabila dengan Rama ternyata hatinya untuk wanita lain.
Rumah Rama
Ayu, apa kamu sehat? sejujurnya kaka rindu dengan mu, apa aku coba chat Ayu?. Batin Rama
Rama mengeluarkan ponselnya, dan mencoba mengirim pesan ke Ayu.
π Rama
Assalamu'alaikum, Ayu apakabar?
Kebetulan Ayu sedang memainkan ponselnya di dalam kamar dan langsung membaca.
__ADS_1
πAyu
Maaf, ini dengan siapa? dan tau kontak saya darimana?
π Rama
Aku Rama, apa aku ganggu kamu, aku pikir kamu sudah ganti kontak
Kamar Ayu
"Ya Allah, ini beneran kak Rama teman ayah?" lirih Ayu terlihat senang
π Ayu
Ini kak Rama, teman ayah Rendra?
π Rama
Benar sekali, Ayu. boleh kaka menelpon mu?
π Ayu
Boleh kak, silahkan saja
Rama menelpon Ayu dengan perasaan deg-deg an, tidak seperti biasanya Rama merasakan deg-deg an begini. Disisi lain Ayu menunggu panggilan telpon dari Rama dengan senang.
Ayu dan Rama saling komunikasi, mencurahkan rasa rindu yang dipendam selama ini.
Fatimah yang ingin mengantarkan cemilan untuk Ayu terhenti di depan pintu kamar Ayu yang sedikit terbuka, dia mendengarkan Ayu tersenyum dan tertawa seperti Ayu yang dulu.
"Alhamdulillah, Ayu terlihat senang, tapi siapa yang menghubungi Ayu, hingga bisa membuat Ayu bahagia begitu? apa Rama?" lirih Fatimah masih memperhatikan Ayu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.
__ADS_1