BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Bertemu Rama


__ADS_3

Kepergian Devan dan Haikal membuat Rendra berpikir dengan keras, dia sampai lupa melupakan semua kebaikan Rama padanya dan keluarganya, bukan hanya dia dan papih Ammar yang selalu memberikan kebaikan pada Rama tapi sebaliknya.


Rendra sedang berpikir, dimana kira-kira Rama berada saat ini, kalo memang dirumah orangtuanya ngga ada, kemana Rama pergi.


"Ayah" panggil Fatimah menyadarkan Rendra dari lamunannya


"Ayah, ayah kenapa?" tanya Fatimah heran melihat suaminya melamun


"Eh, heh, ayah ngga apa" jawab Rendra bingung


"Bunda mendengar semua, kan sudah bunda ingatkan untuk mengejar Rama waktu itu, tapi ayah terlalu egois, sekarang carilah Rama, dia sahabat sekaligus saudara ayah, susah mencari sahabat yang tulus dengan kita" ucap Fatimah menenangkan Rendra


"Rama dimana kira-kira, orang sehebat Haikal dan Devan saja tidak dapat petunjuk" sahut Rendra meremas rambutnya


"Datanglah kerumah orangtua Rama, dan disitu pasti ada Rama" jawab Fatimah tenang, Rendra menatap Fatimah dengan bingung


"Maksud kamu apa? Jelas-jelas tadi mereka bilang Rama ngga ada disana" ucap Rendra tersenyum kecil


"Kali ini percayalah sama aku, kalo Rama ada bersama orangtuanya" sahut Fatimah yakin


"Kenapa bunda yakin?" tanya Rendra menatap dengan dalam


"Bunda juga ngga tau kenapa bicara begitu dengan yakin, tapi itulah yang dapati, sebenarnya kita ngga boleh percaya kepada hal-hal begitu, tapi kan kita juga berusaha dan berdoa kepada Allah, semoga ini semua benar" jawab Fatimah lembut


"Apa bunda seperti Ayah Bahri?" tanya Rendra penasaran


"Ayah, bunda ngga paham, tapi tadi hanya terlintas, Rama pulang kerumah orangtuanya sambil membawa kayu-kayu bakar, itu saja, jadi pergilah sekarang" jawab Fatimah kesal suaminya banyak tanya


"Bunda ngga apa-apa ayah tinggal sendiri?" tanya Rendra lagi dengan cemas


"Sebentar lagi anak-anak pulang, jadi ngga perlu khawatir begitu ya" jawab Fatimah tenang


"Baiklah, ayah akan ke kampung tempat orangtua Rama berada" sahut Rendra dengan yakin, Fatimah hanya tersenyum


Semoga persahabatan kalian berempat kembali seperti dulu. Batin Fatimah


Rendra dan Diman pergi menyusuri jalanan kecil naik turun dan berbatuan ke arah perkampungan. Rendra selalu berharap bertemu dengan Rama.


"Pak bos ini kiri atau kanan?"tanya Diman pelan saat melihat jalanan bercabang


"Tunggu saya ingat-ingat dulu, saya juga lupa, udah lama ngga kesini" jawab Rendra melihat sekitar


"Seperti kanan Man" ucap Rendra lagi. Diman menjalankan mobilnya dengan pelan, karena posisi turunan

__ADS_1


"Man, Man stop, parkir disini, numpang, kerumahnya kita jalan, karena ngga bisa masuk mobil" sahur Rendra yakin


Rendra berjalan kaki ke arah rumah Rama.


"Assalamu'alaikum" ucap Rendra


"Wa'alaikumsalam, cari siapa pak?" tanya anak perempuan masih muda disana


"Rama ada?" tanya Rendra to the point


"Oh, mas Rama lagi antar pa'de ke klinik" jawab gadis itu dengan ramah


"Maksudnya pa'de tuh, ayah Yudha? tanya Rendra memastikan


"Iya pak, Pa'de Yudha" jawab Gadis itu yakin


"Silahkan masuk dan duduk pak, sebentar lagi pulang, karena sudah dari tadi" ucap gadis itu sopan


"Terima kasih" jawab Rendra singkat


Sudah 15 menit Rendra menunggu di dalam rumah yang sederhana, tapi Rendra tidak merasa bosan, karena niat dia sangat kuat untuk bertemu Rama.


"Ayo ayah pelan-pelan turunnya" ucap Rama baru sampai dirumahnya, sedang membantu ayahnya turun dari motor bebek yang sudah tua.


"Habis ini kamu mau cari kayu bakar lagi" tanya ayah Yudha pada Rama


"Ayah masih punya tabungan dari kamu dulu yang sering kirim uang" ucap Ayah tergopoh-gopoh


"Itu uang ayah bukan uang Rama, saat ini juga Rama mau mengumpulkan uang buat nikah" sahut Rama tersenyum


"Sudah ada calonnya untuk nikah?" tanya ayah Yudha


"Rama sudah menitipkan nama Rama pada Kyai Husen, apabila ada santriwati yang bersedia menikah dengan Rama terutama dengan kondisi Rama hanya tukang cari kayu bakar dan menerima ayah apa adanya, Rama ingin berta'aruf olehnya" jawab Rama tersenyum


"Bukannya kamu bilang mencintai Ayu, anaknya Rendra?" tanya ayah duduk dibangku luar bersama Rama


"Sulit untuk di gapai, ayah kan sudah tau hubungan Rama dan Rendra tidak baik saat ini, karena Rendra sangat yakin kalo Rama masih mencintai Risa" jawab Rama sendu


"Lalu hati kamu dengan Risa bagaimana?" tanya ayah Yudha penasaran


"Semenjak kejadian Rama memukul Ayu, Rama sadar sudah mencintai orang yang tidak sederajat dengan Rama, bagaikan sapi dan kotorannya, begitu juga dengan Ayu, derajatnya pun jauh dan dia juga baru akan memulai cita-cita, jadi Rama putuskan untuk mencari istri yang biasa saja dari daerah sini" jawab Rama memeluk ayahnya


"Kamu kan pernah kuliah, kenapa ngga mencoba melamar pekerjaan daerah kota?" tanya Ayah lagi

__ADS_1


"Rama akan mencari pekerjaan daerah kota ayah, tapi nanti saat hubungan Rama dan Rendra sudah hilang dari pikiran Rama walaupun sulit untuk Rama, kalo sekarang Rama ngga mau ketemu dulu dengan Rendra, Haikan dan Devan, Rama malu ayah, sama mereka" jawab Rama sedih


"Sudah jangan diingat lagi, kamu memperbaiki diri terlebih dahulu saat ini, belajar lebih dewasa dalam bertindak" sahut ayah menenangkan Rama


"Sekarang ayah masuk ya, Rama ngga mau kesehatan ayah menurun" ucap Rama


"Iya, tapi kamu harus ingat, suatu saat manusia akan pergi meninggalkan bumi, dan kembali pada Rabb-Nya" sahut ayah tegar


Semua yang dibicarakan oleh Rama dan Ayah Yudha di dengar oleh Rendra, posisi duduk mereka hanya belakang-belakangan terpisah oleh kaca nako.


"Assalamu'alaikum, ayah, Rama" ucap Rendra tersenyum melihat keduanya


Rama tersentak kaget melihat Rendra berada di dalam rumah ayah Yudha, padahal Haikal dan Devan bisa dibohongi, sedangkan Rendra bisa menemuinya.


Rendra pun biasa saja menemui Rama, dia pura-pura tidak mengetahui apa yang tadi dibicarakan antara ayah Yudha dan Rama di balik kaca nako itu.


Rendra pun menunjukan senyuman persahabatan pada Rama, yang membuat Rama bingung harus bersikap seperti apa pada Rendra saat ini.


"Wa'alaikumsalam" ucap ayah Yudha dan Rama dengan suara pelan


"Eh, ka...kamu ngapain disini?" tanya Rama gugup


Kenapa Rendra tau kalo aku disini. Batin Rama


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2